Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Januari 2016

Dunia baruku

Posted by cuap-cuap ratih on 17.57 with 2 comments
Menulis adalah dunia yang baru untukku. Aku begitu menyukainya sehingga tidak terasa bagiku, ada perubahan-perubahan kecil yang jadi sering aku lakukan.

Saat membaca tabloid masakan, bukan isinya yang kuperhatikan tetapi headline utamanya “bekal lezat variatif”. Aku ingin menulis sesuatu dengan judul ini.
Saat makan di luar bersama keluarga, melihat menu ada “paket ayam penyet”. Aku juga ingin menulis sesuatu dengan judul ini.
Saat mendengar lirik lagu yang keluar dari hpnya si supir angkot, jadi ingin menulis sesuatu dengan tema ini.
Saat melihat kucing berebut makanan, jadi ingin menulis sesuatu tentang kucing.

Aku jadi memperhatikan hal-hal kecil, sampai rumput tetanggapun jadi perhatianku. Dulu sih lewat-lewat aja. Kecuali abang tukang bakso yang lewat, ku panggil dia bukan hanya di perhatikan.
Aku juga jadi perasa tapi bukan baper (bawa perasaan) kalau bawaan laper sih sering, gimana dong bawaan perut nagaan udah bukan cacing lagi.  

“Perubahan”, kalau cari di kamus Bahasa Indonesia, kata ini mengakar pada kata “ubah” mendapat imbuhan per-an menjadi perubahan yaitu 1 hal (keadaan) berubah;peralihan;pertukaran.
 Apakah sesuatu yang baik? Sesuatu yang buruk? Karena ini bukan kuis, tidak usah dijawab. Tidak berhadiah pula.

Aku berubah!! Bukan untuk sesuatu yang besar, hanya perubahan kecil. Harapanku perubahan kecil dan mungkin sederhana ini akan membawaku menjadi sukses. Seperti Thomas Alva Eddison yang memutuskan untuk mengubah dan memperbaiki eksperimennya sehingga pada saat mencoba yang ke dua ribu kalinya dapat sukses menciptakan lampu pijar yang bisa kita rasakan perkembangannya hingga hari ini. Aku pun akan terus bereksperimen mencocokkan kata demi kata, kalimat demi kalimat memasukkan rasa dalam tulisanku, walau kadang hilang ditengah jalan, entah kemana mau dicarinya dan akhirnya bisa sukses. Aamiin.

#OnedayOnepost#hari kesebelas
#Practise makes perfect#MajuTerusPantangMundur!Merdeka

Kamis, 21 Januari 2016

Multitalenta

Posted by cuap-cuap ratih on 21.44 with 1 comment
Setiap manusia yang dilahirkan sudah Allah berikan dengan banyak talenta. Banyak yaaaa. Banyak itu lebih dari satu lho.
Ada seorang petani yang juga seorang pelukis
Ada seorang pemain bola yang juga seorang drummer
Ada seorang dokter yang juga seorang penyanyi
Dan masih banyak lagi. Coba lihat dirimu, apa talentamu?
Bingung ya?
Tanya lagi deh, apa hobimu?
Yakin banyak yang bisa menjawab pertanyaan ini kan. Ada yang hobinya membaca, menulis, melukis, bersepeda, berenang, menjahit dan lain-lain.
Yaa aku hobinya tidur! Hah? Masa iya? hobi kok tidur. Kalau sedang tidak tidur apa yang kamu lakukan? Makan? Nonton Tv atau Film? Main game?
Nah itu dia!! Apa pun yang kamu lakukan kecuali tidur itu bisa jadi talentamu. Seputar makan misalnya ya jangan hanya makan tapi dinikmati dan diamati mulai dari rasanya, tampilannya, jenis bahannya, pasti deh kamu bisa menilai antara bakso yang dijual di deket sekolahmu dengan yang di depan komplek rumahmu. Dari rasanya, kekenyalan bakso yang dihasilkan karena komposisi bahan-bahan daging yang berbeda sampai tampilan penyajiannya berbeda, kamu jadi tahu mana yang enak. Mengetahui perbedaan itu bisa jadi talentamu. Yang dapat memahami talentanya merupakan langkah awal kamu dapat menggapai mimpimu dan sukses. Dan ini berlaku untuk siapapun yang ingin sukses. Karena kesuksesan itu dibangun di atas modal yang sama, yaitu mimpi, mental dan aksi.

~~~~~~~~~
“Alhamdulillah, selesai sudah tulisanku sekarang tinggal mengemailkannya ke mbak Ina,” bisikku dalam hati sambil senyum puas. Saat ada waktu luang, aku sering menulis sebagai hobi dan aku kirim ke berbagai majalah, lumayan untuk tambahan uang saku.  
Tidak lama pintu kamarku diketuk seseorang.
“ Iyaa..” sahutku dari dalam kamar.
“ Mba dipanggil mama tuh, disuruh buat minum untuk tamu papa. Tamunya ada dua orang ya mba.” kata Nara, anak perempuan dari majikanku setelah ia melihatku keluar dari kamar.

Sekarang memang aku bekerja di rumah orang sebagai pembantu rumah tangga, tapi alhamdulillah majikanku masih mengijinkan aku kuliah katanya biar hidupku berubah. Dengan kerjaku ini, aku bisa membiayai kuliahku. Aku juga ingin berubah, tidak ingin kebodohan dan kemiskinan keluarga ku menjadi hambatan.  Aku ingin menjadi orang yang berguna untuk diriku dan orang lain terutama untuk keluargaku.

#OneDayOnePost#Hari kesembilan
#hidupituperjuangan #gunakanmimpidantalenta