Jumat, 01 April 2016

Pernikahan hari ke 730

Posted by cuap-cuap ratih on 18.52 with 2 comments
Tanggal 3 April menjadi catatan sejarah untuk Pasangan Blogger yang juga penulis atau penulis yang juga blogger? Ups.. salah fokus. Bukan ini yang mau di bahas eh iya juga deh.. heee labil. Melihat mereka berdua sedikit banyak membuat para jombloer agak- agak gimanaaa gitu. Aku sih senyum-senyum aja deh.

Di saat ini aku mengucapkan selamat atas Kolaborasi mereka dalam membuat buku duet yang diakui negara! Itu.. Buku Nikah! Semoga menjadi keluarga yang diberkahi dunia akhirat. Karena dua tahun lalu aku belum mengenal mereka dan baru sekarang bisa mengucapkannya.

Maka pada hari ini, aku juga bersyukur sekali bisa mengenal Bang Syaiha (www.bangsyaiha.com) dan Mba Ella (www.kataella.blogspot.com). Sesungguhnya tidak ada yang kebetulan di dunia ini, Allah sudah mengatur segalanya. Allah menyediakan apa yang menjadi kebutuhan hambanya. Bang syaiha, mba Ella aku butuh kalian, butuh teman-teman One Day One Post juga. Kalian butuh aku tidak? Ah, ya sudahlah aku tau kalian juga butuh aku. Entah untuk bagian apanya. Mudah-mudahan bukan bagian membuat kerusuhan ya!

Tentunya pernikahan hari ke 730 itu masih terasa wanginya seperti baru kemarin terjadi, masih terngiang suara pak penghulu menuntun untuk mengucapkan akad. Tentu bahagia sekali rasanya, setiap detail peristiwa mengesankan itu terekam dalam memori.

Bang syaiha dan mba ella, masih belum banyak peristiwa yang dialami dalam pernikahan ini maka bersiaplah menghadapinya. Isi hati kalian dengan degup jantung berbaik sangka. Perlahan dengan nafas pengertian. Pandangan mata penghormatan dan dekapan kasih sayang.

Manusia tidak pernah siap menjalani hidup… sendiri. Meski perih menanti dia tetap akan menanti. Berbahagialah karena kalian dalam ikatan suci ini. Terbayang benang merah yang mengikat satu dibawah naungan Allah. 


Berikan sang waktu berputar agar lebih mengenal pesonanya. Terlebih sekarang ada alif kecil yang hadir dalam hidup kalian. Sedikit dari aku yang apa-apalah ini, untuk berhati-hatilah dalam berkata-kata karena perkataan orang terdekat bisa jadi pendorong semangat atau peluka hati seperti menancapkan belati menusuk kalbu meninggalkan luka yang mungkin akan sulit disembuhkan. Eh.. Ini mengapa begitu serius, maaf, aku bukan orang yang ingin merusak suasana. Akan selalu ku doakan untuk Bang syaiha dan Mba Ella agar bisa langgeng terus rumah tangganya, di jaga  dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin ya rabbal alamin.


Selasa, 29 Maret 2016

Tidak Ada Ide

Posted by cuap-cuap ratih on 21.03 with 2 comments
Saya jadi inget, seorang teman berkata “tidak ada ide adalah sebuah ide”. Arisan minggu keempat ini, sempat membuat saya juga tidak ada ide mau menulis apa, tapi disitulah idenya. Masih bingung ya? Iya itu idenya tidak ada ide.

Grup ODOP di whatapp itu trafficnya sangat tinggi, sekali lengah bisa manjat ratusan percakapan, tapi ternyata itu yang membuat saya selalu ingin nimbrung apapun temanya, yang kadang temanya itu tidak ada tema. Adakah kesamaan dengan pernyataan diatas?

Ternyata tidak adanya sesuatu itu memberi arti atas adanya sesuatu. Dari yang tadinya ada lalu kemudian tidak ada pastinya akan ada perbedaannya. Nah teman-teman yang dapat arisan kali ini rata-rata sering bergabung juga dalam percakapan di grup whatsapp seperti mba Sabrina dengan memoar-random.blogspot.com, pernah bilang untuk menghindari ketidak aktifan mengepost dalam waktu 5 hari berturut-turut, sebelum hari ke 5 harus bisa mengepost tulisan. Gubraksss but nice advise, lumayan daripada tidak. Peace mba sabrin! Kami sangat memahami kesibukan semua ODOPer, tetap semangatlah, buat saya juga. Mba sabrin cukup aktif ber-WA, sampai akhirnya mendapat bagian untuk mengkoordinasi warga ODOP menghasilkan antologi. Semoga segera terealisasi yaa

Peserta yang mendapat arisan berikutnya adalah Irmasari yang punya asapenazahra.blogspot.co.id yang kadang tertukar dengan kembarannya Irma Anggraini, sampai-sampai membedakannya dari sudut pandang status. “Yang jomblo, Irma yang mana?” Kata ketum Jomblo syar’i mencari anggotanya yang hilang. Irma dua-duanya juga cukup aktif memberikan warna dalam percakapan dalam grup ODOP.

