Kamis, 04 Februari 2016

Tentang Ratih

Posted by ratih honey on 01.06 with No comments
Ratih terlahir sebagai anak pertama dalam keluarga, walaupun sebenarnya punya kakak namun takdir berkata lain, kakaknya Ratih sudah berpulang dan tenang di sisi Allah saat masih usia 2 tahun, tapi Alhamdulillah adiknya banyak jadi tidak merasa kesepian.

Ratih kecil orangnya tidak bisa diam dalam arti sebenarnya. Senang bergerak kesana kemari. Ayahnya pernah bilang “Ratih lebih senang berlari dari pada berjalan”. Makanya paling senang ikutan lomba lari, paling sering lari sprint tapi suka juga lari jauh. Selain lari suka juga berenang, menurutnya olahraga yang tidak pakai keringat tapi capek. Katanya Ratih ya pokoknya senang aja.

Ratih masa sekolah itu udah ABG, senang berteman dengan siapa saja tidak pandang bulu, bulu hidung maupun bulu kaki. Perteman yang baik membuat Ratih ABG senang mengikuti kegiatan sekolah seperti OSIS dan PMR. Memang banyak temannya tapi Ratih juga tipe Extrovert Thinker, nah.. saat berfikir itu lebih senang sendiri apalagi pohon mangga depan rumah itu besar, jadilah tempat berfikirnya Ratih. Tidak tau juga lagi mikir apa sebenarnya sampai naik-naik pohon mangga yang banyak buahnya. Ting! Hobinya Ratih ada tambahan satu lagi nih.. tukang manjat. Suer katanya ini paling di suka banget!

Ratih sang mahasiswa, masih galau dan gundah memilih jurusan kuliahnya. Bukan karena tidak tau apa maunya, hanya jurusan yang diimpikannya tidak terjangkau biaya. Jadi banting stir dan mendapat pilihan ekonomi atau komputer. Ratih tidak akan menyesal adalah bagian dari rasa bersyukur pernah kuliah di ekonomi jurusan Akuntansi. Pernah bekerja di konsultan auditor, tapi ternyata lebih senang mengajar yang sudah dilakukannya sejak kuliah tingkat 3.

Ratih bertemu dengan kekasih hatinya dan menikah, ciee.. Alhamdulillah dikaruniai 2 orang buah hati. Inilah selembar kisah yang dapat tertuang dalam tulisan tulus Ratih, agar kamu bisa mengenalnya dan tidak menyesal karena sudah tahu. ^^

Setiap cerita hidup manusia bagai bintang yang terang dilangit, dan saat kamu memandangnya tampak damai dan indah. Cukup itu yang kita tahu agar tak ada penghakiman dan penilaian yang merusak cantik sinarnya yang menghias malam.

Sampai bertemu dalam aksara cinta Ratih di blog ini.
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar