Kamis, 23 Juni 2016

Don't be Sad

Posted by ratih honey on 11.25 with 4 comments
“Setiap orang yang lahir di dunia ini, terlahir dengan berkah yang akan bermanfaat bagi dunia. Janganlah bersedih. Pasti ada alasan mengapa kamu dilahirkan. Kamu hanya harus menemukan alasan itu”
Dari ratusan juta sperma yang datang pada sebuah ovum, yang paling kuat, paling cepat dan paling hebat, hanya satu itulah yang dapat hidup dan berkembang. Jadilah dirimu. Maka memang dirimu adalah pilihan.
Merasa tak berdaya, kurang pintar, kurang cantik, kurang tinggi, kurang putih, tidak keren, tidak wow, itukah yang kamu rasakan sekarang?
Coba lihat adakah kamu memiliki mata yang dapat melihat berbagai warna di dunia, kalaupun hanya warna hitam dan putih dapatkah kamu melihat alam yang penuh dengan pesona? Langit yang luas, mengalirnya air di sungai, hamparan padang rumput, bunga bermekaran, berbagai jenis hewan, matahari bersinar dan kamu merasa hidup. bukankah itu yang lebih penting?
Sadarilah dunia hanya tempat singgah. Bagaimana, kapan dan di mana kamu dilahirkan, siapa orang tua mu adalah takdirmu. Tak bisa kau merubahnya. Syukuri dan syukuri selalu keadaanya. Itu akan membuatmu menyadari siapa dirimu. Kakimu akan tetap berpijak di bumi. Karena mungkin yang hebat itu orang tuamu bukan kamu atau hanya mereka yang pecundang tapi bukan dirimu. Jangan hancurkan dirimu karena mereka.
Bangkit dan nikmati tiap hela nafas dalam tubuh, meski mungkin usiamu tinggal hari ini. Berfokuslah kamu hanyalah hamba yang harus menyembah Tuhan yang telah menciptakanmu. Setiap detik ucapkanlah rasa syukur atas keberadaanmu di dunia. Itulah tanggung jawabmu. Masa lalu biarlah menjadi masa lalu hapuslah dengan tobatmu maka Dia akan mengampunimu, kamu tahukan Dia itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Maka yang terpenting adalah hari ini berbuat yang terbaik.

                                                             ***
Kau sebutkan semua kejahatan yang kau tau, aku sudah pernah melakukannya. Itulah mengapa aku disini sekarang, hidup dibalik jeruji. Manusia lain telah menghakimi perbuatanku yang merugikan mereka, aku terima dan mungkin juga berterima kasih. Pada akhirnya menghantarkan aku mencapai hidayahNya. Tuhan tidak menghakimiku dengan jalan yang telah kutempuh ini, bahkan Dia telah menuntunku menuju kasihNya yang Maha Lembut. Bahkan ruang sempit dan dingin ini selalu terasa hangat bila aku mengingatNya.

Wajah dan tubuhku begitu baik, kau tak akan sangka aku yang melakukan semua perbuatan buruk itu. Tapi apa artinya itu hanya darah dan daging, semua akan musnah dimakan bakteri yang mahluknya saja tidak bisa kau lihat dengan kasat matamu.

Tak perlu kau ikuti langkahku untuk mendapatkan hidayahNya, cukup pikirkan mengapa jantungmu bisa berdetak, merasakan darah yang mengalir dalam tubuhmu, merasakan seperti akan mati bila beberapa saat kau menahan nafasmu. Tak cukupkah aku sebagai pelajaran untukmu, tak perlu kau sendiri yang mengalaminya. Cukup aku saja. Kembalilah pada fitrahmu. Aku tunggu.


#Ramadhan penyuci jiwa #back to Allah

4 komentar:

  1. harus lebih bersyukur lagi...

    BalasHapus
  2. Iyah. Bersyukur... semoga kita selalu diberi kemudahan untuk melihat segala rahmat Allah pada kita yah..

    BalasHapus
  3. Inspiratip sekali mbk Ratih.
    Jd merasa bnyk khilaf, gk prnh brrsyukur aku

    BalasHapus