Kamis, 28 Januari 2016

Kerja sama yukkk

Posted by ratih honey on 12.09 with 6 comments
Ceritanya saya dulu pernah ditanya seorang pemuda yang belum terlalu lama saya kenal. Di awali pada saat saya masih kuliah jurusan Ekonomi tingkat 3 yang juga sedang mengikuti kursus singkat mengenai perbankan shariah untuk menambah wawasan dan kapasitas kemampuan saya. Pemuda itu juga seorang mahasiswa dan berprofesi sebagai reporter lepas di kampusnya.  Ditugasilah dia untuk mencari berita dan disanalah kami bertemu.

Adalah wawancara yang dia lakukan termasuk saya sebagai peserta kursus dan herannya saya juga dimintai tolong untuk menulis artikel lepas, mengisi salah satu rubrik dalam koran kampusnya dengan tema bebas. Kami bertemu beberapa kali dengan tujuan membahas artikel yang saya tulis dan ulasan yang dia buat untuk koran kampusnya mengenai perbankan shariah. Juga saat membahas budidaya jamur tiram yang dilakukan oleh pemuda itu sebagai sampingan cari uang saku tambahan.

Sekali lagi kami bertemu, masih di tempat kursus saya. Dia menyerahkan koran kampusnya yang sudah terbit. Saya melihat, tulisan saya ada di koran itu walaupun masih sebatas koran kampus tapi sudah membuat saya senang sekali. Sebelum kami berpisah, dia sempat berkata dengan wajah dan sikap yang serius. Saya diam dan mendengarkan penjelasannya, “Ra, Aku mau serius sama kamu, kalau kamu juga serius, Kita kerja sama yuk?” Respon saya, masih diam, saya mencoba mencerna arti dari pembicaraannya. saya ni masih bodoh atau polos ya, kayaknya beda tipis karena saya tidak faham bagian “kita kerja sama yuk?”, kerja sama apa?  Kok kerja sama? dalam hati saya.

5 tahun yang lalu pertanyaan pemuda itu sudah saya jawab. Paling tidak, saya mengerti pada bagian keinginannya untuk serius dengan saya. Hari ini saya mendengar seorang psikolog yang sedang berdialog di tv, mengatakan pernikahan itu adalah suatu kerja sama. Karena tidak ada satupun didunia ini pasangan yang benar-benar cocok, yang ada adalah saling bekerja sama untuk menciptakan keluarga yang diinginkan. Maka carilah yang mau bekerja sama. Nah!... Barulah saya teringat pada pemuda yang pernah menanyakan hal ini kepada saya. Ooo Begitu maksud pembicaraannya dulu, ternyata lebih serius dari yang saya duga. Ternyata pemuda itu lebih dewasa pemikirannya dari saya.

Pernyataan itu menurut saya ada benarnya. orang tua saya juga turut membuktikan itu. Bertengkar? pastinya, Sering? Iya juga, kadang kecil kadang besar. Apakah mereka cocok? Tidak tahu tapi akhirnya mereka tetap bersama selama 37 tahun sampai ajal memisahkan keduanya. Ibu saya telah menghadap Allah terlebih dahulu empat tahun yang lalu. Tapi kalau dikatakan tidak cocok, apa namanya?

#yukkk #hehehehe..

#OnedayOnepost#Hari 14

6 komentar:

  1. Masih menunggu siapa yang mau ngajak kerja sama :))))))

    BalasHapus
  2. Semoga ada yang mau bekerja sama

    BalasHapus
  3. Inshaallah nurul, akan datang pada waktunya ^^

    BalasHapus
  4. Iih desi..Ada doonkk, mau nunggu atau cari? Yukkk

    BalasHapus
  5. Jadi sekarang sudah bekerja samakah dengan pemuda itu? Hihih

    BalasHapus
  6. hihi yang ngajak kerja sama beda orang, mgkn jodohnya yg lain. ^^

    BalasHapus