Sabtu, 09 April 2016

Belajar Jualan

Posted by cuap-cuap ratih on 13.13 with No comments
Ujug-ujug saya terdampar di sini, padahal awalnya saya masuk ke komunitas menulis. Di sini maksudnya adalah komunitas belajar yang bertujuan agar kita bisa berjualan atau menjual sesuatu baik itu barang atau jasa. Nyasar yang beruntung atau beruntung karena nyasar, yang mana aja deh karena ini (berjualan/berdagang/berniaga) merupakan ketrampilan yang harus dimiliki. Kenapa?

                Sadar atau tidak setiap kita sudah menjadi bagian siklus perdagangan atau aktifitas jual beli. Kalau tidak jadi penjual ya jadi pembelinya, karena banyak kebutuhan yang tidak dapat kita hasilkan sendiri. Kita menukarkan uang yang kita punya dengan bermacam-macam benda atau jasa. 

Sekarang melihat di manakah kita akan berdiri. Bisakah seratus persen menjadi penjual atau seratus persen menjadi pembeli, ternyata tidak juga ya.. walaupun kita kerja di kantor, kita tetap turut menjual yaitu tenaga kita, keahlian kita yang perusahaan tukar dengan uang yang kita sebut gaji. Dimana waktu dan jumlahnya mungkin sama setiap bulannya. 

Ingatkah saat kita mengirimkan lamaran yang berisi rayuan yang ditujukan untuk perusahaan yang sedang kita lamar? Isinya tentu kebaikan, keunggulan, alasan mengapa perusahaan itu harus menggunakan tenaga ahli kita betul tidak? Nah itu menjual juga namanya.

                Balik lagi mengenai penjualan atau berdagang atau berniaga. Hal ini sudah dilakukan sejak manusia menjadi makhluk sosial (mengerti uang maksudnya). Jiwa berdagang sebetulnya sudah ada dalam diri setiap orang hanya kadang tidak diasah dan tertimbun begitu saja dengan banyak hal. Apalagi pola asuh feodal yang menitikberatkan menjadi pegawai dibandingkan dengan menjadi pedagang. Tidak ada yang salah juga, setiap manusia akan ada porsinya masing-masing. 

                Selain kamu yang katanya punya cita-cita sebagai penulis, harus selalu mengasah tulisanmu. Ternyata mempunyai ketrampilan menjualpun sangatlah mendukung.  Personal branding pernah dengar? Makanan apa itu?

Buat penulis ini penting. Kata abang saya Bang Syaiha namanya. Jadi penulis itu tidak mudah “Bagaimanapun, penerbit adalah perusahaan dan profit oriented.” Selain naskah yang bagus. Diharapkan penulisnya juga dapat mempromosikan bukunya itu, sehingga mencapai best seller. 

Pencitraan diri, mengenalkan diri dalam lingkungan yang terkait. Saat sebuah nama disebutkan orang lalu akan dapat dengan segera mempresepsikan orang yang memiliki nama itu. Tentunya citra yang positif. Membangun personal branding yang bagus dan positif itu tentunya harus eksis. Menampilkan diri dalam setiap kesempatan. Kalau di media sosial bisa pakai fb, tweeter, blog, fanpage dan lain sebagainya. Apakah kamu sudah eksis? Tulisannya bukan foto narsis ya. Menulis setiap hari itu eksis juga lho!

Bahkan ada seorang teman yang menyarankan untuk buat semacam portofolio perjalanan kepenulisan. Padahal aku berargumen belum punya apa-apa yang bisa di masukkan dalam portofolio itu, tetapi teman itu menyatakan, justru dari awal harus dibuat agar kita sendiri jadi terpacu untuk memantaskan diri memberikan citra positif dalam portofolio (Digital) kita dengan bekerja lebih pintar dan lebih konsisten.

Promosi itu bagian dari penjualan juga. Jaman sekarang katanya lebih mudah untuk menjual. Perkembangan teknologi mendukung untuk itu, penjualan dengan sistem online. Mau tidak mau suka tidak suka kita harus mengikuti arusnya, namun harus tetap memegang prinsip perdagangan yang jujur dan terbuka.

Nah ada beberapa Ntips nih yang diberikan dalam grup saya, stttt bacanya pelan-pelan ya.. santai aja tidak usah buru-buru. Lalu praktekkan

Ntips #1
Sampaikan salam dan doa dengan tulus dari hati saat berniaga dengan calon konsumen. Tuliskan kata-kata yang baik, selipkan doa indah untuk konsumen dan niatkan ibadah dalam segala aktiftas. Segala perbuatan akan kembali kepada yang berbuat. Maka Perbuatan baik kita juga akan kembali kepada kita.

Ntips #2
Kuncinya adalah DISIPLIN
1.       Membangun Jaringan (networking)
2.       Sharing yang positif
3.       Melakukan personal selling
4.       Perbaiki diri dan tingkatkan ibadah

      Berdagang itu seni, bukan ilmu pasti. Tergantung situasi dan kondisi juga konsumennya. Kita sendiri yang harus menemukan formulanya. Praktek, pengalaman membuat kita akan semakin baik. Practice makes perfect!

Kamis, 07 April 2016

5 L

Posted by cuap-cuap ratih on 23.05 with No comments
Adakalanya kita tidak dalam keadaan yang selalu prima tapi juga tidak dalam keadaan sakit. Saat ini aku sedang mengalami 5L. 3L yang pertama: Lemah letih lesu.  Apakah kamu juga merasakan? Itu menandakan kita sedang kecapean.

Ciri-ciri yang signifikan: tidak bersemangat, sensitive, bawaannya mengantuk sepanjang hari. Coba di renungi mengapa demikian.

Bagaimana kualitas tidurmu belakangan ini? Apakah kamu lagi sedih? Depresi? Kurang darah? Atau mulai di dera demam dan sakit tenggorokan? Bisa jadi pertanda kamu akan sakit. Maka dari itu kamu harus aware dengan kondisi badanmu eh aku juga deng.

Sepertinya begitu, akhir-akhir ini kualitas tidurku menurun. Tidur malam semakin singkat waktunya, dan saat siang hari tidak sempat lagi beristirahat. dan mungkin juga kurang nyenyak. Lha jadi curcol :v

2L yang kedua: Lamban dan lelah. Lamban disini gerakan badannya jadi tidak cepat karena efek 3L tadi. Jadi kalau ada yang gerakannya itu slow motion alias lamban itu bisa dikategorikan orang yang terkena lemah letih lesu bukan lemot lola lebay. Ga boleh nuduh, fitnah lebih kejam dari pembunuhan lho!

Lelah bukan lebah! Berbeda sedikit, tapi artinya berjauhan. Lelah dapat di sebabkan oleh stress fisik dan psikologis yang bertumpuk sedangkan lebah jadi ikut stress bila sarangnya terganggu.

Hal tersebut dapat pula dengan menghilangkan kebiasaan yang buruk seperti tidur terlalu banyak atau malam (oo kena deh), makan minum yang disebut junkfood atau fastfood kalau seafood bolehlah ya yang terpenting tidak berlebihan. Untuk sementara tenangkan diri. Atur ritme kegiatanmu agar bisa lebih teratur minimal lakukan hal-hal yang benar berarti dan menunjang keberhasilan. Boleh sementara tinggalkan dunia maya, agar diri bisa lebih fokus. Apalagi sedang menemani dan didekat anak-anak.

5 L merupakan modus tubuh biar kita mulai merencanakan liburan atau piknik. Kemana kita? coba bertanya pada peta. aku peta.. aku peta..

Obrolan di Tukang Sayur

Posted by cuap-cuap ratih on 01.26 with No comments
Abang-abang favorit selain abang sayang ada juga abang sayur. Sudah menjadi rutinitas setelah mengantar anak-anak pergi sekolah mampirlah ke abang sayur dengan gerobaknya yang ngetem, sengaja menunggu ibu yang mau belanja.

Selagi melihat-lihat bahan sayuran dan belum memutuskan akan memasak apa hari ini, datanglah seorang ibu dengan senyum sumringahnya dan tentu saja tujuannya ingin berbelanja sayuran dan teman-temannya. Kebetulan aku mengenal sosoknya, ialah tante Ana. Usianya hampir sama dengan ibuku tapi aku tidak merasa sungkan untuk berbicara dengannya. Pembawaannya memang rame, saat aku bicara satu kalimat tante ana sudah berbicara beberapa kalimat. Seperti pagi ini. Dengan lancar ia menceritakan mengenai cucunya yang sudah berusia dua tahun tetapi belum dapat berbicara.

Mungkin karena mengetahui aku pernah menjadi terapis untuk anak-anak yang mengalami autisme, Tante Ana tanpa ragu mengungkapkannya padahal ada ibu-ibu lain yang sedang memilih bahan untuk memasak.  Sehingga apapun yang Tante Ana bicarakan tentu terdengar oleh ibu-ibu itu dan juga abang sayurnya. Lucunya ada beberapa ibu yang juga menimpalil dan memberikan opininya. Tante Ana menyesalkan anaknya yang kurang aware atas kondisi cucunya itu. Tante Ana mungkin tidak pernah melahirkan seorang anakpun tapi sudah bertahun-tahun merawat anak dan cucu dari suaminya yang sekarang begitu cerita tante Ana padaku.

Aku bisa merasakan kalau tante Ana ini memiliki pengetahuan yang cukup luas dengan alasan-alasan yang diungkapkannya. Tante Ana menasehatiku agar lebih baik lagi dalam mengawasi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak karena zaman sekarang lebih ngeri dibandingkan masa-masa lalu. Teknologi internet dan smartphone begitu lekatnya diantara anak-anak yang kedua orang tuanya bekerja dan si anak hanya di awasi oleh seorang pengasuh. Anak yang berusia 4 dan 6 tahun lebih mahir memainkan ipadnya dibanding neneknya, begitu keluhannya.

Meskipun hanya obrolan pagi ditukang sayur apa yang Tante Ana sampaikan banyak benarnya. Aku mengangguk-angguk setiap pernyataannya yang menurutku benar. Ternyata disini juga bisa menjadi ajang belajar dan silaturahim antar tetangga, walaupun tidak terhindarkan ada juga yang membicarakan tetangga lainnya, seperti dalam sinetron-sinetron itu.

Kedewasaan di perlukan untuk memilah informasi mana yang perlu dan tidak perlu, sehingga saat bicara gossip kita tahu bagaimana harus bersikap. Kasih sekilas senyuman dan pura-pura memilih sayuran dan teman-temannya. Cepat memilih bahan, di bayar lalu langsung pergi dari situ.

#menulis setiap hari #Ilmu bisa di dapat dari siapa saja, mana saja, kapanpun juga


Selasa, 05 April 2016

Selamat menulis hari ke 85 buat saya

Posted by cuap-cuap ratih on 23.55 with 4 comments
Ini adalah bulan keempat, saya benar-benar menulis. Maksudnya aktif menulis lalu membaginya di blog atau di media sosial lain. Mengembangkan dari sebuah ide, tidak hanya curhatan semata. Masih sering curhatnya sih tapi manusiawi kalau setiap kita mempunyai masalah dan sebagai penyalurannya adalah dengan menulis. Bahkan saya berimpi menghasilkan sebuah buku, ini juga masalah buat saya yang harus diselesaikan. Berbagi untuk hal yang positif, boleh sajakan?

Mengapa saya merayakannya hari ini? Karena pertama hari ini adalah tanggal 5 di bulan april hehehe. kedua saya suka angka 5 (tanggal 5 hari ke 85). Ketiga dengan merayakannya saya mensyukuri setiap hari setiap waktu yang mengalir, saya gunakan untuk hal yang baik minimal tidak menambah daftar keburukan. Harapannya saya bisa lebih bermanfaat. Keempat dengan menulis saya mulai meninggalkan jejak untuk anak cucu saya. Kelima dengan merayakannya akan memberikan memori untuk hidup saya (menjadikannya hari penting seperti hari kelahiran, hari pernikahan, hari kelulusan karena saya dulu tidak terlalu memperhatikan detail seperti itu) dan ternyata dengan mengingat hari penting ini membuat kesadaran saya kembali mengenai apa saja yang sudah berlalu dalam hidup saya. Membuat saya lebih rasa bersyukur dengan apa yang sudah Allah berikan. Jadi tambah semangat! Udah lima itu aja.

Apa yang kita tulisan akan berbanding sejajar dengan apa yang masuk ke dalam alam pikiran. Apa yang kita baca, dilihat, didengar lalu semua dirangkum oleh akal dan hati kita sehingga berbuah pemikiran. Jadi bisa kelihatankan bagaimana pemikiran seseorang itu. Namun tidak lantas untuk segera menilainya, karena selalu ada cerita yang melatar belakangi mengapa hal itu terjadi.

“Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut diseberang lautan terlihat”

Artinya adalah kesalahan diri sendiri tidak terlihat tapi kesalahan orang lain terlihat jelas. Harus banyak berinstropeksi diri dan tidak hanya menilai orang lain.

Untuk menuliskan enam kalimat yang saling berhubungan dan memiliki maksud, minimal satu paragraf, Pada awalnya saya rasakan amat berat apalagi menulis setiap hari. Waktu pelajaran mengarang saya kebanyakan ngobrol nih. Tapi karena saya ingin bisa menulis saya jalani dengan berusaha sebaik-baiknya. Sudah pasti rasa percaya diri saya nol besar pada saat itu. Dibandingkan yang lain saya tidak masuk hitungan (sampai sekarang sepertinya masih tidak percaya diri terhadap tulisan sendiri) tapi saya percaya kalau saya tidak sendirian ya kan? Banyak yang masih tidak percaya diri padahal tulisannya keren banget. Untuk ini saya mau ke PMI deh minta ditransfusi golongan darah B+ biar bertambah tingkat kepercayaan dirinya.

Saya menghibur diri dengan menulis apa saja yang ada dalam pikiran saya, walaupun tidak masuk kriteria judul yang bakal jadi headline. Untuk saya yang baru menulis selama 85 hari itu sudah membanggakan.

Bisa menuliskan apa yang saya rasa dalam bentuk tulisan, bukan perkara yang mudah. Memilih kata, menuliskannya agar yang membaca mengerti apa yang saya maksud. Itu sangat luar biasa.

Menulis mengajari kita untuk lebih bersabar, menjelaskan sedikit demi sedikit dari pendahuluan, isi dan menuju akhirnya. Membuat kita harus jelas mau menulis apa. Ya boleh saja kalau mau menulis hal yang tidak jelas, tapi kasihan yang membaca, sudah capek-capek membaca tetapi tidak ada manfaat yang diambil. Jadi menulisah hal yang bermanfaat ya (Ratih)

SELAMAT MENULIS, semoga semakin cinta, selalu cinta dan akan cinta selamanya.***


Senin, 04 April 2016

Flashfiction bukan sih?

Posted by cuap-cuap ratih on 18.18 with No comments
Kalau seperti cerita di bawah termasuk flashfiction bukan sih?

Lagi Di Jalan

         Jam menunjukkan jam 4 sore, menunggu teman-teman belum ada yang datang. Masa menunggu sendirian begini pikiranku. Aku telpon saja salah satu dari mereka. Ijul yang rumahnya dekat juga belum kelihatan batang hidungnya.
Aku        : hallo ijul, loe belum jalan? Gw dah sampe. Masak nunggu sendirian gini.
Ijul          : Iya udah ga papa, pesen makan aja dulu. Gw pesenin es kelapa muda ya.
Aku        : emang loe dimana sih? Loe dah OTW kan? Penasaran gw. Cepetan kesini!
Ijul          : Engga bro
Aku        : lhah loe dimana sekarang?
Ijul          : Gw LDJ nih!
Aku        : haa LDJ?
Ijul          : iya sabar bro, Gw Lagi Di Jalan nih!
Aku        : Gubraakk, ngiikkk *&%$#@%^*!

                                                                          ***

Pandangan Mata

“Astagfirullah itu laki-laki kenapa melihat kesini terus ya? Bukan maksudnya Geer tapi kok sampai segitunya sih?” gumamku dalam hati. Penampilannya lumayan mempesona. Rambut hitam belahan pinggir, wajahnya juga menawan tapi memang ada sedikit bekas luka yang lurus memanjang dari dahi kiri melewati mata dan berakhir di dekat tulang pipi. Seperti preman-preman gitu, hanya saja wajahnya tidak garang. Dia duduk berhadapan dengan ku tetapi terhalang beberapa orang yang duduk juga dalam ruang tunggu rumah sakit ini.
   Eh mulutnya bergerak-gerak seperti ingin mengatakan sesuatu. Aku berusaha menangkap apa yang dikatakannya dengan memicingkan mata. Tetap tidak tertangkap jelas. “kemana? Dari mana? Mau apa? Iih dia ngomong apa sih? Ngomong sama aku?” sambil celingak celinguk siapa tau ada orang lain yang diajak bicara. Tapi wajahnya itu melihat lurus kearah sini. Ku condongkan badanku kedepan dan hampir berdiri, tetiba lelaki yang disebelahnya menarik lengan pemuda itu. Lalu iapun ikut berdiri, wajahnya masih berusaha menyampaikan pesan menatap lurus kearahku. Dan lelaki itu menuntunnya ke poli psikiater.

                                                             ***


Jumat, 01 April 2016

Pernikahan hari ke 730

Posted by cuap-cuap ratih on 18.52 with 2 comments
Tanggal 3 April menjadi catatan sejarah untuk Pasangan Blogger yang juga penulis atau penulis yang juga blogger? Ups.. salah fokus. Bukan ini yang mau di bahas eh iya juga deh.. heee labil. Melihat mereka berdua sedikit banyak membuat para jombloer agak- agak gimanaaa gitu. Aku sih senyum-senyum aja deh.

Di saat ini aku mengucapkan selamat atas Kolaborasi mereka dalam membuat buku duet yang diakui negara! Itu.. Buku Nikah! Semoga menjadi keluarga yang diberkahi dunia akhirat. Karena dua tahun lalu aku belum mengenal mereka dan baru sekarang bisa mengucapkannya.

Maka pada hari ini, aku juga bersyukur sekali bisa mengenal Bang Syaiha (www.bangsyaiha.com) dan Mba Ella (www.kataella.blogspot.com). Sesungguhnya tidak ada yang kebetulan di dunia ini, Allah sudah mengatur segalanya. Allah menyediakan apa yang menjadi kebutuhan hambanya. Bang syaiha, mba Ella aku butuh kalian, butuh teman-teman One Day One Post juga. Kalian butuh aku tidak? Ah, ya sudahlah aku tau kalian juga butuh aku. Entah untuk bagian apanya. Mudah-mudahan bukan bagian membuat kerusuhan ya!

Tentunya pernikahan hari ke 730 itu masih terasa wanginya seperti baru kemarin terjadi, masih terngiang suara pak penghulu menuntun untuk mengucapkan akad. Tentu bahagia sekali rasanya, setiap detail peristiwa mengesankan itu terekam dalam memori.

Bang syaiha dan mba ella, masih belum banyak peristiwa yang dialami dalam pernikahan ini maka bersiaplah menghadapinya. Isi hati kalian dengan degup jantung berbaik sangka. Perlahan dengan nafas pengertian. Pandangan mata penghormatan dan dekapan kasih sayang.

Manusia tidak pernah siap menjalani hidup… sendiri. Meski perih menanti dia tetap akan menanti. Berbahagialah karena kalian dalam ikatan suci ini. Terbayang benang merah yang mengikat satu dibawah naungan Allah. 


Berikan sang waktu berputar agar lebih mengenal pesonanya. Terlebih sekarang ada alif kecil yang hadir dalam hidup kalian. Sedikit dari aku yang apa-apalah ini, untuk berhati-hatilah dalam berkata-kata karena perkataan orang terdekat bisa jadi pendorong semangat atau peluka hati seperti menancapkan belati menusuk kalbu meninggalkan luka yang mungkin akan sulit disembuhkan. Eh.. Ini mengapa begitu serius, maaf, aku bukan orang yang ingin merusak suasana. Akan selalu ku doakan untuk Bang syaiha dan Mba Ella agar bisa langgeng terus rumah tangganya, di jaga  dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin ya rabbal alamin.


Selasa, 29 Maret 2016

Tidak Ada Ide

Posted by cuap-cuap ratih on 21.03 with 2 comments
Saya jadi inget, seorang teman berkata “tidak ada ide adalah sebuah ide”. Arisan minggu keempat ini, sempat membuat saya juga tidak ada ide mau menulis apa, tapi disitulah idenya. Masih bingung ya? Iya itu idenya tidak ada ide.

Grup ODOP di whatapp itu trafficnya sangat tinggi, sekali lengah bisa manjat ratusan percakapan, tapi ternyata itu yang membuat saya selalu ingin nimbrung apapun temanya, yang kadang temanya itu tidak ada tema. Adakah kesamaan dengan pernyataan diatas?

Ternyata tidak adanya sesuatu itu memberi arti atas adanya sesuatu. Dari yang tadinya ada lalu kemudian tidak ada pastinya akan ada perbedaannya. Nah teman-teman yang dapat arisan kali ini rata-rata sering bergabung juga dalam percakapan di grup whatsapp seperti mba Sabrina dengan memoar-random.blogspot.com, pernah bilang untuk menghindari ketidak aktifan mengepost dalam waktu 5 hari berturut-turut, sebelum hari ke 5 harus bisa mengepost tulisan. Gubraksss but nice advise, lumayan daripada tidak. Peace mba sabrin! Kami sangat memahami kesibukan semua ODOPer, tetap semangatlah, buat saya juga. Mba sabrin cukup aktif ber-WA, sampai akhirnya mendapat bagian untuk mengkoordinasi warga ODOP menghasilkan antologi. Semoga segera terealisasi yaa

Peserta yang mendapat arisan berikutnya adalah Irmasari yang punya asapenazahra.blogspot.co.id yang kadang tertukar dengan kembarannya Irma Anggraini, sampai-sampai membedakannya dari sudut pandang status. “Yang jomblo, Irma yang mana?” Kata ketum Jomblo syar’i mencari anggotanya yang hilang. Irma dua-duanya juga cukup aktif memberikan warna dalam percakapan dalam grup ODOP.

Ada lagi mas Aydi yang sering di panggil mbak, yaa harap maklum namanya juga di dunia maya tidak semua terbuka dengan jelas. Untungnya mas Aydi tidak tersinggung lalu keluar dari ODOP, pasti mas Aydinya yang rugi kalau itu sih. Coba di tengok ayam bertelur, blognya mas Aydi Rain ceritafiksibelumselasai.blogspot.co.id, ada ayamnya tidak?

Nih pengurus ODOP Batch 2 yang mendapat giliran dapat arisan, Mba Roma Pakpahan. Sempet juga di panggil mas, mengapa jadi terbalik-balik ya? Mungkin karena kurang kenalan nih. Walaupun tidak terlalu aktif di grup WA mba Roma pemilik blog romapakpahan.blogspot.ci.id, tetap eksis di grup link share post ODOP, itu adalah grup tempat kita share tulisan, biar mudah saat kita ingin mengunjungi blog teman-teman istilahnya blog-walking

Nah begitulah sekelumit cerita dari tidak ada idenya kali ini yaitu tidak ada tema. Yang merupakan ide dan tema tulisan kali ini. Semoga yang membacanya tidak bingung dan kalau bingung boleh tanya lagi, kalau tidak jelas, memang begitulah adanya. Di cek dan intip-intip nama blog-blog warga ODOP pemenang arisan minggu ini. Saya yakin disana akan mendapatkan kejelasan dari karya-karya mereka. Mudah-mudahan suka yaaa

#tetap menulis setiap hari #buat tangar sendiri :P


Sabtu, 26 Maret 2016

Bukan Sembarang Pedia

Posted by cuap-cuap ratih on 23.53 with No comments
Hari ini aku baru beli buku, huahaha sombong tapi daripada bengong kayak sapi ompong lebih baik baca ajalah. Sebetulnya jalan-jalan beli bukunya sih yang aku cari, karena sudah seminggu ini selalu tidak kuat untuk menahan kantuk dan tidak sempat lagi untuk menulis -apa hubungannya?-. Mata ini bukan lingkaran mata panda lagi tapi sampai lingkaran set.. eh jangan deh serem. Lingkaran yang tidak mempunyai sudut.  

“Neng bapak kamu punya kemidi ya?”
“kok tau”
“Saya jadi pusing, kamu muter-muter terus diingatan saya”
  Huekkk..

Ternyata ada hubungannya,
Pertama, karena saya sering tidur pada malam hari, jadi siang hari saya bangun masa tidur terus. Kapan kerjanya kalau tidur terus.
Kedua, saya lebih baik menahan lapar daripada nahan kantuk, biasa puasa cieee akhir bulan -.- wew
Ketiga, saya tidak sempat membaca, karena ada panda menghalangi mata saya.
Keempat, Karena saya kurang membaca maka saya juga sulit untuk menulis.

         Itulah hubungannya. Bukunya juga bukan buku yang harus mengerutkan kening biar otak sedikit miring, tapi hanya bacaan ringan saja. Judul bukunya ”Ensiklopedia Tata Bahasa Indonesia”, bukan pedia- pedia yang abal-abal. Sampai tulisan ini di ketik dan hampir diposting belum aku buka bukunya. Demi kamu aku mencoba mengintip apa saja yang terdapat dalam buku itu. Ternyata banyak yang belum aku ketahui mengenai isinya. Ada mengenai pengertian dan dasar-dasar EYD, Cara menulis awalan, kata depan, bentuk sisipan, membentuk kalimat dan sebagainya. Sepertinya saat belajar Bahasa Indonesia, saya lebih sering mengunjungi gerobak tukang ketoprak di warung sebelah. Rencana saya sih yang penting punya dulu, nanti saya pakai saat saya sedang proses editing naskah buku saya, aih.. aih.. Aamiin saja deh.

           Satu lagi buku yang saya beli berjudul “Eat that frog” hiyaa masa suruh makan kodok. Desain bukunya sih betulan ada gambar kodoknya tapi sebagai ganti huruf O di kata frog. Kenapa aku milih buku ini. Pertama Judulnya yang menarik perhatian “Eat that frog” apa maksudnya itu jadi kepikiran. Wah saat buat buku nanti akan saya pikirkan judul buku yang menarik seperti ini. Kalimat selanjutnya “Cara Dahsyat Mencapai Hasil Lebih Banyak dengan Bekerja Lebih Sedikit”, bisa ditebak maksud saya, mengapa membeli buku ini kan? Intinya adalah mengendalikan diri dalam menata waktu. Belum banyak yang bisa saya ceritakan karena saya juga belum membacanya. Maka tulisan ini akan dilanjut besok lagi. Akan saya ceritakan mengenai isinya, bila saya sudah faham dan lebih bagusnya sudah saya praktekkan. Jadi tulisannya bersambung ya..





