Kamis, 23 Juni 2016

Don't be Sad

Posted by cuap-cuap ratih on 11.25 with 4 comments
“Setiap orang yang lahir di dunia ini, terlahir dengan berkah yang akan bermanfaat bagi dunia. Janganlah bersedih. Pasti ada alasan mengapa kamu dilahirkan. Kamu hanya harus menemukan alasan itu”
Dari ratusan juta sperma yang datang pada sebuah ovum, yang paling kuat, paling cepat dan paling hebat, hanya satu itulah yang dapat hidup dan berkembang. Jadilah dirimu. Maka memang dirimu adalah pilihan.
Merasa tak berdaya, kurang pintar, kurang cantik, kurang tinggi, kurang putih, tidak keren, tidak wow, itukah yang kamu rasakan sekarang?
Coba lihat adakah kamu memiliki mata yang dapat melihat berbagai warna di dunia, kalaupun hanya warna hitam dan putih dapatkah kamu melihat alam yang penuh dengan pesona? Langit yang luas, mengalirnya air di sungai, hamparan padang rumput, bunga bermekaran, berbagai jenis hewan, matahari bersinar dan kamu merasa hidup. bukankah itu yang lebih penting?
Sadarilah dunia hanya tempat singgah. Bagaimana, kapan dan di mana kamu dilahirkan, siapa orang tua mu adalah takdirmu. Tak bisa kau merubahnya. Syukuri dan syukuri selalu keadaanya. Itu akan membuatmu menyadari siapa dirimu. Kakimu akan tetap berpijak di bumi. Karena mungkin yang hebat itu orang tuamu bukan kamu atau hanya mereka yang pecundang tapi bukan dirimu. Jangan hancurkan dirimu karena mereka.
Bangkit dan nikmati tiap hela nafas dalam tubuh, meski mungkin usiamu tinggal hari ini. Berfokuslah kamu hanyalah hamba yang harus menyembah Tuhan yang telah menciptakanmu. Setiap detik ucapkanlah rasa syukur atas keberadaanmu di dunia. Itulah tanggung jawabmu. Masa lalu biarlah menjadi masa lalu hapuslah dengan tobatmu maka Dia akan mengampunimu, kamu tahukan Dia itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Maka yang terpenting adalah hari ini berbuat yang terbaik.

                                                             ***
Kau sebutkan semua kejahatan yang kau tau, aku sudah pernah melakukannya. Itulah mengapa aku disini sekarang, hidup dibalik jeruji. Manusia lain telah menghakimi perbuatanku yang merugikan mereka, aku terima dan mungkin juga berterima kasih. Pada akhirnya menghantarkan aku mencapai hidayahNya. Tuhan tidak menghakimiku dengan jalan yang telah kutempuh ini, bahkan Dia telah menuntunku menuju kasihNya yang Maha Lembut. Bahkan ruang sempit dan dingin ini selalu terasa hangat bila aku mengingatNya.

Wajah dan tubuhku begitu baik, kau tak akan sangka aku yang melakukan semua perbuatan buruk itu. Tapi apa artinya itu hanya darah dan daging, semua akan musnah dimakan bakteri yang mahluknya saja tidak bisa kau lihat dengan kasat matamu.

Tak perlu kau ikuti langkahku untuk mendapatkan hidayahNya, cukup pikirkan mengapa jantungmu bisa berdetak, merasakan darah yang mengalir dalam tubuhmu, merasakan seperti akan mati bila beberapa saat kau menahan nafasmu. Tak cukupkah aku sebagai pelajaran untukmu, tak perlu kau sendiri yang mengalaminya. Cukup aku saja. Kembalilah pada fitrahmu. Aku tunggu.


#Ramadhan penyuci jiwa #back to Allah

Minggu, 19 Juni 2016

Welcome to Depok

Posted by cuap-cuap ratih on 12.07 with 4 comments
Ada seorang teman dari komunitas menulis ingin berkunjung ke Depok, kami belum pernah bertemu sebelumnya tapi kok rasanya senang banget. Apalagi kalau benar-benar bisa berkumpul dengan teman-teman komunitas yang ada diseputaran Depok. Masih beberapa bulan kedepan sih, tapi sudah kepikiran ingin membuat pertemuan itu jadi berkesan pasalnya teman ini datang dari luar daerah Depok.

                                     sumber gambar: id.wikipedia.org

Rasanya saya itu tinggal di Depok sudah seumur hidup. Dari saya masih kecil sampai sudah menikah saat ini, saya masih memilih kawasan Depok sebagai tempat saya tinggal. Walaupun beberapa kali sempat pindah lokasi tapi masih di wilayah Depok juga. Padahal suami pernah tinggal di Semarang untuk kuliah beberapa tahun atau di cileungsi untuk bekerja tapi saya tetap memilih tinggal di Depok, jadi suami yang mondar-mandir.

Menurut Wikipedia Kota Depok adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Terletak di Selatan Jakarta yakni antara Jakarta dan Bogor. Menurut saya juga begitu hehe.. karena mudah saja untuk saya mau ke Jakarta atau ke bogor. Akses yang digunakan bisa dengan menggunakan KRL alias Kereta listrik sekarang disebut commuteline atau angkutan umum yang beroperasi 24 jam. Bebas apalagi sekarang banyak kendaraan yang berbasis online, kapan aja bisa.

Depok memiliki ikon buah belimbing karena di Depok dulu banyak petani belimbing jenis dewa. Sejak semula belimbing Depok memiliki kekhasaan dan hanya Depok yang punya belimbing dewa ini, maka belimbing itu dijadikan maskotnya kota Depok. Didekat rumah saya banyak yang menjual belimbing ini, buahnya berwarna kuning dan bentuknya besar-besar. Banyak dijual dalam bentuk buah begitu saja atau berupa jus yang sudah dikemas dalam botol-botol dengan variasi bentuknya. Harus coba ya kalau mampir ke Depok. Penjualnya banyak terdapat di daerah RTM. Dekat kampus Gunadarma yang di jalan Akses UI. Bukan di daerah Margonda. 


                                                  sumber gambar : depok.go.id

Ada apa aja sih di Depok? Dari sudut pandang saya, Depok termasuk lengkap fasilitasnya, dari Mall, RS, Sekolah, perguruan tinggi, IT centre, sampai sarana rekreasi juga ada. Lingkungannya cukup asri dan nyaman juga bebas banjir.

Depok identik dengan jalan Margonda mungkin karena di sana terdapat pusat pemerintahan Kota Depok yang bertempat di gedung Walikota Depok, disebelah kirinya terdapat Mall ITC, diseberangnya terdapat gedung kapolres juga Rumah Sakit Mitra. Sepanjang jalan Margonda kanan kirinya berjajar berbagai usaha dari jual cat sampai hotel, sangat bervariasi.

Jangan ditanya berapa banyak jenis kuliner di sana, jawabannya banyak ..banyak sekali!. Saya yang sudah tinggal lebih dari 30 tahun di sini belum semua merasakan berbagai kuliner tersebut. Balik lagi masalah selera dan kantong hihi.

                                             sumber gambar: Depoknews.id


Entah untuk berapa lama teman saya itu akan tinggal di Depok, apakah saya sempat mengantarkannya berkeliling Depok saya juga tidak tahu. Saya berharap nanti bila datang saatnya dia berkunjung ke Depok, dia akan dapat merasakan auranya Depok sesuai visinya Kota Depok yang unggul, nyaman dan religious. 

 Masjid Kubah Mas 


 Taman Bunga Wiladatika - Air Mancur
 Aladin Waterpark- Grand Depok City
                                      Danau dekat Masjid UI

Selasa, 14 Juni 2016

Pertama kali buat Kue Lebaran

Posted by cuap-cuap ratih on 13.52 with 8 comments
Resolusi tahun ini adalah melakukan hal positif yang belum pernah saya lakukan di tahun-tahun kemarin. Salah satunya adalah membuat sendiri kue untuk hari Lebaran. Dulu lebih sering beli atau dikasih. Dan memang sebelumnya saya belum berniat untuk membuat kue lebaran sendiri. 

Lebaran tahun kemarin malahan saya tidak menyediakan kue lebaran karena menurut pengalaman kue-kue itu bertahan lama bahkan berbulan-bulan tidak tersentuh. Keluarga kecil saya memang tidak terlalu hobi untuk memakan cemilan kue-kue seperti kue salju, kue nastar atau kastengel. Lebih senang makanan berat seperti somay, mie ayam dan lainnya. Hehe ..Itu bahkan bukan dari jenis makanan yang sama ya. Mungkin untuk kue keringnya lebih senang kue yang bercita rasa asin dan ringan seperti cheese stick.

Pada bulan Ramadhan yang lalu saya ingin lebih fokus untuk beribadah saja, rasanya sayang kalau sibuk untuk buat kue segala. Tapi entah mengapa tahun ini saya ingin sekali membuat kue untuk anak-anak. Mungkin terpengaruh resolusi tahun 2016 atau bisa juga karena lebaran tahun ini saya sudah jadi pengangguran alias di rumah saja. Saya merasa mempunyai tenaga dan waktu lebih untuk itu, Oia satu lagi ingin buat kue yang anak-anak suka dan saya juga suka tentunya.

Buat kue itu sendiri mungkin bukan sesuatu hal yang besar buat sebagian orang tapi buat saya itu hal yang luar biasa. Membuat kue memerlukan kesabaran dan ketekunan. Dan saya merasa kurang untuk hal itu. Dan rencananya saya juga ingin membuat kuenya dengan jumlah yang agak banyak, saya juga ingin berbagi kue lebaran yang saya buat sendiri dengan keluarga besar tercinta. Ya kalau berhasil, kan baru mau coba pertama kalinya tahun ini.

Untuk itu, saya juga mencari resep-resep kue lebaran yang mudah berdasarkan bahan dan cara membuatnya. Pertama ada cheese stick tentunya, kesukaan anak-anak. Kedua menu coklat, sepertinya apapun yang dikasih coklat itu enak dan menggugah selera. Ketiga saya pilih beberapa kacang seperti kacang mede dan kacang tanah, ini juga rata-rata orang menyukainya.

saya mau buat seperti kue nastar tapi isinya bukan lagi selai nanas itu sudah terlalu mainstream. saya ingin isi dengan selai keju, coklat, pisang, kacang tanah, kacang merah, tape, susu pokoknya di isi banyak jenis isian. Saya juga berpikir untuk memberi rasa yang pedas berbahan dasar dari kornet, sosis atau bakso. 

Dalam satu toples akan ada banyak rasa dan kuenya tidak ada tanda khusus rasanya apa, jadi orang yang memakannya akan merasa surprised dan bersyukur apapun rasa yang mereka makan. Belum juga membuatnya namun saya sudah terbayang-bayang wajah orang yang akan memakannya. Pastinya jadi lebih seru. Saat dia bilang “ya ampun ini rasa susu” dan saat dia mencoba yang kedua kali “mmm.. ini rasa kacang merah” dan saat mencoba yang ketiga kalinya merasa kepedasan karena saya mengisinya dengan kornet pedas.

Sengaja saya menjadwalkan membuat kuenya pada saat saya libur puasa nanti meski saya harus mengganti puasanya di lain waktu. Pertama biar bisa dicoba rasanya kedua kalau saya haus bisa minum deh. niat sudah bulat. Semoga bisa terealisasi.



Selasa, 31 Mei 2016

Cinta Tanpa Syarat

Posted by cuap-cuap ratih on 19.31 with 1 comment
Minggu ini gantian jadwal ujian kenaikan kelas buat anak-anak sekolah menengah pertama terutama kelas tujuh dan delapan. Atmosfir yang dirasakan lebih serius dan lebih berat bebannya. Mungkin karena jenjangnya sudah lebih tinggi ya? Waktu masih sekolah dasar sebagai orang tua masih bisa santai menghadapi ujian-ujian seperti ini. Karena anak juga masih kecil sehingga orang tua juga masih memaklumi jika anak masih pada tahap menyesuaikan diri. Nilaipun bukan menjadi targetan untuk anak raih. Walaupun anak belajar di sekolah yang mengutamakan akademisnya, seperti sekolah negeri.

Terasa berbeda dengan ujian untuk anak sekolah dasar. Pada tingkat ini Orang tua tentu mengharapkan anak lebih fokus dengan apa yang telah dipelajari disekolah karena pada tingkat ini anak semakin dituntut lebih serius. Banyaknya mata pelajaran pada kurikulum yang diajarkan, belum lagi dengan bertambahnya kegiatan diluar sekolah, pergaulan yang lebih luas. Persainganpun semakin sengit karena memiliki targetan untuk mendapatkan sekolah yang bagus pada jenjang berikutnya. Anak dituntut secara akademis dan non akademis bisa berkembang sesuai dengan ketetapan jenjang pendidikannya.

Masa ini merupakan peralihan dari anak-anak menuju remaja, usia 13-15th. Masa dimana anak mulai tumbuh menjadi dewasa secara fisik. Terjadinya perubahan bentuk tubuh yang cukup cepat termasuk perubahan dalam aspek kognitif, emosi dan sosial. Pembentukkan citra diri atau jati diri anak mudah terluka dan rapuh bila orang tua tidak dapat mengarahkan. Ketidakstabilan emosinya, kegelisahan dan kecenderungan melakukan kegiatan berkelompok dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja.

Tantangan anak jaman sekarang dengan masa orangtua remaja dulu juga berbeda meski tuntutan akademis dan non akademis memang tetaplah abadi. Anak-anak sekarang sepertinya dituntut lebih dewasa sebelum usianya karena berbagai informasi yang bertebaran baik yang positif ataupun yang negatif. Sebenarnya disadari betul bukan saja kemampuan akademik yang harus selalu diutamakan namun juga kemampuan emosi yang baik dalam menyikapi kehidupan dijaman sekarang ini.

Peran orang tua tidak lagi bisa hanya memproteksi anak-anak dengan banyak larangan seperti no gadget, no games, no friends yang justru akan mengkungkung si anak dan menjadi tak berdaya, tapi memberikan landasan agar anak mampu mengatasi masalahnya sesuai dengan prinsip kebaikan yang kita tanamkan.

Kasih sayang yang diberikan bukan semata-mata karena anak mendapatkan nilai Sembilan puluh atau seratus “itu namanya anak ayah!” atau “nah begitu dong. Ini baru anak ibu” jadi kalau tidak dapat nilai Sembilan puluh atau seratus bukan lagi anak ayah dan ibu dong? Nilai dibawah lima siapa takut? karena cinta orang tua tidak sebatas angka. Nilai pelajaran jelek bukan akhir segalanya. jangan lagi membebani anak dengan penilaian akademik yang terbukti memberikan efek stres dan tidak bahagia. Tapi beri penghargaan karena dia mampu dan berdaya mengatasi kesulitan apapun hasilnya. menilai bukan pada hasil tapi pada prosesnya.   

Saat Allah menciptakan dan menitipkannya pada kita, Allah telah memberikan beserta karuniaNya yang tidak perlu diragukan lagi. Bahkan kepada anak yang memiliki banyak kekurangan. Allah telah memberikan rezekinya. Kelebihan dan kekurangannya agar anak seimbang dan lengkap.


Orang tua penuhi saja hatinya dengan keikhlasan dan cinta tanpa syarat, selama anak sudah berniat, berusaha dan berdoa dalam kegiatannya mencari ilmu pengetahuan yang dapat digunakan untuk masa depannya. Tidak ada ilmu yang sia-sia, bahkan kesalahan tetaplah ilmu dan pelajaran agar tidak terulang dan dapat mencari kebenaran. 

Senin, 25 April 2016

Membuat Keputusan

Posted by cuap-cuap ratih on 00.26 with No comments
Pernah tidak kamu membuat keputusan? Pastilah setiap orang akan selalu membuat keputusan dalam hidupnya. Setiap hari ibu kita pusing mau memasak menu apalagi untuk keluarganya, para pekerja bingung mau pakai baju apa untuk ke kantor besok kecuali yang sudah ada seragamnya, bahkan kita sendiri kadang galau memutuskan mau makan apa hari ini, antara ingin makan enak tapi budgetnya tidak sampai. Alhasil bimbang memilih antara tempe atau tahu.

Begitu juga mala mini. Setelah selesai makan malam bersama keluarga kami tidak langsung pulang tapi melihat-lihat sekeliling area tempat makan. Tempat makan yang kami pilih memang tempat yang baru berdiri makanya kami penasaran ingin mencobanya. Selain ingin tahu mengenai menu makanannya juga ingin menjelajah area makannya.

Mulai dari masuk ke gerbangnya, hanya sekitar beberapa meter sebelah kiri, langsung ada mushola yang cukup besar lengkap ada mukena atau sarung, tempat wudhu dan 2 kamar mandi. Sebelah mushola ada ruangan penjagaan. Dilanjut sebelahnya lagi, ada pameran kelinci dari yang banyak bulu sampai bulunya pendek ada. Pada sisi kanan langsung area tempat makan, ada yang model meja makan adapula yang lesehan. Nah di dekat area makan ditambah dengan tempat bermain anak dan kolam ikan beserta air mancurnya.

Kami senang berada di sekeliling kolam karena banyak ikan koi yang bagus-bagus warna dan coraknya. Di dalam kolamnya itu ada cahaya warna-warni yang indah saat memandangnya. Beberapa kali tertarik dan berusaha memotret sang ikan. Soalnya malu mau foto selfie.

Tidak sadar mata tertuju pada sebuah benda putih yang berada dipinggir kolam, ternyata itu adalah sebuah handphone! Otomatis kami mendongak dan melihat kondisi sekitar kolam dan tinggal kami yang masih berada di situ. Antara ingin mengambil atau membiarkannya tergeletak disana. Pada mulanya tentu ada keraguan dalam hati. Ambil  tidak  Ambil  tidak.

Bukan untuk memilikinya tapi apa yang harus dilakukan terhadap handphone tersebut. Beberapa saat bingung tindakan apa yang harus kami ambil. Kalau dibiarkan saja, suatu saat akan ada orang lain yang menemukannya dan entah nasib apa yang akan terjadi pada handphone itu. Tapi kemudian kami memutuskan untuk mengambil handphone tersebut dan menyerahkan kepada security setempat. Berharap si empunya nanti akan kembali dan mengambilnya. Mudah-mudahan sekuritynya juga mempunyai kejujuran yang dapat dipercaya.

Nah bila suatu saat ada yang menemukan barang di tempat umum beberapa hal penting yang harus tahu dan dilakukan:

Pertama adalah pastikan kejadian tersebut bukan candid camera. Kayaknya kebanyakkan nonton program televisi yang suka ngerjain orang itu. Bikin trauma.

Kedua adalah yakinkan diri untuk selalu berbuat baik. Kalau bukan milik diri sendiri ya tidak harus dimiliki.

Ketiga adalah bila menemukan barang atau benda. Dilihat dari kacamata islam ada beberapa manhaj yang menyinggung penemuan barang ini yang disebut dengan luqathah. Intinya bila menemukan barang temuan jika mengetahui pemiliknya diharapkan agar dikembalikan dan jika tidak mengetahuinya, diharapkan menunggu sampai batas yang telah ditentukan. Maksudnya apa batas yang telah dilakukan? Batas sampai saat bertemu dengan pemiliknya. Untuk itu kita harus mengumumkan mengenai penemuan barang tersebut.

Apalagi di era informasi seperti ini, bisa menggunakan media sosial, lewat koran atau radio. Berapa lamanya? Maka Rasulullah memberi arahan,”umumkanlah selama masa waktu satu tahun.”  Bila tidak ada yang mengakuinya, si penemu dapat memiliki barang tersebut, baik ia kaya maupun miskin, dengan catatan penemu telah berupaya untuk mengumumkannya diberbagai tempat. Tau tidak ternyata barang temuan itu juga harus dizakati, jika sudah mencapai ukurannya (nishab) lho.


Kita berharap bila barang kita yang hilang dapat kembali kepada kita lagi. Mungkin hal itu juga yang dirasakan orang yang merasa kehilangan barangnya. Pada kasus diatas ternyata kami memindahkan tanggung jawab kepada security mengenai handphone yang telah ditemukan. Hanya berharap si empu handphone menelpon, sehingga dia mengetahui siapa yang memegang terakhir barangnya. Semoga itu masih rezekimu yaa

Sabtu, 16 April 2016

Ingin Berdamai

Posted by cuap-cuap ratih on 21.28 with No comments
Kutahan lagi air mata ini.
Sampai terkepal jemari.
Kuterima semua perlakuanmu.
Luapkan saja marahmu nyatanya aku tak perduli bila itu sebenarnya untukku.

Katakanlah yang ingin kau katakan.
Tak perlu ditahan.
Tenang saja! aku tidak akan pergi dari sisimu.
Meski aku beku dan membiru.

Tapi apakah aku memang pantas mendapatkan wajah serammu?
Tak ada suara pun mampu mendengungkan telinga hingga pening kepala.
Tak menyesalkah sikapmu selalu menyayat sembilu hatiku?
Tak ada bisikan walau hanya sekedar sapa.

Kuat bertahan bila ingat Tuhanku.
Berpegang erat pada kalbu.
Aku terluka.
Tapi aku tau kau lebih terluka.

Maukah berdamai denganku?

Jumat, 15 April 2016

Refreshing bubur kacang ijo

Posted by cuap-cuap ratih on 10.47 with 2 comments
Tidak tahu kenapa waktu beli sayur kemarin, begitu melihat si kacang ijo tercetus mau buat bubur kacang ijo sepertinya naluri saja, tapi tidak langsung diolah pada hari itu. Untuk mendapatkan bubur kacang ijo yang efektif dan efisien dari segi gizi dan manfaatnya akan dilakukan beberapa tahap. Mudah saja sih tahapannya, tidak sulit.

Sebelum diolah kacang ijo dicuci dulu, lalu direndam. Kacang ijo kalau langsung direbus tanpa direndam dulu akan sangat lama dan banyak menghabiskan gas. Makanya direndam saja dulu sampai menjadi setengah lunak.

Menjelang sore hari kemarin baru direndam sehingga pagi ini si kacang ijo sudah cukup lunak. Tinggal panaskan air dalam panci biarkan sampai mendidih dulu. Setelah mendidih, masukkan seruas jahe. Kalau tidak suka tidak usah dipakai. Setelah satu dua menit lanjutkan dengan memasukkan si kacang ijo yang sudah lunak tadi. Ditambahkan sedikit garam. Gula merah bisa dicairkan lebih dulu lalu disaring atau kalau gula merahnya bagus tidak banyak ampasnya bisa langsung di masukkan kedalam rebusan kacang ijo sesuai selera. Bisa ditambah dengan santan ataupun tidak. Bubur kacang ijo tetap enak rasanya.

Hehe ini bukan tulisan mengenai resep sebetulnya hanya ingin memakai analoginya. Kacang ijo yang keras bisa menjadi bubur kacang ijo yang lezat dan mudah dikunyah melalui proses yang panjang dan tidak instan.

 Pasalnya akhir-akhir ini diawali dengan 5 L, lemah letih lesu loyo dan lelah membuat otak serasa heng. Harapan yang tinggi namun kemampuan tidak mengiringi. Membuat pikiran “what am I doing now?” Disinilah harus mulai mengurai masalahnya. Harus di cek lagi nih tujuan dari apa yang telah dilakukan. Istilahnya refreshing. Hal yang sama kalau hape atau komputermu mengalami heng, pasti di restart ulang, di refresh!

Banyak cara untuk refreshing tapi kalau karena otak yang heng sehingga meragukan apa yang sudah dijalani. Ini perlu menilik ulang tujuanmu. Rencana yang sudah disusun dan berusaha dijalankan tidak ada yang sesuai harapan. Tentu saja membuat frustasi. Sammaaaa!

Faktor external lebih sulit di kendalikan maka harus bisa mengendalikan faktor internal yaitu faktor diri sendiri.  Tujuan tidak ada yang berubah masih sama, usahapun sudah dilakukan lalu apa yang kurang? Mengutip tulisannya Ippho santosa mengenai manusia level tiga. Kenapa ujug-ujug menulis tentang manusia, kan tadi sedang bicara otak yang lagi heng atau mengenai tujuan.
Kita lihat dulu apa itu manusia level tiga menurut mas Ippho (panggil-panggil mas kayak kenal aja hehe). Yaitu: kalau lagi punya harapan, impian, atau hajat, maka dia akan berusaha, berdoa, dan beramal. Ringkasnya, ia “membeli” impian dan “mangantar” hajatnya dengan amal kebaikan. Sekali lagi, ya berharap, ya beramal.

Nah kira-kira ada yang kurang tidak dengan apa yang sudah kita lakukan? Pertama kita punya impian. Kedua kita sudah berusaha untuk mencapainya. Ternyata masih belum berhasil juga.

Mungkin inmpiannya terlalu tinggi. Menurutmu untuk siapa? Untuk diri sendiri? Untuk orang lain? Coba lihat adakah yang memiliki impian yang sama dengan kita? Berarti belum tinggi sekali itu. Artinya masih bisa dicapai. Kalau merasa belum ada yang mencapainya, coba cari lagi mungkin tidak sama persis impiannya, dari bermilyar penduduk bumi bisa jadi ada satu atau dua yang mirip bukan? Mudah-mudahan ini bukanlah hanya menjadi alasanmu untuk membela diri karena sampai saat ini cita-citamu belum kesampaian. Atau mungkin usahanya belum maksimal ya? Mungkin juga makanya bekerja keraslah! Terus saja berusaha.

Ya benar, ternyata kita kurang berdoa dan beramal. Kenapa berdoa karena kita ini makhluk Allah. Saat kita merasa tidak berdaya yang kita lakukan adalah berdoa. Menggantungkan hidup kita kepada Pemilik Kehidupan. Berharap kepada Allah semata itu adalah ikhlas.

Refreshing inilah yang dimaksudkan. Tidak perlu keluar negeri mengeluarkan banyak biaya. Tapi kalau ada budgetnya ya boleh saja tidak ada yang melarang. Dengan sungguh-sungguh beribadah kepada Allah, Allah berjanji akan memenuhi dada kita dengan kecukupan dan menanggung kefakiran kita. Bukan saja kefakiran hati bisa jadi juga kefakiran harta.

Selain berdoa ada satu hal lagi yang perlu kita lakukan, namanya beramal. Nabi pun pernah bersabda.” Belilah kesulitanmu dengan sedekah.” Kalau beragam upaya sudah dilakukan. Tetapi belum juga berhasil mungkin kita kurang sedekah. Berapa banyaknya tergantung dengan kesulitan apa yang kita hadapi. Maka untuk sedekah ya lakukan saja, semampu yang kita bisa. Bersedekah dapat dilakukan tanpa kita harus memiliki kekayaan berlimpah lebih dulu. Huhuhu kapan mau sedekah kalau begitu. Sedikit banyak tidak masalah, yang jadi masalah bila tidak bersedekah. Hakikat dari seluruh amal adalah untuk mendapatkan Ridho Allah. Dan mudah-mudahan apa yang kita kerjakan akan mendapatkan keberkahan.

Begitulah.


Kamis, 14 April 2016

Tertipu

Posted by cuap-cuap ratih on 04.15 with No comments
Mungkin banyak orang yang akan bilang aku bodoh. Tidak apa karena mungkin aku memang seperti itu. Berulang kali kau hanya memberiku harapan palsu, Nam. Tidak terhitung banyaknya dan aku selalu percaya padamu. Aku membiarkan diriku selalu kau tipu. Mungkin kau disana akan tertawa terbahak-bahak ya? Mentertawakan kebodohanku. Entahlah mengapa aku selalu begitu. Apakah aku kau guna-guna sehingga tidak ada pikiran buruk sedikitpun kepadamu.

Sudah lama tak bersua dan kau menghubungiku lagi. Ada hal yang ingin kau lakukan dan ingin aku turut terlibat didalamnya. Juga sekali lagi aku tidak bisa menolakmu. Kau bawa lagi harapan yang memang aku impikan. Cukup beranikah aku untuk tidak mempercayaimu lagi?

Hatiku tidak bisa berburuk sangka padamu, nam. Mana yang harus ku percaya, akankah itu otakku yang mengatakan aku bodoh selalu saja bisa tertipu, karena apapun yang diucapkanmu belum ada yang terjadi dan menjadi kenyataan secuilpun atau hatiku yang cukup bodoh membiarkan hal itu terjadi? Aku sangat tidak mengerti.

Apa yang telah kau lakukan padaku, Nam? Kau tak menipuku? Yang benar saja! Lalu apa namanya setiap kali berjanji akan bertemu tapi kau tidak pernah datang. Kau memang menghubungiku sebelumnya bilang kalau kau tidak bisa datang karena terjadi sesuatu yang memang membutuhkanmu dan tidak bisa ditinggal, tapi itu hanya selang beberapa menit sebelum kita bertemu. Dan aku sudah menggagalkan semua rencanaku hari itu. Menyebalkan!

Tidak! Aku tidak cinta padamu, untuk sayang pun belum. Dalam malam aku berdoa, Tuhan aku hanya berharap Kau menghukumnya dengan menjaga aku untuk tidak lagi tertipu olehnya. Setiap kali aku memohon petunjukMu, aku tidak berkuasa atas apa rencanaMu.

Adalah keberuntunganmu bertemu dengan aku. Semoga Allah melimpahkan karuniaNya untukku hanya itu yang selalu menguatkan aku. Toh harta dan seluruh isi dunia ini hanya milikNya bukan milikku. Aku hanya dititipi, pasti nantinya Tuhan akan mengambilnya. Kalaupun lantas aku tertipu olehmu, ambil saja! Kau meringankan bebanku, aku tidak harus mempertanggungjawabkannya. Karena hal itu akan berpindah ke pundakmu. Kalau dipikir-pikir harusnya aku senang dengan tertipu olehmu ya. Aha! ternyata seperti itu. Hihi tambah ringan hatiku.

Ternyata aku tidak bodoh-bodoh amat ya, ah senangnya. Hidup hanya sekali tidak usah terlalu baper, biar awet muda.



D4:09 AM

Rabu, 13 April 2016

Godaan Setan

Posted by cuap-cuap ratih on 01.32 with No comments
Aduhhh maluuu deh rasanya! Ketika banyak orang yang menghindari hutang, saya malah dengan enteng berkata “Hutang dulu deh, besok bayarnya double” ini tentang hutang tulisan. Padahal masih bisa dipaksakan untuk menulis bila ada keinginan. Hanya saja sisi hitam saya berkata “Mau menulis apa? Ga ada persiapan materinya”. Akhirnya lebih memilih tidur. 

Ini gara-gara hasutan sya-iton yang terkutuk. Sebenarnya saya kesal pada diri sendiri yang mau saja mendengarkannya. Peringatan untuk berhati-hati dengan si sya-iton ini sungguh banyak. Salah satunya nih:

“Wahai anak cucu Adam! Jangan sampai kamu tertipu oleh setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya. Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman” -Qs.7:27- 

Tuh nyebelin ga sih, kalau saja Adam dan Hawa tidak mendengarkan si Setan ini, kitapun masih ada di syurga. Persamaannya kalau saja saya tidak mendengarkan setan dan memilih untuk tidur, saya tidak akan berhutang tulisan huhuhuuuu.

Ingat-ingat kembali mengapa saya mau saja mendengarkan kata-kata sya-iton ini, apakah yang terjadi pada diri saya? Oh tidaaaakk! Hush ga usah lebey gitu deh.

           Gembar-gembor agar orang menulis setiap hari, maksud hati juga untuk memotivasi diri sendiri namun yang terjadi adalah saya merasa sudah berbuat baik dengan mengajak orang untuk tetap semangat menulis sehingga menciptakan alasan kalau saya boleh saja berhutang tulisan.

Nah saya ingat! Saya baru saja selesai masa menstruasi, itu berarti saya sudah tidak sholat untuk beberapa hari. Pantas saja! Bisa jadi pengaruh perubahan hormon dan kondisi badan yang membuat kondisi psikologi saya menjadi sedikit terguncang. Waduh sepertinya malam ini saya agak lebay ya? Masih terpengaruh bulannya mungkin. Jadi saya mau mencari cara mengatasi mood yang naik turun ini.  

Berdoa
Tentunya saya harus berdoa agar diberikan kekuatan dan perlindungan Allah SWT dari sya-iton yang terkutuk itu. Banyak-banyak membaca ta’awudz
“A`ūdzu billāhi minas-syaitānir-rajīmi” artinya Aku memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.

Berdzikir
Kalau sedang haid dilarang sholat dan puasa, tapi untuk berdzikir itu selalu dianjurkan. Berdzikir dengan membaca tasbih (subhanallah), tahlil (laa illah illallah) dan dzikir lainnya.

Lakukan apa saja yang membuatmu senang tapi yang positif tentunya. 
Apapun yang akan kita lakukan kalau dalam keadaan senang tentu akan menjadi lebih baik. Tidak ada alasan mau menulis menunggu mood, bisa ga kelar-kelar tulisannya, itu contohnya!. Coba dari mulai minum air agar tambah konsentrasi. Well ini bukan iklan sih, tapi kalau berguna nggak apa juga, ya? 

Kalau kamu lelah bisa tidur dulu, atau mau pergi ke salon buat pemanjaan diri alias perawatan eits kalau perempuan seneng deh bisa me time begini, mengerjakan hobi memasak makanan kesukaan, berjalan-jalan ditaman bersama yang terkasih dan banyak lagi, sebutkan saja kesenanganmu. Asal jangan mancing kerusuhan ya. Nononono! Itu bukan kesenangan yang baik.

Lebih baik terlambat daripada bertambah parah malasnya, hedeuh bisa bertumpuk hutangnya.
Kalau kamu punya mood booster yang lebih hits share ya dengan menuliskannya di kolom komentar. Terimakasih