Ada lagi mas Aydi yang sering di panggil mbak, yaa harap maklum namanya juga di dunia maya tidak semua terbuka dengan jelas. Untungnya mas Aydi tidak tersinggung lalu keluar dari ODOP, pasti mas Aydinya yang rugi kalau itu sih. Coba di tengok ayam bertelur, blognya mas Aydi Rain ceritafiksibelumselasai.blogspot.co.id, ada ayamnya tidak?

Nih pengurus ODOP Batch 2 yang mendapat giliran dapat arisan, Mba Roma Pakpahan. Sempet juga di panggil mas, mengapa jadi terbalik-balik ya? Mungkin karena kurang kenalan nih. Walaupun tidak terlalu aktif di grup WA mba Roma pemilik blog romapakpahan.blogspot.ci.id, tetap eksis di grup link share post ODOP, itu adalah grup tempat kita share tulisan, biar mudah saat kita ingin mengunjungi blog teman-teman istilahnya blog-walking

Nah begitulah sekelumit cerita dari tidak ada idenya kali ini yaitu tidak ada tema. Yang merupakan ide dan tema tulisan kali ini. Semoga yang membacanya tidak bingung dan kalau bingung boleh tanya lagi, kalau tidak jelas, memang begitulah adanya. Di cek dan intip-intip nama blog-blog warga ODOP pemenang arisan minggu ini. Saya yakin disana akan mendapatkan kejelasan dari karya-karya mereka. Mudah-mudahan suka yaaa

#tetap menulis setiap hari #buat tangar sendiri :P


Sabtu, 26 Maret 2016

Bukan Sembarang Pedia

Posted by cuap-cuap ratih on 23.53 with No comments
Hari ini aku baru beli buku, huahaha sombong tapi daripada bengong kayak sapi ompong lebih baik baca ajalah. Sebetulnya jalan-jalan beli bukunya sih yang aku cari, karena sudah seminggu ini selalu tidak kuat untuk menahan kantuk dan tidak sempat lagi untuk menulis -apa hubungannya?-. Mata ini bukan lingkaran mata panda lagi tapi sampai lingkaran set.. eh jangan deh serem. Lingkaran yang tidak mempunyai sudut.  

“Neng bapak kamu punya kemidi ya?”
“kok tau”
“Saya jadi pusing, kamu muter-muter terus diingatan saya”
  Huekkk..

Ternyata ada hubungannya,
Pertama, karena saya sering tidur pada malam hari, jadi siang hari saya bangun masa tidur terus. Kapan kerjanya kalau tidur terus.
Kedua, saya lebih baik menahan lapar daripada nahan kantuk, biasa puasa cieee akhir bulan -.- wew
Ketiga, saya tidak sempat membaca, karena ada panda menghalangi mata saya.
Keempat, Karena saya kurang membaca maka saya juga sulit untuk menulis.

         Itulah hubungannya. Bukunya juga bukan buku yang harus mengerutkan kening biar otak sedikit miring, tapi hanya bacaan ringan saja. Judul bukunya ”Ensiklopedia Tata Bahasa Indonesia”, bukan pedia- pedia yang abal-abal. Sampai tulisan ini di ketik dan hampir diposting belum aku buka bukunya. Demi kamu aku mencoba mengintip apa saja yang terdapat dalam buku itu. Ternyata banyak yang belum aku ketahui mengenai isinya. Ada mengenai pengertian dan dasar-dasar EYD, Cara menulis awalan, kata depan, bentuk sisipan, membentuk kalimat dan sebagainya. Sepertinya saat belajar Bahasa Indonesia, saya lebih sering mengunjungi gerobak tukang ketoprak di warung sebelah. Rencana saya sih yang penting punya dulu, nanti saya pakai saat saya sedang proses editing naskah buku saya, aih.. aih.. Aamiin saja deh.

           Satu lagi buku yang saya beli berjudul “Eat that frog” hiyaa masa suruh makan kodok. Desain bukunya sih betulan ada gambar kodoknya tapi sebagai ganti huruf O di kata frog. Kenapa aku milih buku ini. Pertama Judulnya yang menarik perhatian “Eat that frog” apa maksudnya itu jadi kepikiran. Wah saat buat buku nanti akan saya pikirkan judul buku yang menarik seperti ini. Kalimat selanjutnya “Cara Dahsyat Mencapai Hasil Lebih Banyak dengan Bekerja Lebih Sedikit”, bisa ditebak maksud saya, mengapa membeli buku ini kan? Intinya adalah mengendalikan diri dalam menata waktu. Belum banyak yang bisa saya ceritakan karena saya juga belum membacanya. Maka tulisan ini akan dilanjut besok lagi. Akan saya ceritakan mengenai isinya, bila saya sudah faham dan lebih bagusnya sudah saya praktekkan. Jadi tulisannya bersambung ya..





Kamis, 24 Maret 2016

Keteladanan Orang Tua

Posted by cuap-cuap ratih on 22.07 with 2 comments
Dalam mendidik anak membutuhkan proses. Anak bukanlah duplikasi orang tuanya. Tidak selalu apa yang diinginkan orang tua anak harus menurut. Orang tua mungkin merasa jalan yang dipilihkan untuk anak merupakan jalan yang terbaik untuk kebaikan anak itu sendiri. Tidak memikirkan apa yang anak inginkan bukan sesuatu hal yang bijaksana. Anak juga mempunyai kemauan dan kemampuannya sendiri. Menggunakan filosofi kopi, meskipun kopi dilarutkan dengan gula dan air, namun tetap terasa kopinya bahkan bertambah manis dan harum.  Dengan tidak menghilangkan sifat dan ciri anak yang sesungguhnya, orang tualah yang menambah manis sifat dan karakter anak. Sehingga anak tumbuh menjadi anak yang lebih bermanfaat.
A.  Pencontohan
Proses berkembang itu dari kecil menjadi besar, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa dan semua membutuhkan waktu dan latihan. Begitu juga orang tua, walaupun sudah banyak pengetahuan dan pengalaman dalam mendidik anak tetap saja harus selalu belajar dan berlatih. Apalagi anak-anak yang masih polos dan belum berpengalaman, tentunya banyak yang harus diingat dan dipelajari. Perkembangan yang dimaknai dengan perubahan dalam diri individu secara fisik dan psikis berlangsung secara sistematis, progresif dan berkesinambungan, akan menentukan sikap dan kepribadiannya dalam bersosialisasi di kehidupan.
Sifat Rajin akan muncul bila anak dapat memiliki kemampuan menilai dan memahami kondisi di sekelilingnya. Pengalaman adalah guru terbaik dalam mengajarkan anak. Awalnya anak di contohkan kemudian anak dibimbing melakukan dengan kekuatan dan kemampuannya sendiri. Orang tua adalah Teladan. Contoh yang paling dekat dan paling konkrit bagi anak. Anak akan melihat dan meniru orang tuanya. Seperti membereskan tempat tidur setelah bangun. Anak akan melihat orang tuanya melakukan hal itu dan anak akan mengikuti. Kita tidak bisa mengharapkan anak akan tahu dengan sendiri apa yang harus dilakukannya. Cara yang paling efektif dalam menularkan kebiasaan salah satunya dengan memberi contoh. Secerdas apapun sang anak bila belum pernah merasa, melihat atau mendengar boleh jadi nantinya akan kesulitan, saat hal-hal itu diperlukan.

B. Pelatihan
Selain memberi contoh atau model yang terpenting adalah prakteknya. Pada awalnya anak di berikan contoh lalu anak diminta untuk mengerjakan sendiri sesuai dengan kemampuannya. Secara Fisik dan Psikis tiap anak berbeda. Hal itu yang harus kita hargai. Menilai kemampuan anak bukan berdasarkan kesamaan dengan kemampuan orang tua artinya anak-anak mungkin belum sama baiknya dengan apa yang orang tua lakukan. Menilainya harus dari taraf kemampuan anak sebelumnya. Misalkan dalam menyapu halaman tentu pekerjaan anak tidak serapi dan sebersih orang tuanya, bila masih ada kotoran atau sampah tersisa masih dalam batas yang normal. Tidak perlu juga orang tua membandingkan dengan anak lainnya, berfokus saja dengan perkembangan kemampuan anak kita. Praktek yang sudah dilakukan bila dikerjakan dengan tekun dan konsisten akan membuat anak menjadi lebih terlatih dan menjadi pembiasaan dalam rutinitas hidupnya.

C.  Harapan Orang Tua
Orang tua boleh saja berharap kepada anaknya, tetapi juga tetap memperhatikan kemampuan dan kemauan anak, karena pada dasarnya anaklah yang akan menjalani kehidupannya sendiri nanti. Orang tua haruslah memberikan fasilitas yang terbaik untuk anak, fasilitas disini dalam arti bukan memanjakannya dengan memberikan semua yang anak minta, tetapi menjadi pendukung agar anak dapat belajar dan berkembang sesuai dengan kebutuhannya. Orang tua dapat bekerjasama mencari jalan keluar bila anak mempunyai masalah, istilahnya memberikan kail untuk anak bisa mencari ikannya sendiri bukan selalu di beri ikan. Anak diberikan bimbingan agar bisa meneyelesaikan permasalahannya sendiri (Problem solving) sesuai dengan nalar anak.

Pemahaman tentang anak akan memberikan implikasi terhadap kebijakan orang tua dalam mendidik. Sehingga Harapan Orang Tua tidak menjadi beban anak, bisa jadi motivasi anak untuk dapat memenuhi harapan orang tuanya. 

#Menulis Setiap Hari yang Bermanfaat# Semoga :)

Senin, 21 Maret 2016

Tugas Mengarang

Posted by cuap-cuap ratih on 20.34 with 3 comments
“Leniii, cepaattt sudah mau masuk,” ujar Rina sedikit berteriak. Leni berusaha sekuat tenaga berlari menuju kelas. Usahanya tidak sia-sia. Leni sudah dikelas dua menit sebelum Bu Audrey masuk. Gara-gara mengantri ke kamar kecil hampir saja Leni tidak bisa masuk kelas. Bu Audrey termasuk guru yang sangat disiplin. Bila ada anak-anak kelas 9 yang terlambat masuk atau masuk setelah Bu Audrey sudah ada didalam kelas itu artinya murid yang telat akan belajar di ruang BP bersama Bu Julia dan mendapatkan bonus soal Bahasa Indonesia satu lembar folio. Ajib!

Bu Audrey mengawali pelajaran ke 3 ini dengan mengabsen.
Leni Marliany.” Sebut Bu Audrey
“Hadir Bu,” ujar Leni sambil mengangkat tangan kanannya.
“Hadir Bu”
“Sri wahyuni” Tidak ada jawaban
Sri Wahyuni?” tanya Bu Audrey
“Sakit bu,” jawab Rina
“Ada surat sakitnya?” tanya Bu Audrey lagi
“Tadi ada di meja guru bu,” Jawab Rina sang ketua kelas.
Bu Audrey menyisir permukaan meja dengan pandangannya tapi amplop surat sakitnya sri tidak ada.
“Tidak ada di meja,” kata Bu Audrey. Sambil melihat ke arah Rina. Rina dengan kikuk ikut memandang Bu Audrey lalu ke meja guru mencari amplop itu, reflek tubuh Rina berdiri dan berjalan kedepan, tiba-tiba mata Rina melihat amplop putih tergeletak dekat kaki meja guru. Kemudian memungutnya. Ternyata memang surat dokternya Sri. Lalu menyerahkan surat itu ke Bu Audrey dan kembali ke mejanya diurutan 3 selurusan Meja guru.
“Oke, kita lanjutkan,” kata Bu Audrey
“Hadir bu” Lalu Bu Audrey menutup buku absen dan berdiri didepan kelas.
“Oke semuanya sekarang perhatikan saya.”
“Buka buku cetak halaman 68 sampai 78, saya beri waktu 15 menit untuk membacanya lalu setiap orang siapkan satu pertanyaan seputar tema itu atau boleh keluar sedikit dari yang kamu baca asalkan masih ada kaitannya dengan tema yang akan kita pelajari” intruksi Bu Audrey.

Semua murid tidak ada yang bersuara, masing-masing fokus membaca dan mencoba membuat pertanyaan. Karena Bu Audrey akan mengeceknya satu persatu walaupun dikelas ada 30 murid. Begitulah cara Bu Audrey mengajar Bahasa Indonesia. Di awal pelajaran selalu saja muridnya di suruh membaca, entah itu materi, contoh soal atau tulisan yang memang sudah disiapkan. Bu Audrey selalu menekankan pada muridnya untuk banyak membaca. Bahkan Bu Audrey pernah mengajarkan cara membaca cepat.

“Rin, pertanyaanmu tentang apa?” tanya Lina teman sebangkunya Rina.
“Tentang tanda baca lin, terutama pada percakapan,” jawab Rina.
“Ooo” balas Leni. Leni pun sudah menyiapkan pertanyaannya. Membuat pertanyaan itu membuat orang menjadi lebih berkonsentrasi. Dari enam kata tanya, tentu akan ada satu yang bisa diajukan.
Didepan bangku Leni dan Rina, Ada Ulfa dan Sri tapi karena Sri sakit maka hanya ada Ulfa sendirian. Hal ini tidak jadi masalah buat Ulfa walau tidak ada teman diskusi tetap Ulfa bisa mengerjakannya sendiri, sebagai pemegang rangking pertama dikelas tentu Ulfa sudah siap dengan pertanyaannya.

Lima belas menit sudah berlalu, kemudian Bu Audrey menyuruh Rina mengumpulkan pertanyaan murid-murid. Setelah terkumpul Bu Audrey mengelompokkan pertanyaan yang hampir serupa walau tidak sama. Dari pertanyaan itu Bu Audrey menjelaskan lebih rinci dan lebih dalam mengenai materi yang di baca sebelumnya.

“Jadi, kalian sudah mengerti pelajaran kita hari ini?” tanya Bu Audrey menunggu jawaban murid-muridnya.
“masih ada yang mau ditanyakan?“ tanya Bu Audrey sekali lagi. Mungkin murid-muridnya sudah lelah karena tidak ada lagi yang mengajukan pertanyaan lanjutan.
“Oke kalau begitu, Ulfa sudah kau catat sepuluh pertanyaan beserta jawabannya tadi?” tanya Bu Audrey kepada Ulfa.
“Sudah bu, tapi masih berantakan,” jawab Ulfa segera.
“Ya tidak apa, nanti minta bantuan Leni atau Rina untuk merapikannya, kan bisa di bagi dua tuh, juga bagikan kepada teman-teman yang lainya. Berikan saya satu kopiannya ya,” kata Bu Audrey.
“Untuk Tugasnya coba buat karangan bebas minimal tiga halaman, dengan mengaplikasikan apa yang hari ini kita pelajari dan dikumpulkan dua minggu lagi ya, kalau kalian menulisnya di blog boleh kasih saya namanya nanti saya komentar disana.” Intruksi Bu Audrey sebelum keluar kelas, karena jam pelajarannya sudah selesai. Akhirnya wajah murid-murid kelas 9 tampak lebih santai sekarang karena masuk pelajaran olah raga.


