Rabu, 03 Februari 2016

PHK yang dilakukan oleh pabrik Panasonic dan Toshiba tahun 2016

Posted by Unknown on 23.19 with 2 comments
Mecengangkan membaca berita yang menjadi tema ekonomi di www.kompas.com hari ini tanggal 3 Februari 2016. Perusahaan industri besar Panasonic dan Toshiba melakukan penutupan usaha dan berdampak pada pemutusan hubungan kerja ribuan pekerjanya.

Faktor yang menyebabkan terjadinya penutupan usaha tersebut karena kondisi pasar yang tidak kondusif juga pengaruh dari menurunnya daya beli masyarakat. Barang produksi tidak laku dipasaran. Bahkan paket kebijakan ekonomi pemerintah belum dapat bergerak cepat mengatasi kondisi ini.

Para pekerja yang di PHK lah yang merasakan dampaknya secara langsung karena kehilangan pekerjaan mengakibatkan kehilangannya pendapatan dan semakin turun daya beli masyarakat.
Di media sosial juga banyak yang memberikan opini keprihatinan atas tutupnya pabrik-pabrik yang begitu menaungi banyak pekerja. Ada yang mengatakan, saat ini belum lagi menyelesaikan pendidikannya, namun jumlah pengangguran sudah terus bertambah.

Begitu banyak yang hidupnya bergantung dengan sektor industri ini. Sejatinya Indonesia adalah negara besar yang berbentuk kepulauan. Potensi dan hasil alam khususnya sektor pertanian/kelautan, kehutanan dan pertambangan, belum dikelola dengan baik untuk kemakmuran rakyatnya.  Sejalan dengan McKinsey Global Institute yang menyatakan ada 4 sektor potensial yang akan menopang laju perekonomian Indonesia yakni Pelayanan konsumen atau jasa, pertanian- perikanan, sumber daya alam dan pendidikan.

Saat ini yang terpenting adalah bagaimana mendayagunakan kemampuan dan kapasitas bangsa sendiri dengan potensial sumber daya yang ada.

Perekonomian dapat tumbuh jika pemerintah dapat mengoptimalkan pengelolaan investasi dan daya saing eksport. Selain dorongan investasi yang diperlukan untuk mendukung terciptanya penyerapan tenaga kerja dan penurunan kemiskinan, Indonesia memiliki potensi UKM yang besar, yang dapat dijadikan katup pengaman dalam menampung angkatan kerja, saat industri manufaktur kian merosot. Sektor UKM terbukti tahan guncangan, keberadaannya dapat memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 60%, penyerapan tenaga kerja sebesar 88,7% dan terhadap eksport tahun 1997 sebesar 7,5% (BPS thn.2000). Alasannya karena UKM dapat memproduksi barang konsumsi dan jasa-jasa dengan elastisitas permintaan terhadap pendapatan yang rendah. Artinya tingkat pendapatan tidak mempengaruhi permintaan barang. Yang utamanya UKM menggunakan modal sendiri dan akses dengan perbankan relatif rendah, sehingga suku bunga tidak terlalu mempengaruhi ketahanan UKM.
UKM lebih dapat berkembang dalam sektor rill yang memenuhi hajat hidup orang banyak sehingga tidak hanya bermanfaat dalam pertumbuhan ekonomi tetapi juga dalam pemerataan kesejehteraan rakyat.

Perlu ditingkatkan jiwa-jiwa “entrepreneurship” agar usaha kecil dan menengah (UKM) dapat terus berkembang dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan semua potensi sumber daya yang ada menjadikan rakyat Indonesia lebih sejahtera. Dan pemutusan hubungan kerja dapat diminimalisasi.

Demikian
Sumber gambar: http://bisnisukm.com/bisnis-daur-ulang-sampah.html



#Prihatin#cari solusi#ODOP#februari membara# hari ke 3

2 komentar:

  1. Mau usaha sendiri kadang di negara sendiri juga tidak dihargai mbak, atau usaha kecil-kecilan saja banyak yang merasa tersaingi, saling sikut atau menjelek-jelekkan ada saja. Bahkan saya pernah tuliskan juga di blog tentang anak SD yg terpaksa berhenti jualan karena ada penjaga kantin yang merasa tersaingi dan mengadu ke guru lalu sang guru memberi tahu bahwa anak tsb jangan jualan lagi dan hal ini pernah juga saya alami. Padahal bergantung pada diri dendiri lebih baik drpd bergantung ke orang lain. Tapi ya entahlah, semoga para buruh pabrik tsb dapat pekerjaan yg lebih baik lagi :)))

    BalasHapus
  2. Agar dapat bertahan memang harus bisa mandiri. Pastilah ada resikonya modal, saingan, bahkan gagal. Terus saja mencoba akan ada jalannya. mungkin itu adalah ujian. kamu dah lebih baik daripada aq blm mulai, baru teori hehehe... semangat entrepreuner selvi! ^^

    BalasHapus