Kamis, 07 April 2016

Obrolan di Tukang Sayur

Posted by Unknown on 01.26 with No comments
Abang-abang favorit selain abang sayang ada juga abang sayur. Sudah menjadi rutinitas setelah mengantar anak-anak pergi sekolah mampirlah ke abang sayur dengan gerobaknya yang ngetem, sengaja menunggu ibu yang mau belanja.

Selagi melihat-lihat bahan sayuran dan belum memutuskan akan memasak apa hari ini, datanglah seorang ibu dengan senyum sumringahnya dan tentu saja tujuannya ingin berbelanja sayuran dan teman-temannya. Kebetulan aku mengenal sosoknya, ialah tante Ana. Usianya hampir sama dengan ibuku tapi aku tidak merasa sungkan untuk berbicara dengannya. Pembawaannya memang rame, saat aku bicara satu kalimat tante ana sudah berbicara beberapa kalimat. Seperti pagi ini. Dengan lancar ia menceritakan mengenai cucunya yang sudah berusia dua tahun tetapi belum dapat berbicara.

Mungkin karena mengetahui aku pernah menjadi terapis untuk anak-anak yang mengalami autisme, Tante Ana tanpa ragu mengungkapkannya padahal ada ibu-ibu lain yang sedang memilih bahan untuk memasak.  Sehingga apapun yang Tante Ana bicarakan tentu terdengar oleh ibu-ibu itu dan juga abang sayurnya. Lucunya ada beberapa ibu yang juga menimpalil dan memberikan opininya. Tante Ana menyesalkan anaknya yang kurang aware atas kondisi cucunya itu. Tante Ana mungkin tidak pernah melahirkan seorang anakpun tapi sudah bertahun-tahun merawat anak dan cucu dari suaminya yang sekarang begitu cerita tante Ana padaku.

Aku bisa merasakan kalau tante Ana ini memiliki pengetahuan yang cukup luas dengan alasan-alasan yang diungkapkannya. Tante Ana menasehatiku agar lebih baik lagi dalam mengawasi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak karena zaman sekarang lebih ngeri dibandingkan masa-masa lalu. Teknologi internet dan smartphone begitu lekatnya diantara anak-anak yang kedua orang tuanya bekerja dan si anak hanya di awasi oleh seorang pengasuh. Anak yang berusia 4 dan 6 tahun lebih mahir memainkan ipadnya dibanding neneknya, begitu keluhannya.

Meskipun hanya obrolan pagi ditukang sayur apa yang Tante Ana sampaikan banyak benarnya. Aku mengangguk-angguk setiap pernyataannya yang menurutku benar. Ternyata disini juga bisa menjadi ajang belajar dan silaturahim antar tetangga, walaupun tidak terhindarkan ada juga yang membicarakan tetangga lainnya, seperti dalam sinetron-sinetron itu.

Kedewasaan di perlukan untuk memilah informasi mana yang perlu dan tidak perlu, sehingga saat bicara gossip kita tahu bagaimana harus bersikap. Kasih sekilas senyuman dan pura-pura memilih sayuran dan teman-temannya. Cepat memilih bahan, di bayar lalu langsung pergi dari situ.

#menulis setiap hari #Ilmu bisa di dapat dari siapa saja, mana saja, kapanpun juga


Categories: ,

0 komentar:

Posting Komentar