Rabu, 10 Februari 2016

Tips Tidak Malas Menulis

Posted by Unknown on 22.44 with 2 comments
Awal-awal tantangan menulis setiap hari, ide-ide terus mengalir. Tema apa saja ingin dicoba. Di tambah semangat 45, menulis sungguh menyenangkan. Rasanya lomba menulis apapun ingin diikuti.

Memasuki bulan kedua, masih menulis setiap hari, ide mulai hilang dan timbul. Menulis tetap menyenangkan, melatih diri untuk mengungkapkan apa yang di rasa dan di pikirkan. Bagus buat kesehatan jiwa biar tidak stress. Menulis sebagai ekspresi diri.

Benar, ternyata menulis itu adalah ketrampilan, karena ketrampilan maka harus dilatih terus. Yang sedang naik daun, tapi bukan ulat. Sebut saja kakak beradik Helvi Tiana Rosa dan Asma Nadia sudah tahunan tetap konsisten dijalur menulis dan sekarang bisa menikmati hasil kerja kerasnya dan mungkin masih banyak mimpi mereka yang menanti untuk direngkuh.

Kerja kerasku belum ada seujung kuku, bahkan untuk konsisten belum bisa di ujikan. Apa yang membuat mereka terus berkarya mungkin tidaklah sama dengan motivasiku. Tapi kualitasnya harus menyamai bila ingin seperti mereka. Banyak yang bilang mengajarkan anak berkebutuhan khusus itu identik dengan orang yang sabar. Memang benar rasanya dengan pernyataan itu tetapi menjadi penulis juga dibutuhkan kesabaran. Saat memilih kata, membuat cerita, alur, karakter dan sebagainya. Seringkali harus direvisi agar tulisan menjadi lebih baik. Itu membutuhkan waktu.

Setiap kali menulis, ingin semua orang mengapresiasi tulisannya. Ingin disenangi dan diakui mutunya tapi kadang kenyataan tidak sesuai seperti yang direncanakan. Karena tidak sesuai harapan timbul keraguan akan kemampuan dan berujung pada kemalasan. Kenapa harus khawatir? Tulisan memiliki pembacanya sendiri jadi tidak bisa di paksakan.

Ini ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan, kalau lagi malas menulis ala-ala:

  1. Cari kopi! Di seduh ya pake air panas dan tidak perlu ditambahkan si anida, tambah si manis gula saja.
  2. Tarik nafas, tahan dan keluarkan lakukan beberapa kali sesudah itu bernafas seperti biasa, inget! biar kamu tetap merasa hidup. Gunanya untuk menambah kadar oksigen dalam otak. Jadi kamu bisa berkonsentrasi.
  3. Masih belum dapat menghilangkan kemalasan? Itu manusiawi banget tapi perlu diingat “Orang-orang sukses berhenti mencari alasan dan orang-orang gagal mencari alasan untuk berhenti” Jadi kamu mau yang mana?
  4.  Takut jelek, takut salah, takut tidak bermutu dan takut lainnya. Ini yang membuat motivasi menulis jadi turun. Yang jelas takut hanya pada Tuhan saja dan ingatlah “Sampaikanlah walau satu ayat”.
  5.  Malas menulis karena tidak ada ide, kehabisan kata-kata, atau mentok. Banyak pakar menyarankan untuk ganti suasana cari tempat yang nyaman, sepi dari gangguan, kalau kamu lelah ya istirahat dulu atau tidur, membaca buku yang bermutu tentunya, bisa juga melakukan brainstorming (mengumpulkan gagasan). Ide bisa datang kapan saja maka bersiaplah untuk menangkap dan diikat dengan menuliskannya.

Menjadi orang malas itu sangat mudah, tapi juga tidak menghasilkan apa-apa. Kamu tidak mau menjadi salah satunya kan?

Berikanlah pesan dalam tulisanmu agar menjadi catatan amal kebaikan untuk kehidupan selanjutnya. Aku sendiri belum menjadi apa-apa, mudah-mudahan bukan karena malas, aku sedang menanam dan suatu saat aku akan menuainya.


#ODOP#Februari membara#Hari ke 8

2 komentar:

  1. Mantab mbak tips2 nya.....

    Benar... Semangat suka naik turun ini. Ujung-ujungnya mencari-cari alasan untuk tidak menulis. Hiksss...

    BalasHapus
  2. Mantab mbak tips2 nya.....

    Benar... Semangat suka naik turun ini. Ujung-ujungnya mencari-cari alasan untuk tidak menulis. Hiksss...

    BalasHapus