Senin, 18 September 2017

Penilaian Orang Lain

Posted by ratih honey on 08.38 with 8 comments
Keliatannya lucu yaa.. kita memanggil anak kita dengan menyebut endut, cipit, mungil, unyil, tapi tidak disadari itu akan menjadi penilaian yang meyakitkan.

Jadi inget kalau dulu saya sering dipanggil anak bawang sampai sekarang kalau ketemu temen-temen masa kecil masih juga disebut itu.

Dulu memang bentuk fisik saya kecil mungil imut gitu dan saat itu saya juga tidak dapat mengelak dari panggilan teman-teman, tapi masa sampai seusia buibu begini masih dipanggil anak bawang, udah jelas saya protes.

Bukan hanya karena ternyata saya tumbuh lebih besar dari mereka tapi saya juga bisa tumbuh lebih tinggi sedikit. Proses perkembangan setiap orang berbeda dan inilah yang saya katakan kepada my baby girl.

Dia merasa tidak tumbuh normal seperti teman-temannya yang lain. Memang fisiknya gambaran seperti waktu saya kecil. Nurun plek-plek kata orang.

Badannya boleh terbilang kurus tapi bertenaga, senangnya belajar kayang dan hand stand, karena ikut bela diri taekwondo juga membuat wilayah perutnya sixpack padahal perempuan loh,  beda dikit juga sama uminya yang onepack hehe. dan tidak setinggi seperti teman lainnya. Sering masih dikira anak usia kelas 2 atau 3 padahal sudah kelas 5 SD.

Nah itulah yg membuatnya bahkan melakukan gerakan yang dapat membuat badan lebih tinggi, itu sih katanya, karena materi ini dia rangkum dari pencahariannya di mbah google.

Lompat tali, badminton, berenang banyak lagi deh dan selama masih olahraga yang normal, saya tidak melarangnya malah bagus untuk kesehatan.

"Kok adek ga tinggi-tinggi sih mi?"
"Emang kenapa?" Tanya saya heran.
"Kemaren kayaknya yasmin sama tingginya sama adek, sekarang dia dah lebih tinggi sedikit"
"Mmm.. ya tiap orang perkembangannya kan ga sama dek"
"Menurut mi, adek harusnya bisa lebih banyak untuk bersyukur, kenapa? Karena pertama, badan adek ga ada yang cacat, yakan?"

"Kedua, pertumbuhan adek sekarang mungkin masih berfokus pada perkembangan otak adek buktinya adek dapet rangking terus dari tk alhamdulillah, yakan?"

"Ketiga perkembangan badan adek tuh masih terus berlanjut sampai usia 17 tahun, nah adek aja baru 10 tahun. Ga perlu khawatir adek masih akan terus tumbuh kok, inshaallah. Untuk tumbuh dengan optimal, perhatikan makanan, minuman dan terutama adek bisa merasakan happy dengan hidup adek, karena orang yang bisa happy tidak saja akan membuat hidupnya lebih indah tapi bisa juga membuat hidup orang lain disekitar adek juga indah. Mi contohnya, bangga dan bersyukur sudah diberikan abang dan adek jadi anak umi"

"Kanapa harus membandingkan dengan orang lain? mi aja ga membandingkan anak mi sama anak ibu yang lain ya kan?"
"Mi menerima adek apa adanya, yang terpenting bagaimana usaha adek menjadi lebih baik dari adek yang sebelumnya"

Penjelasan panjang berakhir dengan umi mendapatkan kecupan mesra dipipi dari adek. Yeeyy.. Mudah-mudahan adek faham apa yang ingin mi sampaikan.

"Do not worry about other people's judgment of you. Live your life the way you want. Be thankful."


8 komentar:

  1. Tetap harus bersyukur apapun kondisi kita. Betul? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul bangeettt.. kalau kita menerima mereka apa adanya, mereka akan juga akan mencintai mereka apa adanya.

      Hapus
    2. Betul bangeettt.. kalau kita menerima mereka apa adanya, mereka akan juga akan mencintai mereka apa adanya.

      Hapus
  2. aku panggil keponakan aku bocil dan dia selalu ngambek hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iya, dulu juga gitu tapi sekarang dah enggak. Takut jadi doa entar ga gede-gede lagi ^^,

      Hapus
    2. Panggil pakai nama yang baik om

      Hapus
  3. Ahahahah jadi inget dlu pernah dipanggil peot wkwk

    BalasHapus