Kamis, 24 Maret 2016

Keteladanan Orang Tua

Posted by cuap-cuap ratih on 22.07 with 2 comments
Dalam mendidik anak membutuhkan proses. Anak bukanlah duplikasi orang tuanya. Tidak selalu apa yang diinginkan orang tua anak harus menurut. Orang tua mungkin merasa jalan yang dipilihkan untuk anak merupakan jalan yang terbaik untuk kebaikan anak itu sendiri. Tidak memikirkan apa yang anak inginkan bukan sesuatu hal yang bijaksana. Anak juga mempunyai kemauan dan kemampuannya sendiri. Menggunakan filosofi kopi, meskipun kopi dilarutkan dengan gula dan air, namun tetap terasa kopinya bahkan bertambah manis dan harum.  Dengan tidak menghilangkan sifat dan ciri anak yang sesungguhnya, orang tualah yang menambah manis sifat dan karakter anak. Sehingga anak tumbuh menjadi anak yang lebih bermanfaat.
A.  Pencontohan
Proses berkembang itu dari kecil menjadi besar, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa dan semua membutuhkan waktu dan latihan. Begitu juga orang tua, walaupun sudah banyak pengetahuan dan pengalaman dalam mendidik anak tetap saja harus selalu belajar dan berlatih. Apalagi anak-anak yang masih polos dan belum berpengalaman, tentunya banyak yang harus diingat dan dipelajari. Perkembangan yang dimaknai dengan perubahan dalam diri individu secara fisik dan psikis berlangsung secara sistematis, progresif dan berkesinambungan, akan menentukan sikap dan kepribadiannya dalam bersosialisasi di kehidupan.
Sifat Rajin akan muncul bila anak dapat memiliki kemampuan menilai dan memahami kondisi di sekelilingnya. Pengalaman adalah guru terbaik dalam mengajarkan anak. Awalnya anak di contohkan kemudian anak dibimbing melakukan dengan kekuatan dan kemampuannya sendiri. Orang tua adalah Teladan. Contoh yang paling dekat dan paling konkrit bagi anak. Anak akan melihat dan meniru orang tuanya. Seperti membereskan tempat tidur setelah bangun. Anak akan melihat orang tuanya melakukan hal itu dan anak akan mengikuti. Kita tidak bisa mengharapkan anak akan tahu dengan sendiri apa yang harus dilakukannya. Cara yang paling efektif dalam menularkan kebiasaan salah satunya dengan memberi contoh. Secerdas apapun sang anak bila belum pernah merasa, melihat atau mendengar boleh jadi nantinya akan kesulitan, saat hal-hal itu diperlukan.

B. Pelatihan
Selain memberi contoh atau model yang terpenting adalah prakteknya. Pada awalnya anak di berikan contoh lalu anak diminta untuk mengerjakan sendiri sesuai dengan kemampuannya. Secara Fisik dan Psikis tiap anak berbeda. Hal itu yang harus kita hargai. Menilai kemampuan anak bukan berdasarkan kesamaan dengan kemampuan orang tua artinya anak-anak mungkin belum sama baiknya dengan apa yang orang tua lakukan. Menilainya harus dari taraf kemampuan anak sebelumnya. Misalkan dalam menyapu halaman tentu pekerjaan anak tidak serapi dan sebersih orang tuanya, bila masih ada kotoran atau sampah tersisa masih dalam batas yang normal. Tidak perlu juga orang tua membandingkan dengan anak lainnya, berfokus saja dengan perkembangan kemampuan anak kita. Praktek yang sudah dilakukan bila dikerjakan dengan tekun dan konsisten akan membuat anak menjadi lebih terlatih dan menjadi pembiasaan dalam rutinitas hidupnya.

C.  Harapan Orang Tua
Orang tua boleh saja berharap kepada anaknya, tetapi juga tetap memperhatikan kemampuan dan kemauan anak, karena pada dasarnya anaklah yang akan menjalani kehidupannya sendiri nanti. Orang tua haruslah memberikan fasilitas yang terbaik untuk anak, fasilitas disini dalam arti bukan memanjakannya dengan memberikan semua yang anak minta, tetapi menjadi pendukung agar anak dapat belajar dan berkembang sesuai dengan kebutuhannya. Orang tua dapat bekerjasama mencari jalan keluar bila anak mempunyai masalah, istilahnya memberikan kail untuk anak bisa mencari ikannya sendiri bukan selalu di beri ikan. Anak diberikan bimbingan agar bisa meneyelesaikan permasalahannya sendiri (Problem solving) sesuai dengan nalar anak.

Pemahaman tentang anak akan memberikan implikasi terhadap kebijakan orang tua dalam mendidik. Sehingga Harapan Orang Tua tidak menjadi beban anak, bisa jadi motivasi anak untuk dapat memenuhi harapan orang tuanya. 

#Menulis Setiap Hari yang Bermanfaat# Semoga :)