#Menulis setiap hari# Para tokoh diatas adalah penulis dan bisa dilihat tulisannya dengan mengklik nama mereka J

Sabtu, 19 Maret 2016

Kepergian Mendadak

Posted by cuap-cuap ratih on 00.50 with No comments
Empat tahun enam bulan lalu lebih tepatnya 25 september 2011, wanita yang sering ku sebut mama telah berpulang ke rahmatullah. Masih terasa lekat dalam ingatan, masih terasa kosong, masih lemah hati ini sejak di tinggalkan oleh sosoknya. Selama duapuluh empat tahun selalu didekatnya namun setelah menikah kucoba mandiri dan jauh darinya. Sesekali saja aku berkunjung. Tak ada kata betapa aku mencintainya, selalu memikirkannya, dan kusadari itu setelah dirinya pergi jauh sekali dan tidak akan kembali. Terkadang aku memimpikannya, kurasakan ketenangan dalam wajah dan sikapnya. Hanya merasakan kehadirannya dalam bunga tidurku, walau kusadari dirinya sudah tiada tapi dia ada. Mungkin ini pekerjaan alam bawah sadarku yang melakukan penyangkalan.

Betapa peristiwa itu tidak akan kulupakan. Sejak suami pergi keluar kota untuk meneruskan pendidikannya selama kurang lebih tiga setengah tahun, aku tinggal di rumah mama. Aku merasa sepi dirumah hanya dengan kedua anakku. Kami memang memutuskan LDR sementara waktu, salah satu alasannya karena anak masih terikat dengan sekolahnya dan hal lainnya. Rencana masih bisa berubah kami masih dalam penjajakan mana yang terbaik buat kami jalani.

Minggu pagi Tidak seperti biasa, rupanya aku bangun lebih pagi dari mama. kulihat lampu-lampu rumah masih menyala bekas semalam. Akhirnya aku yang mematikan lampu-lampu karena cahaya putih mulai memasuki ruang-ruang dalam rumah. Ku longok kamar mama masih dalam keadaan gelap. Tidak ada pikiran apapun saat itu.

Perlahan ku buka pintu kamar, tampak mama masih berbaring di kasurnya. “maa,” panggilku. Tidak ada jawaban. Kupikir mama masih tidur. Entah bagaimana aku merasa ada yang aneh, hatiku berkata lain, dengan cepat otak ku menangkap hal yang tidak sesuai. Kudekati kasur mama. Kupanggil lagi, mama diam tidak bergerak. Segera kusingkap selimut tubuhnya, kulihat basah pada Kasur dimana mama berbaring, kupegang tubuhnya terasa dingin. Otakku tahu kalau mama sudah meninggal, tapi hatiku tidak percaya. Bagaimana mungkin itu terjadi? Semalam masih terngiang rencana kita untuk menjenguk papa yang masuk ruang intensif coronary care unit pasca operasi jantungnya. Bahkan mama menginstruksikan apa yang harus kubawa besok.

Jantungku berdetak kencang, langsung saja aku keluar kamar dan berteriak memanggil adik-adikku yang masih tidur. Aku sendiri setelah itu langsung memakai jilbab dan keluar rumah menuju rumah tetanggaku yang perawat. Aku ingin bertanya apa yang harus aku lakukan. Suami jauh diluar kota, adik laki-lakiku sedang menjaga papa di rumah sakit. Sisa orang yang ada di rumahku hanya adik-adik perempuan dan anak-anakku. Tetanggaku mencoba menenangkan diriku karena dia tidak bisa mendengar apa yang aku bicarakan, bicaraku gugup dan bercampur dengan tangisan. Akhirnya dia ikut mengecek kondisi mama dan menyarankan aku untuk membawa mama ke rumah sakit dulu.

                                                            ***

Di rumah sakit, dokter menyatakan mamaku menderita heart failure ya gagal jantung lalu aku dengan segenap tenaga menghubungi adik laki-lakiku yang sedang di rumah sakit lain.
“Hallo dek?”
“Ya mba, kenapa?”
“papa gimana?”
“masih di ICCU, mungkin besok masuk ruang perawatan.”
“Ooo,  dek, mama!.”
“kenapa mama?”
“Mama dah ga ada dek!”
“Ga ada gimana?, semalemkan pulang.”
“Mama sudah meninggal!”
“Yang bener kamu mba?! Sakit kali? Kamu urutin aja dada atau kepalanya.”
“Benerrr dek!, aku sekarang dah di rumah sakit!, Kalau ga percaya kamu kesini!”
“Ya udah tunggu aku, tiga puluh menit lagi sampai sana.”
Tidak ada satupun yang percaya, tidak aku juga tidak adikku. Mungkin juga orang-orang terdekat yang aku hubungi. Kenyataannya ini terjadi. Suamiku langsung pulang dengan penerbangan kedua. Om dan tanteku juga datang, Rasanya aku sudah tidak kuat berdiri.
                                               
                                                             ***

Kesuksesan kita hidup didunia mungkin bukan banyaknya harta dan kemewahan yang kita punya, tapi bagaimana saat kita meninggalkan dunia ini. Apakah banyak orang sudah merasakan manfaat adanya kita? apakah kita sudah memberi arti akan kehadiran kita? Apakah orang lain merasa kehilangan kita saat kita sudah tidak ada lagi?

Biarlah menjadi hikmah dalam hidup, kematian datangnya tidak disangka-sangka, tidak dapat diperkirakan, bisa siapa saja, kapan saja, dimana saja.  Meski sampai sekarang masih menyisakan trauma bagiku, tidak bisa lihat orang yang tidur dengan posisi yang sama dalam jangka waktu tertentu, karena aku akan memperhatikan dadanya, membangunkannya sedikit dengan menggoyangkan tubuh atau memanggil namanya. Semoga ini selalu menjadi pengingatku sebagai manusia yang fana.


#menulis setiap hari #maaf cerita sedih #sebenarnya sudah pernah menulis cerita yang mengesankan di “Adik Ara" hehe dicek ya..

Kamis, 17 Maret 2016

Keluarga Super Rajin

Posted by cuap-cuap ratih on 02.50 with 2 comments
       Dari kecil kita selalu diingatkan untuk selalu menjadi anak yang rajin apapun yang kita lakukakan. Dalam hal belajar maka muncul slogan “Rajin pangkal Pandai” karena, bila kita pandai diharapkan nantinya menjadi orang yang sukses dan berhasil.

            Dalam bekerjapun lebih mengutamakan pekerja yang rajin apalagi ditambah pintar. Rajin itu termasuk salah satu kunci sukses. Orang yang rajin biasanya akan mendapat keberhasilan. Keberhasilan yang diperoleh dengan melakukakan banyak pekerjaan yang tentunya dilakukan oleh orang yang rajin bukan yang malas. Sukses hanya dapat diraih dengan kerja keras. Kesuksesan tidak terjadi secara instan.

          Sifat manusia memang cenderung malas dan sering berkeluh kesah meskipun begitu merupakan hal yang manusiawi. Ada kalanya kita merasakan tidak mood dalam mengerjakan pekerjaan kita atau dalam beribadah. Maka Rajin ini menjadi salah satu tantangan yang besar dalam hidup manusia. Bagaimana manusia menjadikan dirinya Rajin dan lebih bermanfaat dalam kehidupan?

            Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Rajin itu suka bekerja, sungguh-sungguh bekerja atau selalu berusaha giat. Definisi ini menggambarkan bahwa sifat ini merupakan sifat baik yang perlu selalu dikembangkan.

            Rajin merupakan suatu bagian dari etos kerja. Sebelum masuk ke sifat Rajin dibahas dulu sedikit mengenai etos kerja ini. Etos kerja merupakan etika atau sikap dalam bekerja. Etos dibentuk dari suatu kebiasaan, pengaruh, budaya serta sistem nilai yang diyakininya. Etos kerja dapat menunjukkan karakter moral seseorang dan yang lebih luasnya lagi dimiliki oleh bangsa tertentu. Nilai-nilai yang terkait dengan etos kerja seperti rajin, displin, ulet, tekun dan lain sebagainya. Bagaimana nilai-nilai ini tercipta? Dalam perjalanan waktu, nilai- nilai etika awalnya tidak menonjol pada seseorang atau suatu bangsa namun kemudian menjadi menonjol karena nilai-nilai tersebut menjadi suatu kebiasaan, contohnya pada bangsa-bangsa atau negara maju seperti jepang, jerman, barat yang memiliki etika displin, bekerja keras, tepat waktu, ulet dan rajin yang merupakan respon mereka dalam bekerja dan kesehariannya. Bila kita ingin Negara Indonesia menjadi negara yang maju dan makmur tentunya sifat Rajin ini harus dijadikan sifat yang membudaya dalam setiap kehidupan warganya. Maka dari itu, sifat Rajin harus dibiasakan dari kecil dan dilestarikan dalam lingkungan keseharian.

Pendapat umum banyak yang memberi pengertian dan pandangan lain mengenai sifat Rajin ini.

“Anak yang Rajin itu bisa membantu teman dan orang tuanya tanpa disuruh. Selalu mempunyai inisiatif setiap melihat suatu masalah, memiliki empati kepada temannya, senang membantu setiap kesusahan orang lain.”

“Anak yang Rjin merupakan anak yang mampu memanfaatkan dan menggunakan waktu yang di miliki dengan tepat.”

“Anak yang Rajin itu Anak yang displin karena dapat mengerjakan tugasnya sebelum atau dengan tepat waktu.”

“Anak yang Rajin biasanya anak yang Mandiri karena tanpa disuruh dapat melakukan tugasnya.”

“Anak yang Rajin termasuk anak yang mampu meniru sifat baik dari orang tua atau lingkungannya”

“Anak yang Rajin itu tergantung sudut pandang dan nilai-nilai yang dianut orang tua, yang ada intinya bagaimana pengharapan orang tua terhadap anak.”

Rajin dapat di lihat dari berbagai sudut pandangan, tergantung dari harapan orang tua. Nilai-nilai ini yang harus di tularkan orang tua kepada anaknya.

Pengalaman adalah guru terbaik dalam mengajarkan anak. Anak diberi contoh mengenai sifat Rajin ini lebih dahulu. Setelah di contohkan lalu anak dibimbing melakukan dengan kekuatan dan kemampuannya sendiri. Orang tua adalah Teladan. Contoh yang paling konkrit dan paling dekat dengan anak. Anak akan melihat dan meniru orang tuanya. Seperti membereskan tempat tidur setelah bangun. Anak akan melihat orang tuanya melakukan hal itu dan anak akan mengikuti. Kita tidak bisa mengharapkan anak akan tahu dengan sendiri apa yang harus dilakukannya dan cara yang paling efektif menularkan kebiasaan dengan memberi contoh dan melatihnya setiap hari. Sehingga menjadi pembiasaan dan konsistensi dalam rutinitas hidup.
          
        Dalam mendidiknya juga membutuhkan proses. Menggunakan filosofi kopi, meskipun kopi dilarutkan dengan gula dan air, namun tetap terasa kopinya bahkan bertambah manis dan harum. Mendidik anak bukan membuat duplikasi dari orang tuanya, dengan tidak menghilangkan sifat dan ciri anak yang sesungguhnya, orang tualah yang menambah manis sifat dan karakter anak. Sehingga anak tumbuh menjadi anak yang lebih bermanfaat.
      
        Ada 4 tahap yang dapat digunakan sebagai salah satu acuan dalam mendidik anak, yakni dengan mengatagorikan menurut usia. Cara mendidik anak dengan lebih hangat menjadi sahabat atau temannya. Yang utama lainnya adalah memillihkan lingkungan terutama anak yang sebagian besar waktunya dihabiskan di luar rumah seperti di sekolah, tempat les, atau mengikuti kegiatan ekstrakulikuler. Penting berikutnya menanamkan nilai-nilai ketauhidan agar anak tidak saja pintar tapi juga memiliki kesadaran akan maksud hadirnya di dunia. Mengerti akan jatidirinya.

            Itulah mengapa penting sifat Rajin* dibiasakan dan di konsistenkan dalam kehidupannya ini. Bukan saja untuk keberhasilan anak namun juga keberhasilan suatu bangsa.

Demikianlah.  


Sumber gambar:www.anakvidoran.com



 sumber gambar: www.kaskus.co,id

Rabu, 16 Maret 2016

Percaya Pada Mimpimu

Posted by cuap-cuap ratih on 23.27 with 2 comments
Apa mimpimu? Mimpiku menjadi seorang penulis yang minimal bisa menghasilkan satu buku seumur hidup. Hanya segitu saja? Aku sih punya daftar apa yang ingin aku lakukan tapi yang satu itu pun saja belum terealisasi sampai hari ini. Masih terus diusahakan.

Pernah aku mendapat pertanyaan dari seorang kawan, “Hai pa kabar?  Gimana progres nulisnya?” jawabku,” Alhamdulillah baik, masih nulis setiap hari inshaallah.” Aku tentunya senang bila di dukungan keluarga, saudara juga teman-teman. Atau salah satu dari itu dalam prosesku untuk berkembang menjadi seperti apa yang aku cita-citakan. Apakah itu mutlak? Mungkin tidak yang penting Allah mendukung.

Apakah tulisanku berguna? Ya tentu saja minimal untuk diriku sendiri. Menulis itu buat aku sama dengan cinta dan buang angin, tidak bisa di tahan. Karena itu aku memilih menulis setiap hari (menulislah!). Biarpun hanya tulisan keseharian yang tidak penting menurut orang lain, tapi tahukah bahwa hikmah hidup didapat dari keseharian kita dan hal itu kadang tidak terekam kalau kita tidak menuliskannya. Bukankah kita jadi tahu bagaimana pemikiran R.A Kartini kala itu dari catatan hariannya, surat-surat yang di tulis kepada temannya. Apakah itu hal yang remeh? Mana tahu itu akan menjadi catatan penting saat kita sudah tiada. Hahh hanya dapat menghela nafas terima saja kalau ada yang bilang tulisan kita itu biasa saja. Trus masalah buat lo?! Hihi lupakan.

Maka kalau tidak menulis aku akan merasa ada yang mengganjal, serasa dikejar oleh sesuatu karena belum posting, terngiang belum nulis.. belum nulis.. oleh suara gaib mungkin itu suara hati ya entahlah jadi merinding setiap belum nulis. Apalagi sampai sekarang masih ikut grup ODOP, Special Request buat bang syaiha untuk tetap mempertahankan grup ini forever. Hiks jadi baper.. (Baca Efek ODOP) padahal ingin tulisan motivasi ceritanya.

Begitu banyak suara negative yang kita dengar. Sudah sekian lama, belum juga tercapai cita-citanya lalu timbullah keraguan. Padahal sudah menuliskannya dan berusaha keras untuk itu. Seperti aku yang sudah menuliskannya dalam buku impian, dalam hati, dalam pikiran sampai mencatatnya di blog ini, di media sosial, mengatakan kalau aku ingin menjadi penulis, ingin menghasilkan buku. Mungkin kamu juga pernah merasakan itu? Tapi masih belum juga berhasil. Ada Tips ke 4 dari Hendra hilman “if you persue and continue to persue your dreams, its mean you BELIEVE IN your dreams you will get what you’ve dreamed on. Artinya jika kamu mengejar dan terus megejar mimpimu, itu artinya kamu percaya pada mimpimu, kamu akan mendapatkan apa yang kamu impikan. Mungkin kita belum membayangkan mimpi kita menjadi nyata. Bahasa kekiniannya menghayati mimpi dengan hati. Belum ada kepercayaan dan keyakinan pada mimpi kita bahwa semua itu dapat berhasil. Seperti kata Hendra Hilman “Goal tanpa penghayatan akan kering hasilnya. Jadi kita rasakan dan bayangkan secara emosional, bagaimana rasanya jika impian tersebut tercapai?”

Mari bersama-sama kita membayangkan saat kita berhasil dengan apa yang kita impikan. Perasaan yang muncul saat mencapainya. Gambaran kesenangan yang kita rasa, betapa bangganya kita, mungkin juga keluarga bahkan teman-teman yang mendukung kita, memberikan efek positive dari apa yang sudah kita lakukan. Bayangkan wajah mereka tersenyum dan bahagia. Tepukan bangga di punggung dari orang tua. Menghilangkan senyum sinis dari wajah orang yang tidak menganggap kita. Tentu banyak tujuan yang ingin dicapai dengan impian kita itu. Bayangkan dengan detail dan yakinlah. Kita harus percaya impian kita akan berhasil. 
Sumber gambar:simfonikehidupan

#Menulis setiap hari# Motivasi


Senin, 14 Maret 2016

Ada Apa dengan Bulan Maret 2016

Posted by cuap-cuap ratih on 21.31 with 1 comment
Ini sudah memasuki pertengahan bulan maret atau bisa dibilang minggu ketiga di bulan ini.

Apa yang sedang kamu rasakan? Dingin karena hujan. Gejala alam menunjukkan bulan maret masih dalam musim penghujan, bahkan menurut www.accuweather.com terjadi hujan singkat sampai badai petir, hal yang sama pula menurut perkiraan BMKG, ada sebanyak 8 ZOM (Zona Musim) 23%. Mengakibatkan beberapa kota di Indonesia tergenang oleh banjir. Ada juga yang terkena gempa.

Saya mengamati cuaca karena memang ada perlunya. Pertama karena mau tidak mau saya harus memperbaiki atap rumah. Kedua di bulan maret ada libur tanggal 9 memperingati hari Raya Nyepi dan tanggal 25 Hari wafatnya Isa Al Masih yang jatuh pada hari jumat, tau kan artinya itu akhir pekan yang panjang. Tidak pengaruh juga karena saya tidak bisa berlibur dengan berbagai alasan. Jadi statusnya sekarang butuh piknik.

Di bulan maret juga ada fenomena yang paling di tunggu oleh pengamat benda-benda langit yakni Gerhana Matahari Total dan lebih spesialnya dapat dilihat hanya di Indonesia. Suatu pengalaman yang berkesan ternyata saya dan keluarga dapat mengalami peristiwa yang langka ini dan kami juga turut ikut sholatnya. Entah kapan bisa menyaksikan Gerhana Matahari lagi. Bulan yang mengitari Bumi dan Bumi yang mengitari Matahari adalah Hitungan sang Pencipta yang setepat-tepatnya.  Dan sekarang saya merasa ada bintang-bintang yang mengitari kepala saya, Pusing!

Cuaca yang di pengaruhi oleh El Nino dan La Nina pada wilayah Indonesia tak seindah namanya, kalau El Nino mempengaruhi musim kemarau maka, curah hujan berlebihan yang menyertai kedatangan La Nina dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah Indonesia. Faktor Iklim seperti ini sedikit banyak mempengaruhi fisiologi manusia. Suhu udara mempengaruhi metabolisme tubuh. Terjadinya perubahan iklim dapat menimbulkan transmisi beberapa penyakit infeksi dan mempunyai dampak terhadap populasi perkembangbiakan sejumlah kuman penyakit seperti virus dan bakteri. Coba yang dapat ditransmisi adalah lemak-lemak berlebih di tubuh ini kepada orang yang kekurangan dan mungkin membutuhkan. #Pingin langsing tapi ga mau diet.. atau IQ nya pak BJ Habibie yang sampai 200 itu.. bener-benar genius!

Nah itu yang terjadi di bulan Maret di lihat dari sudut fenomena alam.
Tipsnya pada bulan maret tahun 2016 yaitu:
  •     Lakukanlah Perbaikan atap rumahmu pada musim bukan penghujan apalagi di musim salju,      untungnya di  Indonesia tidak ada musim itu.
  •      Rencanakan liburan atau piknik jauh-jauh hari, dengan berbagai alasan agar kamu akhirnya        harus liburan.
  •      Jaga Kesehatan dengan mengkonsumsi makanan yang dapat meningkatkan imunitas tubuh.        Juga menjaga pola makan yang baik. Jangan lupa olah raganya.
  •      Banyaklah membaca dan belajar biar pintar seperti pak BJ Habibie tentunya.

Rasa syukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan. Apakah itu kebaikan atau keburukan di mata kita tapi pastinya Allah sudah gariskan dan mentakdirkan terjadi. Maka tidak perlu bersedih kita hanya perlu menjalaninnya dan bersabar.


#Menulis setiap Hari# bagi yang sedang sakit, semoga segera diangkat sakitnya yaaa