Kamis, 03 Maret 2016

Menanti Senja

Posted by Unknown on 00.00 with 2 comments
Haruskah ku ucapkan selamat jalan?
Telah kau curah api semangat membakar merahnya darah.
Telah kau tempuh jalan kesakitan itu.
Tetap bertahan.

Masihkah kau sanggup?
Menahan guncangan jantung dan deras hempasan angin pada paru-paru.
Membiru selapis kulit setiap kali tersentuh.
Menghilangnya kemakmuran pesona ragamu.

Perlukah ku bertanya?
Bahwasanya Jiwa kesatria lah yang menjaga alam mu.
Semua arah mata angin menuju titik kalbu.
Penerimaan menjadi kedamaian dan,
Kedamaian menjadi suatu kepercayaan.

Hanya senyum perih tatkala mata menekuri candamu.
Demi Tuhan! masih saja kau urusi Lapar perutku.
Bahkan kakimu sudah tidak berjejak.
Berbahagialah.. karena senja yang ingin memelukmu.
Categories: ,

2 komentar: