Tampilkan postingan dengan label catatan harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan harian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Juni 2016

Pertama kali buat Kue Lebaran

Posted by cuap-cuap ratih on 13.52 with 8 comments
Resolusi tahun ini adalah melakukan hal positif yang belum pernah saya lakukan di tahun-tahun kemarin. Salah satunya adalah membuat sendiri kue untuk hari Lebaran. Dulu lebih sering beli atau dikasih. Dan memang sebelumnya saya belum berniat untuk membuat kue lebaran sendiri. 

Lebaran tahun kemarin malahan saya tidak menyediakan kue lebaran karena menurut pengalaman kue-kue itu bertahan lama bahkan berbulan-bulan tidak tersentuh. Keluarga kecil saya memang tidak terlalu hobi untuk memakan cemilan kue-kue seperti kue salju, kue nastar atau kastengel. Lebih senang makanan berat seperti somay, mie ayam dan lainnya. Hehe ..Itu bahkan bukan dari jenis makanan yang sama ya. Mungkin untuk kue keringnya lebih senang kue yang bercita rasa asin dan ringan seperti cheese stick.

Pada bulan Ramadhan yang lalu saya ingin lebih fokus untuk beribadah saja, rasanya sayang kalau sibuk untuk buat kue segala. Tapi entah mengapa tahun ini saya ingin sekali membuat kue untuk anak-anak. Mungkin terpengaruh resolusi tahun 2016 atau bisa juga karena lebaran tahun ini saya sudah jadi pengangguran alias di rumah saja. Saya merasa mempunyai tenaga dan waktu lebih untuk itu, Oia satu lagi ingin buat kue yang anak-anak suka dan saya juga suka tentunya.

Buat kue itu sendiri mungkin bukan sesuatu hal yang besar buat sebagian orang tapi buat saya itu hal yang luar biasa. Membuat kue memerlukan kesabaran dan ketekunan. Dan saya merasa kurang untuk hal itu. Dan rencananya saya juga ingin membuat kuenya dengan jumlah yang agak banyak, saya juga ingin berbagi kue lebaran yang saya buat sendiri dengan keluarga besar tercinta. Ya kalau berhasil, kan baru mau coba pertama kalinya tahun ini.

Untuk itu, saya juga mencari resep-resep kue lebaran yang mudah berdasarkan bahan dan cara membuatnya. Pertama ada cheese stick tentunya, kesukaan anak-anak. Kedua menu coklat, sepertinya apapun yang dikasih coklat itu enak dan menggugah selera. Ketiga saya pilih beberapa kacang seperti kacang mede dan kacang tanah, ini juga rata-rata orang menyukainya.

saya mau buat seperti kue nastar tapi isinya bukan lagi selai nanas itu sudah terlalu mainstream. saya ingin isi dengan selai keju, coklat, pisang, kacang tanah, kacang merah, tape, susu pokoknya di isi banyak jenis isian. Saya juga berpikir untuk memberi rasa yang pedas berbahan dasar dari kornet, sosis atau bakso. 

Dalam satu toples akan ada banyak rasa dan kuenya tidak ada tanda khusus rasanya apa, jadi orang yang memakannya akan merasa surprised dan bersyukur apapun rasa yang mereka makan. Belum juga membuatnya namun saya sudah terbayang-bayang wajah orang yang akan memakannya. Pastinya jadi lebih seru. Saat dia bilang “ya ampun ini rasa susu” dan saat dia mencoba yang kedua kali “mmm.. ini rasa kacang merah” dan saat mencoba yang ketiga kalinya merasa kepedasan karena saya mengisinya dengan kornet pedas.

Sengaja saya menjadwalkan membuat kuenya pada saat saya libur puasa nanti meski saya harus mengganti puasanya di lain waktu. Pertama biar bisa dicoba rasanya kedua kalau saya haus bisa minum deh. niat sudah bulat. Semoga bisa terealisasi.



Senin, 25 April 2016

Membuat Keputusan

Posted by cuap-cuap ratih on 00.26 with No comments
Pernah tidak kamu membuat keputusan? Pastilah setiap orang akan selalu membuat keputusan dalam hidupnya. Setiap hari ibu kita pusing mau memasak menu apalagi untuk keluarganya, para pekerja bingung mau pakai baju apa untuk ke kantor besok kecuali yang sudah ada seragamnya, bahkan kita sendiri kadang galau memutuskan mau makan apa hari ini, antara ingin makan enak tapi budgetnya tidak sampai. Alhasil bimbang memilih antara tempe atau tahu.

Begitu juga mala mini. Setelah selesai makan malam bersama keluarga kami tidak langsung pulang tapi melihat-lihat sekeliling area tempat makan. Tempat makan yang kami pilih memang tempat yang baru berdiri makanya kami penasaran ingin mencobanya. Selain ingin tahu mengenai menu makanannya juga ingin menjelajah area makannya.

Mulai dari masuk ke gerbangnya, hanya sekitar beberapa meter sebelah kiri, langsung ada mushola yang cukup besar lengkap ada mukena atau sarung, tempat wudhu dan 2 kamar mandi. Sebelah mushola ada ruangan penjagaan. Dilanjut sebelahnya lagi, ada pameran kelinci dari yang banyak bulu sampai bulunya pendek ada. Pada sisi kanan langsung area tempat makan, ada yang model meja makan adapula yang lesehan. Nah di dekat area makan ditambah dengan tempat bermain anak dan kolam ikan beserta air mancurnya.

Kami senang berada di sekeliling kolam karena banyak ikan koi yang bagus-bagus warna dan coraknya. Di dalam kolamnya itu ada cahaya warna-warni yang indah saat memandangnya. Beberapa kali tertarik dan berusaha memotret sang ikan. Soalnya malu mau foto selfie.

Tidak sadar mata tertuju pada sebuah benda putih yang berada dipinggir kolam, ternyata itu adalah sebuah handphone! Otomatis kami mendongak dan melihat kondisi sekitar kolam dan tinggal kami yang masih berada di situ. Antara ingin mengambil atau membiarkannya tergeletak disana. Pada mulanya tentu ada keraguan dalam hati. Ambil  tidak  Ambil  tidak.

Bukan untuk memilikinya tapi apa yang harus dilakukan terhadap handphone tersebut. Beberapa saat bingung tindakan apa yang harus kami ambil. Kalau dibiarkan saja, suatu saat akan ada orang lain yang menemukannya dan entah nasib apa yang akan terjadi pada handphone itu. Tapi kemudian kami memutuskan untuk mengambil handphone tersebut dan menyerahkan kepada security setempat. Berharap si empunya nanti akan kembali dan mengambilnya. Mudah-mudahan sekuritynya juga mempunyai kejujuran yang dapat dipercaya.

Nah bila suatu saat ada yang menemukan barang di tempat umum beberapa hal penting yang harus tahu dan dilakukan:

Pertama adalah pastikan kejadian tersebut bukan candid camera. Kayaknya kebanyakkan nonton program televisi yang suka ngerjain orang itu. Bikin trauma.

Kedua adalah yakinkan diri untuk selalu berbuat baik. Kalau bukan milik diri sendiri ya tidak harus dimiliki.

Ketiga adalah bila menemukan barang atau benda. Dilihat dari kacamata islam ada beberapa manhaj yang menyinggung penemuan barang ini yang disebut dengan luqathah. Intinya bila menemukan barang temuan jika mengetahui pemiliknya diharapkan agar dikembalikan dan jika tidak mengetahuinya, diharapkan menunggu sampai batas yang telah ditentukan. Maksudnya apa batas yang telah dilakukan? Batas sampai saat bertemu dengan pemiliknya. Untuk itu kita harus mengumumkan mengenai penemuan barang tersebut.

Apalagi di era informasi seperti ini, bisa menggunakan media sosial, lewat koran atau radio. Berapa lamanya? Maka Rasulullah memberi arahan,”umumkanlah selama masa waktu satu tahun.”  Bila tidak ada yang mengakuinya, si penemu dapat memiliki barang tersebut, baik ia kaya maupun miskin, dengan catatan penemu telah berupaya untuk mengumumkannya diberbagai tempat. Tau tidak ternyata barang temuan itu juga harus dizakati, jika sudah mencapai ukurannya (nishab) lho.


Kita berharap bila barang kita yang hilang dapat kembali kepada kita lagi. Mungkin hal itu juga yang dirasakan orang yang merasa kehilangan barangnya. Pada kasus diatas ternyata kami memindahkan tanggung jawab kepada security mengenai handphone yang telah ditemukan. Hanya berharap si empu handphone menelpon, sehingga dia mengetahui siapa yang memegang terakhir barangnya. Semoga itu masih rezekimu yaa

Jumat, 15 April 2016

Refreshing bubur kacang ijo

Posted by cuap-cuap ratih on 10.47 with 2 comments
Tidak tahu kenapa waktu beli sayur kemarin, begitu melihat si kacang ijo tercetus mau buat bubur kacang ijo sepertinya naluri saja, tapi tidak langsung diolah pada hari itu. Untuk mendapatkan bubur kacang ijo yang efektif dan efisien dari segi gizi dan manfaatnya akan dilakukan beberapa tahap. Mudah saja sih tahapannya, tidak sulit.

Sebelum diolah kacang ijo dicuci dulu, lalu direndam. Kacang ijo kalau langsung direbus tanpa direndam dulu akan sangat lama dan banyak menghabiskan gas. Makanya direndam saja dulu sampai menjadi setengah lunak.

Menjelang sore hari kemarin baru direndam sehingga pagi ini si kacang ijo sudah cukup lunak. Tinggal panaskan air dalam panci biarkan sampai mendidih dulu. Setelah mendidih, masukkan seruas jahe. Kalau tidak suka tidak usah dipakai. Setelah satu dua menit lanjutkan dengan memasukkan si kacang ijo yang sudah lunak tadi. Ditambahkan sedikit garam. Gula merah bisa dicairkan lebih dulu lalu disaring atau kalau gula merahnya bagus tidak banyak ampasnya bisa langsung di masukkan kedalam rebusan kacang ijo sesuai selera. Bisa ditambah dengan santan ataupun tidak. Bubur kacang ijo tetap enak rasanya.

Hehe ini bukan tulisan mengenai resep sebetulnya hanya ingin memakai analoginya. Kacang ijo yang keras bisa menjadi bubur kacang ijo yang lezat dan mudah dikunyah melalui proses yang panjang dan tidak instan.

 Pasalnya akhir-akhir ini diawali dengan 5 L, lemah letih lesu loyo dan lelah membuat otak serasa heng. Harapan yang tinggi namun kemampuan tidak mengiringi. Membuat pikiran “what am I doing now?” Disinilah harus mulai mengurai masalahnya. Harus di cek lagi nih tujuan dari apa yang telah dilakukan. Istilahnya refreshing. Hal yang sama kalau hape atau komputermu mengalami heng, pasti di restart ulang, di refresh!

Banyak cara untuk refreshing tapi kalau karena otak yang heng sehingga meragukan apa yang sudah dijalani. Ini perlu menilik ulang tujuanmu. Rencana yang sudah disusun dan berusaha dijalankan tidak ada yang sesuai harapan. Tentu saja membuat frustasi. Sammaaaa!

Faktor external lebih sulit di kendalikan maka harus bisa mengendalikan faktor internal yaitu faktor diri sendiri.  Tujuan tidak ada yang berubah masih sama, usahapun sudah dilakukan lalu apa yang kurang? Mengutip tulisannya Ippho santosa mengenai manusia level tiga. Kenapa ujug-ujug menulis tentang manusia, kan tadi sedang bicara otak yang lagi heng atau mengenai tujuan.
Kita lihat dulu apa itu manusia level tiga menurut mas Ippho (panggil-panggil mas kayak kenal aja hehe). Yaitu: kalau lagi punya harapan, impian, atau hajat, maka dia akan berusaha, berdoa, dan beramal. Ringkasnya, ia “membeli” impian dan “mangantar” hajatnya dengan amal kebaikan. Sekali lagi, ya berharap, ya beramal.

Nah kira-kira ada yang kurang tidak dengan apa yang sudah kita lakukan? Pertama kita punya impian. Kedua kita sudah berusaha untuk mencapainya. Ternyata masih belum berhasil juga.

Mungkin inmpiannya terlalu tinggi. Menurutmu untuk siapa? Untuk diri sendiri? Untuk orang lain? Coba lihat adakah yang memiliki impian yang sama dengan kita? Berarti belum tinggi sekali itu. Artinya masih bisa dicapai. Kalau merasa belum ada yang mencapainya, coba cari lagi mungkin tidak sama persis impiannya, dari bermilyar penduduk bumi bisa jadi ada satu atau dua yang mirip bukan? Mudah-mudahan ini bukanlah hanya menjadi alasanmu untuk membela diri karena sampai saat ini cita-citamu belum kesampaian. Atau mungkin usahanya belum maksimal ya? Mungkin juga makanya bekerja keraslah! Terus saja berusaha.

Ya benar, ternyata kita kurang berdoa dan beramal. Kenapa berdoa karena kita ini makhluk Allah. Saat kita merasa tidak berdaya yang kita lakukan adalah berdoa. Menggantungkan hidup kita kepada Pemilik Kehidupan. Berharap kepada Allah semata itu adalah ikhlas.

Refreshing inilah yang dimaksudkan. Tidak perlu keluar negeri mengeluarkan banyak biaya. Tapi kalau ada budgetnya ya boleh saja tidak ada yang melarang. Dengan sungguh-sungguh beribadah kepada Allah, Allah berjanji akan memenuhi dada kita dengan kecukupan dan menanggung kefakiran kita. Bukan saja kefakiran hati bisa jadi juga kefakiran harta.

Selain berdoa ada satu hal lagi yang perlu kita lakukan, namanya beramal. Nabi pun pernah bersabda.” Belilah kesulitanmu dengan sedekah.” Kalau beragam upaya sudah dilakukan. Tetapi belum juga berhasil mungkin kita kurang sedekah. Berapa banyaknya tergantung dengan kesulitan apa yang kita hadapi. Maka untuk sedekah ya lakukan saja, semampu yang kita bisa. Bersedekah dapat dilakukan tanpa kita harus memiliki kekayaan berlimpah lebih dulu. Huhuhu kapan mau sedekah kalau begitu. Sedikit banyak tidak masalah, yang jadi masalah bila tidak bersedekah. Hakikat dari seluruh amal adalah untuk mendapatkan Ridho Allah. Dan mudah-mudahan apa yang kita kerjakan akan mendapatkan keberkahan.

Begitulah.


Sabtu, 09 April 2016

Belajar Jualan

Posted by cuap-cuap ratih on 13.13 with No comments
Ujug-ujug saya terdampar di sini, padahal awalnya saya masuk ke komunitas menulis. Di sini maksudnya adalah komunitas belajar yang bertujuan agar kita bisa berjualan atau menjual sesuatu baik itu barang atau jasa. Nyasar yang beruntung atau beruntung karena nyasar, yang mana aja deh karena ini (berjualan/berdagang/berniaga) merupakan ketrampilan yang harus dimiliki. Kenapa?

                Sadar atau tidak setiap kita sudah menjadi bagian siklus perdagangan atau aktifitas jual beli. Kalau tidak jadi penjual ya jadi pembelinya, karena banyak kebutuhan yang tidak dapat kita hasilkan sendiri. Kita menukarkan uang yang kita punya dengan bermacam-macam benda atau jasa. 

Sekarang melihat di manakah kita akan berdiri. Bisakah seratus persen menjadi penjual atau seratus persen menjadi pembeli, ternyata tidak juga ya.. walaupun kita kerja di kantor, kita tetap turut menjual yaitu tenaga kita, keahlian kita yang perusahaan tukar dengan uang yang kita sebut gaji. Dimana waktu dan jumlahnya mungkin sama setiap bulannya. 

Ingatkah saat kita mengirimkan lamaran yang berisi rayuan yang ditujukan untuk perusahaan yang sedang kita lamar? Isinya tentu kebaikan, keunggulan, alasan mengapa perusahaan itu harus menggunakan tenaga ahli kita betul tidak? Nah itu menjual juga namanya.

                Balik lagi mengenai penjualan atau berdagang atau berniaga. Hal ini sudah dilakukan sejak manusia menjadi makhluk sosial (mengerti uang maksudnya). Jiwa berdagang sebetulnya sudah ada dalam diri setiap orang hanya kadang tidak diasah dan tertimbun begitu saja dengan banyak hal. Apalagi pola asuh feodal yang menitikberatkan menjadi pegawai dibandingkan dengan menjadi pedagang. Tidak ada yang salah juga, setiap manusia akan ada porsinya masing-masing. 

                Selain kamu yang katanya punya cita-cita sebagai penulis, harus selalu mengasah tulisanmu. Ternyata mempunyai ketrampilan menjualpun sangatlah mendukung.  Personal branding pernah dengar? Makanan apa itu?

Buat penulis ini penting. Kata abang saya Bang Syaiha namanya. Jadi penulis itu tidak mudah “Bagaimanapun, penerbit adalah perusahaan dan profit oriented.” Selain naskah yang bagus. Diharapkan penulisnya juga dapat mempromosikan bukunya itu, sehingga mencapai best seller. 

Pencitraan diri, mengenalkan diri dalam lingkungan yang terkait. Saat sebuah nama disebutkan orang lalu akan dapat dengan segera mempresepsikan orang yang memiliki nama itu. Tentunya citra yang positif. Membangun personal branding yang bagus dan positif itu tentunya harus eksis. Menampilkan diri dalam setiap kesempatan. Kalau di media sosial bisa pakai fb, tweeter, blog, fanpage dan lain sebagainya. Apakah kamu sudah eksis? Tulisannya bukan foto narsis ya. Menulis setiap hari itu eksis juga lho!

Bahkan ada seorang teman yang menyarankan untuk buat semacam portofolio perjalanan kepenulisan. Padahal aku berargumen belum punya apa-apa yang bisa di masukkan dalam portofolio itu, tetapi teman itu menyatakan, justru dari awal harus dibuat agar kita sendiri jadi terpacu untuk memantaskan diri memberikan citra positif dalam portofolio (Digital) kita dengan bekerja lebih pintar dan lebih konsisten.

Promosi itu bagian dari penjualan juga. Jaman sekarang katanya lebih mudah untuk menjual. Perkembangan teknologi mendukung untuk itu, penjualan dengan sistem online. Mau tidak mau suka tidak suka kita harus mengikuti arusnya, namun harus tetap memegang prinsip perdagangan yang jujur dan terbuka.

Nah ada beberapa Ntips nih yang diberikan dalam grup saya, stttt bacanya pelan-pelan ya.. santai aja tidak usah buru-buru. Lalu praktekkan

Ntips #1
Sampaikan salam dan doa dengan tulus dari hati saat berniaga dengan calon konsumen. Tuliskan kata-kata yang baik, selipkan doa indah untuk konsumen dan niatkan ibadah dalam segala aktiftas. Segala perbuatan akan kembali kepada yang berbuat. Maka Perbuatan baik kita juga akan kembali kepada kita.

Ntips #2
Kuncinya adalah DISIPLIN
1.       Membangun Jaringan (networking)
2.       Sharing yang positif
3.       Melakukan personal selling
4.       Perbaiki diri dan tingkatkan ibadah

      Berdagang itu seni, bukan ilmu pasti. Tergantung situasi dan kondisi juga konsumennya. Kita sendiri yang harus menemukan formulanya. Praktek, pengalaman membuat kita akan semakin baik. Practice makes perfect!

Kamis, 07 April 2016

Obrolan di Tukang Sayur

Posted by cuap-cuap ratih on 01.26 with No comments
Abang-abang favorit selain abang sayang ada juga abang sayur. Sudah menjadi rutinitas setelah mengantar anak-anak pergi sekolah mampirlah ke abang sayur dengan gerobaknya yang ngetem, sengaja menunggu ibu yang mau belanja.

Selagi melihat-lihat bahan sayuran dan belum memutuskan akan memasak apa hari ini, datanglah seorang ibu dengan senyum sumringahnya dan tentu saja tujuannya ingin berbelanja sayuran dan teman-temannya. Kebetulan aku mengenal sosoknya, ialah tante Ana. Usianya hampir sama dengan ibuku tapi aku tidak merasa sungkan untuk berbicara dengannya. Pembawaannya memang rame, saat aku bicara satu kalimat tante ana sudah berbicara beberapa kalimat. Seperti pagi ini. Dengan lancar ia menceritakan mengenai cucunya yang sudah berusia dua tahun tetapi belum dapat berbicara.

Mungkin karena mengetahui aku pernah menjadi terapis untuk anak-anak yang mengalami autisme, Tante Ana tanpa ragu mengungkapkannya padahal ada ibu-ibu lain yang sedang memilih bahan untuk memasak.  Sehingga apapun yang Tante Ana bicarakan tentu terdengar oleh ibu-ibu itu dan juga abang sayurnya. Lucunya ada beberapa ibu yang juga menimpalil dan memberikan opininya. Tante Ana menyesalkan anaknya yang kurang aware atas kondisi cucunya itu. Tante Ana mungkin tidak pernah melahirkan seorang anakpun tapi sudah bertahun-tahun merawat anak dan cucu dari suaminya yang sekarang begitu cerita tante Ana padaku.

Aku bisa merasakan kalau tante Ana ini memiliki pengetahuan yang cukup luas dengan alasan-alasan yang diungkapkannya. Tante Ana menasehatiku agar lebih baik lagi dalam mengawasi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak karena zaman sekarang lebih ngeri dibandingkan masa-masa lalu. Teknologi internet dan smartphone begitu lekatnya diantara anak-anak yang kedua orang tuanya bekerja dan si anak hanya di awasi oleh seorang pengasuh. Anak yang berusia 4 dan 6 tahun lebih mahir memainkan ipadnya dibanding neneknya, begitu keluhannya.

Meskipun hanya obrolan pagi ditukang sayur apa yang Tante Ana sampaikan banyak benarnya. Aku mengangguk-angguk setiap pernyataannya yang menurutku benar. Ternyata disini juga bisa menjadi ajang belajar dan silaturahim antar tetangga, walaupun tidak terhindarkan ada juga yang membicarakan tetangga lainnya, seperti dalam sinetron-sinetron itu.

Kedewasaan di perlukan untuk memilah informasi mana yang perlu dan tidak perlu, sehingga saat bicara gossip kita tahu bagaimana harus bersikap. Kasih sekilas senyuman dan pura-pura memilih sayuran dan teman-temannya. Cepat memilih bahan, di bayar lalu langsung pergi dari situ.

#menulis setiap hari #Ilmu bisa di dapat dari siapa saja, mana saja, kapanpun juga


Selasa, 05 April 2016

Selamat menulis hari ke 85 buat saya

Posted by cuap-cuap ratih on 23.55 with 4 comments
Ini adalah bulan keempat, saya benar-benar menulis. Maksudnya aktif menulis lalu membaginya di blog atau di media sosial lain. Mengembangkan dari sebuah ide, tidak hanya curhatan semata. Masih sering curhatnya sih tapi manusiawi kalau setiap kita mempunyai masalah dan sebagai penyalurannya adalah dengan menulis. Bahkan saya berimpi menghasilkan sebuah buku, ini juga masalah buat saya yang harus diselesaikan. Berbagi untuk hal yang positif, boleh sajakan?

Mengapa saya merayakannya hari ini? Karena pertama hari ini adalah tanggal 5 di bulan april hehehe. kedua saya suka angka 5 (tanggal 5 hari ke 85). Ketiga dengan merayakannya saya mensyukuri setiap hari setiap waktu yang mengalir, saya gunakan untuk hal yang baik minimal tidak menambah daftar keburukan. Harapannya saya bisa lebih bermanfaat. Keempat dengan menulis saya mulai meninggalkan jejak untuk anak cucu saya. Kelima dengan merayakannya akan memberikan memori untuk hidup saya (menjadikannya hari penting seperti hari kelahiran, hari pernikahan, hari kelulusan karena saya dulu tidak terlalu memperhatikan detail seperti itu) dan ternyata dengan mengingat hari penting ini membuat kesadaran saya kembali mengenai apa saja yang sudah berlalu dalam hidup saya. Membuat saya lebih rasa bersyukur dengan apa yang sudah Allah berikan. Jadi tambah semangat! Udah lima itu aja.

Apa yang kita tulisan akan berbanding sejajar dengan apa yang masuk ke dalam alam pikiran. Apa yang kita baca, dilihat, didengar lalu semua dirangkum oleh akal dan hati kita sehingga berbuah pemikiran. Jadi bisa kelihatankan bagaimana pemikiran seseorang itu. Namun tidak lantas untuk segera menilainya, karena selalu ada cerita yang melatar belakangi mengapa hal itu terjadi.

“Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut diseberang lautan terlihat”

Artinya adalah kesalahan diri sendiri tidak terlihat tapi kesalahan orang lain terlihat jelas. Harus banyak berinstropeksi diri dan tidak hanya menilai orang lain.

Untuk menuliskan enam kalimat yang saling berhubungan dan memiliki maksud, minimal satu paragraf, Pada awalnya saya rasakan amat berat apalagi menulis setiap hari. Waktu pelajaran mengarang saya kebanyakan ngobrol nih. Tapi karena saya ingin bisa menulis saya jalani dengan berusaha sebaik-baiknya. Sudah pasti rasa percaya diri saya nol besar pada saat itu. Dibandingkan yang lain saya tidak masuk hitungan (sampai sekarang sepertinya masih tidak percaya diri terhadap tulisan sendiri) tapi saya percaya kalau saya tidak sendirian ya kan? Banyak yang masih tidak percaya diri padahal tulisannya keren banget. Untuk ini saya mau ke PMI deh minta ditransfusi golongan darah B+ biar bertambah tingkat kepercayaan dirinya.

Saya menghibur diri dengan menulis apa saja yang ada dalam pikiran saya, walaupun tidak masuk kriteria judul yang bakal jadi headline. Untuk saya yang baru menulis selama 85 hari itu sudah membanggakan.

Bisa menuliskan apa yang saya rasa dalam bentuk tulisan, bukan perkara yang mudah. Memilih kata, menuliskannya agar yang membaca mengerti apa yang saya maksud. Itu sangat luar biasa.

Menulis mengajari kita untuk lebih bersabar, menjelaskan sedikit demi sedikit dari pendahuluan, isi dan menuju akhirnya. Membuat kita harus jelas mau menulis apa. Ya boleh saja kalau mau menulis hal yang tidak jelas, tapi kasihan yang membaca, sudah capek-capek membaca tetapi tidak ada manfaat yang diambil. Jadi menulisah hal yang bermanfaat ya (Ratih)

SELAMAT MENULIS, semoga semakin cinta, selalu cinta dan akan cinta selamanya.***


Kamis, 24 Maret 2016

Keteladanan Orang Tua

Posted by cuap-cuap ratih on 22.07 with 2 comments
Dalam mendidik anak membutuhkan proses. Anak bukanlah duplikasi orang tuanya. Tidak selalu apa yang diinginkan orang tua anak harus menurut. Orang tua mungkin merasa jalan yang dipilihkan untuk anak merupakan jalan yang terbaik untuk kebaikan anak itu sendiri. Tidak memikirkan apa yang anak inginkan bukan sesuatu hal yang bijaksana. Anak juga mempunyai kemauan dan kemampuannya sendiri. Menggunakan filosofi kopi, meskipun kopi dilarutkan dengan gula dan air, namun tetap terasa kopinya bahkan bertambah manis dan harum.  Dengan tidak menghilangkan sifat dan ciri anak yang sesungguhnya, orang tualah yang menambah manis sifat dan karakter anak. Sehingga anak tumbuh menjadi anak yang lebih bermanfaat.
A.  Pencontohan
Proses berkembang itu dari kecil menjadi besar, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa dan semua membutuhkan waktu dan latihan. Begitu juga orang tua, walaupun sudah banyak pengetahuan dan pengalaman dalam mendidik anak tetap saja harus selalu belajar dan berlatih. Apalagi anak-anak yang masih polos dan belum berpengalaman, tentunya banyak yang harus diingat dan dipelajari. Perkembangan yang dimaknai dengan perubahan dalam diri individu secara fisik dan psikis berlangsung secara sistematis, progresif dan berkesinambungan, akan menentukan sikap dan kepribadiannya dalam bersosialisasi di kehidupan.
Sifat Rajin akan muncul bila anak dapat memiliki kemampuan menilai dan memahami kondisi di sekelilingnya. Pengalaman adalah guru terbaik dalam mengajarkan anak. Awalnya anak di contohkan kemudian anak dibimbing melakukan dengan kekuatan dan kemampuannya sendiri. Orang tua adalah Teladan. Contoh yang paling dekat dan paling konkrit bagi anak. Anak akan melihat dan meniru orang tuanya. Seperti membereskan tempat tidur setelah bangun. Anak akan melihat orang tuanya melakukan hal itu dan anak akan mengikuti. Kita tidak bisa mengharapkan anak akan tahu dengan sendiri apa yang harus dilakukannya. Cara yang paling efektif dalam menularkan kebiasaan salah satunya dengan memberi contoh. Secerdas apapun sang anak bila belum pernah merasa, melihat atau mendengar boleh jadi nantinya akan kesulitan, saat hal-hal itu diperlukan.

B. Pelatihan
Selain memberi contoh atau model yang terpenting adalah prakteknya. Pada awalnya anak di berikan contoh lalu anak diminta untuk mengerjakan sendiri sesuai dengan kemampuannya. Secara Fisik dan Psikis tiap anak berbeda. Hal itu yang harus kita hargai. Menilai kemampuan anak bukan berdasarkan kesamaan dengan kemampuan orang tua artinya anak-anak mungkin belum sama baiknya dengan apa yang orang tua lakukan. Menilainya harus dari taraf kemampuan anak sebelumnya. Misalkan dalam menyapu halaman tentu pekerjaan anak tidak serapi dan sebersih orang tuanya, bila masih ada kotoran atau sampah tersisa masih dalam batas yang normal. Tidak perlu juga orang tua membandingkan dengan anak lainnya, berfokus saja dengan perkembangan kemampuan anak kita. Praktek yang sudah dilakukan bila dikerjakan dengan tekun dan konsisten akan membuat anak menjadi lebih terlatih dan menjadi pembiasaan dalam rutinitas hidupnya.

C.  Harapan Orang Tua
Orang tua boleh saja berharap kepada anaknya, tetapi juga tetap memperhatikan kemampuan dan kemauan anak, karena pada dasarnya anaklah yang akan menjalani kehidupannya sendiri nanti. Orang tua haruslah memberikan fasilitas yang terbaik untuk anak, fasilitas disini dalam arti bukan memanjakannya dengan memberikan semua yang anak minta, tetapi menjadi pendukung agar anak dapat belajar dan berkembang sesuai dengan kebutuhannya. Orang tua dapat bekerjasama mencari jalan keluar bila anak mempunyai masalah, istilahnya memberikan kail untuk anak bisa mencari ikannya sendiri bukan selalu di beri ikan. Anak diberikan bimbingan agar bisa meneyelesaikan permasalahannya sendiri (Problem solving) sesuai dengan nalar anak.

Pemahaman tentang anak akan memberikan implikasi terhadap kebijakan orang tua dalam mendidik. Sehingga Harapan Orang Tua tidak menjadi beban anak, bisa jadi motivasi anak untuk dapat memenuhi harapan orang tuanya. 

#Menulis Setiap Hari yang Bermanfaat# Semoga :)

Senin, 21 Maret 2016

Tugas Mengarang

Posted by cuap-cuap ratih on 20.34 with 3 comments
“Leniii, cepaattt sudah mau masuk,” ujar Rina sedikit berteriak. Leni berusaha sekuat tenaga berlari menuju kelas. Usahanya tidak sia-sia. Leni sudah dikelas dua menit sebelum Bu Audrey masuk. Gara-gara mengantri ke kamar kecil hampir saja Leni tidak bisa masuk kelas. Bu Audrey termasuk guru yang sangat disiplin. Bila ada anak-anak kelas 9 yang terlambat masuk atau masuk setelah Bu Audrey sudah ada didalam kelas itu artinya murid yang telat akan belajar di ruang BP bersama Bu Julia dan mendapatkan bonus soal Bahasa Indonesia satu lembar folio. Ajib!

Bu Audrey mengawali pelajaran ke 3 ini dengan mengabsen.
Leni Marliany.” Sebut Bu Audrey
“Hadir Bu,” ujar Leni sambil mengangkat tangan kanannya.
“Hadir Bu”
“Sri wahyuni” Tidak ada jawaban
Sri Wahyuni?” tanya Bu Audrey
“Sakit bu,” jawab Rina
“Ada surat sakitnya?” tanya Bu Audrey lagi
“Tadi ada di meja guru bu,” Jawab Rina sang ketua kelas.
Bu Audrey menyisir permukaan meja dengan pandangannya tapi amplop surat sakitnya sri tidak ada.
“Tidak ada di meja,” kata Bu Audrey. Sambil melihat ke arah Rina. Rina dengan kikuk ikut memandang Bu Audrey lalu ke meja guru mencari amplop itu, reflek tubuh Rina berdiri dan berjalan kedepan, tiba-tiba mata Rina melihat amplop putih tergeletak dekat kaki meja guru. Kemudian memungutnya. Ternyata memang surat dokternya Sri. Lalu menyerahkan surat itu ke Bu Audrey dan kembali ke mejanya diurutan 3 selurusan Meja guru.
“Oke, kita lanjutkan,” kata Bu Audrey
“Hadir bu” Lalu Bu Audrey menutup buku absen dan berdiri didepan kelas.
“Oke semuanya sekarang perhatikan saya.”
“Buka buku cetak halaman 68 sampai 78, saya beri waktu 15 menit untuk membacanya lalu setiap orang siapkan satu pertanyaan seputar tema itu atau boleh keluar sedikit dari yang kamu baca asalkan masih ada kaitannya dengan tema yang akan kita pelajari” intruksi Bu Audrey.

Semua murid tidak ada yang bersuara, masing-masing fokus membaca dan mencoba membuat pertanyaan. Karena Bu Audrey akan mengeceknya satu persatu walaupun dikelas ada 30 murid. Begitulah cara Bu Audrey mengajar Bahasa Indonesia. Di awal pelajaran selalu saja muridnya di suruh membaca, entah itu materi, contoh soal atau tulisan yang memang sudah disiapkan. Bu Audrey selalu menekankan pada muridnya untuk banyak membaca. Bahkan Bu Audrey pernah mengajarkan cara membaca cepat.

“Rin, pertanyaanmu tentang apa?” tanya Lina teman sebangkunya Rina.
“Tentang tanda baca lin, terutama pada percakapan,” jawab Rina.
“Ooo” balas Leni. Leni pun sudah menyiapkan pertanyaannya. Membuat pertanyaan itu membuat orang menjadi lebih berkonsentrasi. Dari enam kata tanya, tentu akan ada satu yang bisa diajukan.
Didepan bangku Leni dan Rina, Ada Ulfa dan Sri tapi karena Sri sakit maka hanya ada Ulfa sendirian. Hal ini tidak jadi masalah buat Ulfa walau tidak ada teman diskusi tetap Ulfa bisa mengerjakannya sendiri, sebagai pemegang rangking pertama dikelas tentu Ulfa sudah siap dengan pertanyaannya.

Lima belas menit sudah berlalu, kemudian Bu Audrey menyuruh Rina mengumpulkan pertanyaan murid-murid. Setelah terkumpul Bu Audrey mengelompokkan pertanyaan yang hampir serupa walau tidak sama. Dari pertanyaan itu Bu Audrey menjelaskan lebih rinci dan lebih dalam mengenai materi yang di baca sebelumnya.

“Jadi, kalian sudah mengerti pelajaran kita hari ini?” tanya Bu Audrey menunggu jawaban murid-muridnya.
“masih ada yang mau ditanyakan?“ tanya Bu Audrey sekali lagi. Mungkin murid-muridnya sudah lelah karena tidak ada lagi yang mengajukan pertanyaan lanjutan.
“Oke kalau begitu, Ulfa sudah kau catat sepuluh pertanyaan beserta jawabannya tadi?” tanya Bu Audrey kepada Ulfa.
“Sudah bu, tapi masih berantakan,” jawab Ulfa segera.
“Ya tidak apa, nanti minta bantuan Leni atau Rina untuk merapikannya, kan bisa di bagi dua tuh, juga bagikan kepada teman-teman yang lainya. Berikan saya satu kopiannya ya,” kata Bu Audrey.
“Untuk Tugasnya coba buat karangan bebas minimal tiga halaman, dengan mengaplikasikan apa yang hari ini kita pelajari dan dikumpulkan dua minggu lagi ya, kalau kalian menulisnya di blog boleh kasih saya namanya nanti saya komentar disana.” Intruksi Bu Audrey sebelum keluar kelas, karena jam pelajarannya sudah selesai. Akhirnya wajah murid-murid kelas 9 tampak lebih santai sekarang karena masuk pelajaran olah raga.


#Menulis setiap hari# Para tokoh diatas adalah penulis dan bisa dilihat tulisannya dengan mengklik nama mereka J

Sabtu, 19 Maret 2016

Kepergian Mendadak

Posted by cuap-cuap ratih on 00.50 with No comments
Empat tahun enam bulan lalu lebih tepatnya 25 september 2011, wanita yang sering ku sebut mama telah berpulang ke rahmatullah. Masih terasa lekat dalam ingatan, masih terasa kosong, masih lemah hati ini sejak di tinggalkan oleh sosoknya. Selama duapuluh empat tahun selalu didekatnya namun setelah menikah kucoba mandiri dan jauh darinya. Sesekali saja aku berkunjung. Tak ada kata betapa aku mencintainya, selalu memikirkannya, dan kusadari itu setelah dirinya pergi jauh sekali dan tidak akan kembali. Terkadang aku memimpikannya, kurasakan ketenangan dalam wajah dan sikapnya. Hanya merasakan kehadirannya dalam bunga tidurku, walau kusadari dirinya sudah tiada tapi dia ada. Mungkin ini pekerjaan alam bawah sadarku yang melakukan penyangkalan.

Betapa peristiwa itu tidak akan kulupakan. Sejak suami pergi keluar kota untuk meneruskan pendidikannya selama kurang lebih tiga setengah tahun, aku tinggal di rumah mama. Aku merasa sepi dirumah hanya dengan kedua anakku. Kami memang memutuskan LDR sementara waktu, salah satu alasannya karena anak masih terikat dengan sekolahnya dan hal lainnya. Rencana masih bisa berubah kami masih dalam penjajakan mana yang terbaik buat kami jalani.

Minggu pagi Tidak seperti biasa, rupanya aku bangun lebih pagi dari mama. kulihat lampu-lampu rumah masih menyala bekas semalam. Akhirnya aku yang mematikan lampu-lampu karena cahaya putih mulai memasuki ruang-ruang dalam rumah. Ku longok kamar mama masih dalam keadaan gelap. Tidak ada pikiran apapun saat itu.

Perlahan ku buka pintu kamar, tampak mama masih berbaring di kasurnya. “maa,” panggilku. Tidak ada jawaban. Kupikir mama masih tidur. Entah bagaimana aku merasa ada yang aneh, hatiku berkata lain, dengan cepat otak ku menangkap hal yang tidak sesuai. Kudekati kasur mama. Kupanggil lagi, mama diam tidak bergerak. Segera kusingkap selimut tubuhnya, kulihat basah pada Kasur dimana mama berbaring, kupegang tubuhnya terasa dingin. Otakku tahu kalau mama sudah meninggal, tapi hatiku tidak percaya. Bagaimana mungkin itu terjadi? Semalam masih terngiang rencana kita untuk menjenguk papa yang masuk ruang intensif coronary care unit pasca operasi jantungnya. Bahkan mama menginstruksikan apa yang harus kubawa besok.

Jantungku berdetak kencang, langsung saja aku keluar kamar dan berteriak memanggil adik-adikku yang masih tidur. Aku sendiri setelah itu langsung memakai jilbab dan keluar rumah menuju rumah tetanggaku yang perawat. Aku ingin bertanya apa yang harus aku lakukan. Suami jauh diluar kota, adik laki-lakiku sedang menjaga papa di rumah sakit. Sisa orang yang ada di rumahku hanya adik-adik perempuan dan anak-anakku. Tetanggaku mencoba menenangkan diriku karena dia tidak bisa mendengar apa yang aku bicarakan, bicaraku gugup dan bercampur dengan tangisan. Akhirnya dia ikut mengecek kondisi mama dan menyarankan aku untuk membawa mama ke rumah sakit dulu.

                                                            ***

Di rumah sakit, dokter menyatakan mamaku menderita heart failure ya gagal jantung lalu aku dengan segenap tenaga menghubungi adik laki-lakiku yang sedang di rumah sakit lain.
“Hallo dek?”
“Ya mba, kenapa?”
“papa gimana?”
“masih di ICCU, mungkin besok masuk ruang perawatan.”
“Ooo,  dek, mama!.”
“kenapa mama?”
“Mama dah ga ada dek!”
“Ga ada gimana?, semalemkan pulang.”
“Mama sudah meninggal!”
“Yang bener kamu mba?! Sakit kali? Kamu urutin aja dada atau kepalanya.”
“Benerrr dek!, aku sekarang dah di rumah sakit!, Kalau ga percaya kamu kesini!”
“Ya udah tunggu aku, tiga puluh menit lagi sampai sana.”
Tidak ada satupun yang percaya, tidak aku juga tidak adikku. Mungkin juga orang-orang terdekat yang aku hubungi. Kenyataannya ini terjadi. Suamiku langsung pulang dengan penerbangan kedua. Om dan tanteku juga datang, Rasanya aku sudah tidak kuat berdiri.
                                               
                                                             ***

Kesuksesan kita hidup didunia mungkin bukan banyaknya harta dan kemewahan yang kita punya, tapi bagaimana saat kita meninggalkan dunia ini. Apakah banyak orang sudah merasakan manfaat adanya kita? apakah kita sudah memberi arti akan kehadiran kita? Apakah orang lain merasa kehilangan kita saat kita sudah tidak ada lagi?

Biarlah menjadi hikmah dalam hidup, kematian datangnya tidak disangka-sangka, tidak dapat diperkirakan, bisa siapa saja, kapan saja, dimana saja.  Meski sampai sekarang masih menyisakan trauma bagiku, tidak bisa lihat orang yang tidur dengan posisi yang sama dalam jangka waktu tertentu, karena aku akan memperhatikan dadanya, membangunkannya sedikit dengan menggoyangkan tubuh atau memanggil namanya. Semoga ini selalu menjadi pengingatku sebagai manusia yang fana.


#menulis setiap hari #maaf cerita sedih #sebenarnya sudah pernah menulis cerita yang mengesankan di “Adik Ara" hehe dicek ya..

Rabu, 16 Maret 2016

Percaya Pada Mimpimu

Posted by cuap-cuap ratih on 23.27 with 2 comments
Apa mimpimu? Mimpiku menjadi seorang penulis yang minimal bisa menghasilkan satu buku seumur hidup. Hanya segitu saja? Aku sih punya daftar apa yang ingin aku lakukan tapi yang satu itu pun saja belum terealisasi sampai hari ini. Masih terus diusahakan.

Pernah aku mendapat pertanyaan dari seorang kawan, “Hai pa kabar?  Gimana progres nulisnya?” jawabku,” Alhamdulillah baik, masih nulis setiap hari inshaallah.” Aku tentunya senang bila di dukungan keluarga, saudara juga teman-teman. Atau salah satu dari itu dalam prosesku untuk berkembang menjadi seperti apa yang aku cita-citakan. Apakah itu mutlak? Mungkin tidak yang penting Allah mendukung.

Apakah tulisanku berguna? Ya tentu saja minimal untuk diriku sendiri. Menulis itu buat aku sama dengan cinta dan buang angin, tidak bisa di tahan. Karena itu aku memilih menulis setiap hari (menulislah!). Biarpun hanya tulisan keseharian yang tidak penting menurut orang lain, tapi tahukah bahwa hikmah hidup didapat dari keseharian kita dan hal itu kadang tidak terekam kalau kita tidak menuliskannya. Bukankah kita jadi tahu bagaimana pemikiran R.A Kartini kala itu dari catatan hariannya, surat-surat yang di tulis kepada temannya. Apakah itu hal yang remeh? Mana tahu itu akan menjadi catatan penting saat kita sudah tiada. Hahh hanya dapat menghela nafas terima saja kalau ada yang bilang tulisan kita itu biasa saja. Trus masalah buat lo?! Hihi lupakan.

Maka kalau tidak menulis aku akan merasa ada yang mengganjal, serasa dikejar oleh sesuatu karena belum posting, terngiang belum nulis.. belum nulis.. oleh suara gaib mungkin itu suara hati ya entahlah jadi merinding setiap belum nulis. Apalagi sampai sekarang masih ikut grup ODOP, Special Request buat bang syaiha untuk tetap mempertahankan grup ini forever. Hiks jadi baper.. (Baca Efek ODOP) padahal ingin tulisan motivasi ceritanya.

Begitu banyak suara negative yang kita dengar. Sudah sekian lama, belum juga tercapai cita-citanya lalu timbullah keraguan. Padahal sudah menuliskannya dan berusaha keras untuk itu. Seperti aku yang sudah menuliskannya dalam buku impian, dalam hati, dalam pikiran sampai mencatatnya di blog ini, di media sosial, mengatakan kalau aku ingin menjadi penulis, ingin menghasilkan buku. Mungkin kamu juga pernah merasakan itu? Tapi masih belum juga berhasil. Ada Tips ke 4 dari Hendra hilman “if you persue and continue to persue your dreams, its mean you BELIEVE IN your dreams you will get what you’ve dreamed on. Artinya jika kamu mengejar dan terus megejar mimpimu, itu artinya kamu percaya pada mimpimu, kamu akan mendapatkan apa yang kamu impikan. Mungkin kita belum membayangkan mimpi kita menjadi nyata. Bahasa kekiniannya menghayati mimpi dengan hati. Belum ada kepercayaan dan keyakinan pada mimpi kita bahwa semua itu dapat berhasil. Seperti kata Hendra Hilman “Goal tanpa penghayatan akan kering hasilnya. Jadi kita rasakan dan bayangkan secara emosional, bagaimana rasanya jika impian tersebut tercapai?”

Mari bersama-sama kita membayangkan saat kita berhasil dengan apa yang kita impikan. Perasaan yang muncul saat mencapainya. Gambaran kesenangan yang kita rasa, betapa bangganya kita, mungkin juga keluarga bahkan teman-teman yang mendukung kita, memberikan efek positive dari apa yang sudah kita lakukan. Bayangkan wajah mereka tersenyum dan bahagia. Tepukan bangga di punggung dari orang tua. Menghilangkan senyum sinis dari wajah orang yang tidak menganggap kita. Tentu banyak tujuan yang ingin dicapai dengan impian kita itu. Bayangkan dengan detail dan yakinlah. Kita harus percaya impian kita akan berhasil. 
Sumber gambar:simfonikehidupan

#Menulis setiap hari# Motivasi


Minggu, 13 Maret 2016

SAPU JAGAT

Posted by cuap-cuap ratih on 01.39 with 10 comments
     Kalau saya bilang sudah mengerjakan tantangan mungkin tidak percaya karena tidak posting berarti hoax, saya sudah mengerjakannya dalam ruang imajinasi di otak kanan. Nah baru sekarang bisa saya tuliskan.

      saya merasa tidak nyaman saat rumah saya ganti atap dimusim hujan seperti saat ini tapi harus dilakukan. Ternyata saya juga harus move on alias pindah kekamar paling belakang.  Ini terkait dengan tantangan mendeskripsikan ruang, susah-susah gampang karena saya ingin sekali mengutarakan dan menjelaskan salah satu ruangan yang ada di rumah namun yang tersisa ruang kecil penampungan sementara.

     Rumah saya menghadap arah selatan, menurut saya tidak masalah juga. Masa kalau tetangga kanan kiri menghadap selatan, rumah saya mau menghadap utara nanti jadi keluar masuk lewat pintu belakang lalu kalau ada tamu mau ke kamar kecil, saya persilahkan ke depan. Bingungkan? Padahal yang bingung itu punya rumah tapi tidak punya kamar kecil atau kamar mandinya.

        Saya jadi ingat sama ken patih yang sudah menulis deskripsi ruang impiannya di tragedi gerhana matasapi yang baru saya baca. Dimanakah letak kamar mandinya? Disitu saya jadi penasaran. Mengingat quote: I have no special talents, I am only passionately curious -Albert Einstain-  maka biarkanlah ken patih saja yang memikirkannya. Saya hanya cukup penasaran aja.

      Bisa di bilang ruangan itu adalah ruang keluarga dirumah saya. Berubah fungsi sementara jadi penampungan karena pada ruangan itu tidak diganti atapnya, kenapa bisa tidak kena ganti atap? Apakah ruangan yang terpisah? Bukan terpisah pada kenyataannya ruangan itu masih bagian dari rumah, hanya saja plafon ruangan itu berupa cor-coran karena ada satu kamar diatasnya. Jadi aman dari pergantian atap.
                                                    sumber gambar: milik pribadi

     Ruang penampungan sementara itu cocok dengan namanya, ada sofa, meja makan, meja dan televisinya, juga rak buku. Banyak aktifitas yang dilakukan di sana dari makan, nonton, sampai belajar juga disitu. Meja makan diletakkan di tengah ruangan mepet dengan meja televisi, sebelah kirinya ada sofa yang awalnya bentuk L tapi di ringkas berjejer kedepan. Untuk duduk di sofa yang belakang harus menginjak sofa didepannya. Lalu di kanan meja makan ada rak dan buku-buku, dari buku kuliah sampai komik juga ada. Susunannya tidak jelas dan rada berantakan tapi saya juga bersyukur bukan hidup saya yang berantakan. Selalu ada hikmah yang bisa diambil dari kejadian dalam hidup kita.

        Dari meja makan kita juga bisa melihat ketika ada orang yang mau bertamu karena disebelah rak buku ada pintu yang menghubungkan ruangan penampungan dengan garasi. Kadang saya membayangkan itu adalah pintu keluar dari zona aman. Saya harus pakai pakaian yang lengkap termasuk jilbab sebagai pelindung dari mata manusia, menghadapi pandangan orang lain terhadap saya, berhubungan dengan tetangga, mengadakan kegiatan beli sayur mayur segala rupa, walaupun kadang saya disana juga bisa melakukan perdagangan.

#eh ngelantur mulai puyeng

      Kalau Ken Patih membentuk negara mumetnesia, saya sebenarnya Ratu dari sebuah kerajaan yang disebut puyeng-rempongnesia. Belum pernah dengar ya? Tidak mengapa kalau tidak tahu. Tidak akan muncul juga di ujian mana pun. Hanya sangat disayangkan. Sayang karena sekarang kamu sudah tahu dan kerajaan saya ini suka menularkan puyeng dan rempongnya, secara saya juga tidak mau kalau sendirian.

Hehehe.. Senyum menyeringai kamu terjebak.

     Feeling saya ken bergolongan darah A, hanya tebakan saja nanti kalau saya buat kuis jadi kelamaan. Dia itu lucu tapi misterius. Jikalau bisa lihat wajahnya mungkin tambah lucu apalagi kesukaannya makan telor matasapi sambil meluk panda. Who knows? Hah ga punya nose! ini mah sereeem.  

        Beda Ken Patih, beda Ahmad farid beda pula muhammad saepudin walaupun sama laki-lakinya. Kang sae, merupakan nama panggilan Muhammad saepudin di grup ODOP, biar mudah mengingatnya. Tetap semangat bayar hutang tulisan karena sudah semingguan sakit. Butuh ada yang merawat nih kang! Menurut penerawangan, tulisannya akhir-akhir ini mengerucut pada tema cinta ciee.. ciee, coba nanti di cek ke blognya. Tulisan yang ringan dan enak untuk dibaca, krenyes-krenyes seperti makan kripik singkong sambil berleha- leha diruang tamu seperti kesukaannya kang sae. Memperlihatkan kalau kang sae ini orangnya cukup sederhana, kira-kira golongan darahnya B, salah atau betul? ya harap maklum, nilai seratus buat kang sae atas jawabannya.

      Ahmad Farid dengan blognya pulpenkata, mempunyai misi menulis untuk dunia dan akhirat. Mulia sekali cita-citamu nak!. Ahmad masih kuliah di LIPIA jurusan syariah. Banyaklah kubunya di grup ODOP, tapi karena kesibukannya, ahmad jadi jarang muncul, tak apalah. Yang utama adalah kejar cita-citamu, sholat wajib satu hari lima kali, ngobrol sesekali, dan ngODOP tiap hari. Dan farid golongan darahnya A, mudah-mudahan sesuai. Kalau belum benar coba lagi. Nanti di bantu jawab ya farid mana yang benar dari jenis golongan darah yang ada.

        Saya punya kucing Persia, maka saya dengan dokter hewan tuh akrab gitu. Di grup ODOP mah juga ada dokter hewannya tapi khusus untuk hewan karantina. Mba Julia Rosmaya namanya, belum pernah konsulan sih. Ya jangan di doain kucing saya sakit donk! Sehat sehat sehat.. paling ga bisa liat hewan sakit. Mba maya panggilan sayangnya. Pelopor gerakan emak-emak rempong di ODOP dan sekarang merangkap membantu kepala suku Bang Syaiha mengatur ODOP batch 2. Tidak kebayang sibuknya selain sedang mengambil jenjang S3 masih sempat juga menulis. Semoga barakah Ilmunya. Tulisannya mengenai seputar hewan juga memberikan info yang bermanfaat. Sepertinya golongan darah mba maya O. Tebak-tebak buah manggis, kalau tertebak berarti saya yang manis. Weh cucok yaa..

Ini merupakan tulisan sapu jagat, sekali mendayung dua tiga pulau telampaui. Kalau tulisan ini masuk hitungan satu, berarti saya masih hutang nih.


#menulis setiap hari