Senin, 21 Maret 2016

Tugas Mengarang

Posted by Unknown on 20.34 with 3 comments
“Leniii, cepaattt sudah mau masuk,” ujar Rina sedikit berteriak. Leni berusaha sekuat tenaga berlari menuju kelas. Usahanya tidak sia-sia. Leni sudah dikelas dua menit sebelum Bu Audrey masuk. Gara-gara mengantri ke kamar kecil hampir saja Leni tidak bisa masuk kelas. Bu Audrey termasuk guru yang sangat disiplin. Bila ada anak-anak kelas 9 yang terlambat masuk atau masuk setelah Bu Audrey sudah ada didalam kelas itu artinya murid yang telat akan belajar di ruang BP bersama Bu Julia dan mendapatkan bonus soal Bahasa Indonesia satu lembar folio. Ajib!

Bu Audrey mengawali pelajaran ke 3 ini dengan mengabsen.
Leni Marliany.” Sebut Bu Audrey
“Hadir Bu,” ujar Leni sambil mengangkat tangan kanannya.
“Hadir Bu”
“Sri wahyuni” Tidak ada jawaban
Sri Wahyuni?” tanya Bu Audrey
“Sakit bu,” jawab Rina
“Ada surat sakitnya?” tanya Bu Audrey lagi
“Tadi ada di meja guru bu,” Jawab Rina sang ketua kelas.
Bu Audrey menyisir permukaan meja dengan pandangannya tapi amplop surat sakitnya sri tidak ada.
“Tidak ada di meja,” kata Bu Audrey. Sambil melihat ke arah Rina. Rina dengan kikuk ikut memandang Bu Audrey lalu ke meja guru mencari amplop itu, reflek tubuh Rina berdiri dan berjalan kedepan, tiba-tiba mata Rina melihat amplop putih tergeletak dekat kaki meja guru. Kemudian memungutnya. Ternyata memang surat dokternya Sri. Lalu menyerahkan surat itu ke Bu Audrey dan kembali ke mejanya diurutan 3 selurusan Meja guru.
“Oke, kita lanjutkan,” kata Bu Audrey
“Hadir bu” Lalu Bu Audrey menutup buku absen dan berdiri didepan kelas.
“Oke semuanya sekarang perhatikan saya.”
“Buka buku cetak halaman 68 sampai 78, saya beri waktu 15 menit untuk membacanya lalu setiap orang siapkan satu pertanyaan seputar tema itu atau boleh keluar sedikit dari yang kamu baca asalkan masih ada kaitannya dengan tema yang akan kita pelajari” intruksi Bu Audrey.

Semua murid tidak ada yang bersuara, masing-masing fokus membaca dan mencoba membuat pertanyaan. Karena Bu Audrey akan mengeceknya satu persatu walaupun dikelas ada 30 murid. Begitulah cara Bu Audrey mengajar Bahasa Indonesia. Di awal pelajaran selalu saja muridnya di suruh membaca, entah itu materi, contoh soal atau tulisan yang memang sudah disiapkan. Bu Audrey selalu menekankan pada muridnya untuk banyak membaca. Bahkan Bu Audrey pernah mengajarkan cara membaca cepat.

“Rin, pertanyaanmu tentang apa?” tanya Lina teman sebangkunya Rina.
“Tentang tanda baca lin, terutama pada percakapan,” jawab Rina.
“Ooo” balas Leni. Leni pun sudah menyiapkan pertanyaannya. Membuat pertanyaan itu membuat orang menjadi lebih berkonsentrasi. Dari enam kata tanya, tentu akan ada satu yang bisa diajukan.
Didepan bangku Leni dan Rina, Ada Ulfa dan Sri tapi karena Sri sakit maka hanya ada Ulfa sendirian. Hal ini tidak jadi masalah buat Ulfa walau tidak ada teman diskusi tetap Ulfa bisa mengerjakannya sendiri, sebagai pemegang rangking pertama dikelas tentu Ulfa sudah siap dengan pertanyaannya.

Lima belas menit sudah berlalu, kemudian Bu Audrey menyuruh Rina mengumpulkan pertanyaan murid-murid. Setelah terkumpul Bu Audrey mengelompokkan pertanyaan yang hampir serupa walau tidak sama. Dari pertanyaan itu Bu Audrey menjelaskan lebih rinci dan lebih dalam mengenai materi yang di baca sebelumnya.

“Jadi, kalian sudah mengerti pelajaran kita hari ini?” tanya Bu Audrey menunggu jawaban murid-muridnya.
“masih ada yang mau ditanyakan?“ tanya Bu Audrey sekali lagi. Mungkin murid-muridnya sudah lelah karena tidak ada lagi yang mengajukan pertanyaan lanjutan.
“Oke kalau begitu, Ulfa sudah kau catat sepuluh pertanyaan beserta jawabannya tadi?” tanya Bu Audrey kepada Ulfa.
“Sudah bu, tapi masih berantakan,” jawab Ulfa segera.
“Ya tidak apa, nanti minta bantuan Leni atau Rina untuk merapikannya, kan bisa di bagi dua tuh, juga bagikan kepada teman-teman yang lainya. Berikan saya satu kopiannya ya,” kata Bu Audrey.
“Untuk Tugasnya coba buat karangan bebas minimal tiga halaman, dengan mengaplikasikan apa yang hari ini kita pelajari dan dikumpulkan dua minggu lagi ya, kalau kalian menulisnya di blog boleh kasih saya namanya nanti saya komentar disana.” Intruksi Bu Audrey sebelum keluar kelas, karena jam pelajarannya sudah selesai. Akhirnya wajah murid-murid kelas 9 tampak lebih santai sekarang karena masuk pelajaran olah raga.


#Menulis setiap hari# Para tokoh diatas adalah penulis dan bisa dilihat tulisannya dengan mengklik nama mereka J

3 komentar: