Kamis, 12 April 2018

Mampir ke Blog Sangkila

Posted by cuap-cuap ratih on 17.47 with No comments
Katanya kalau kita menyukai sesuatu pekerjaan tanpa disuruhpun akan dilakukan. Menulis buat saya juga obat pelipur hati walau tulisan saya masih berantakan ya biarkan feel free aja untuk mengkomentari sampai mau di kritisi boleh banget. Selain di blog, menulis juga saya lakukan di mana-mana. Benar-benar dimana saja kadang di IG, FB juga di kertas bekas bungkus bawang.  Semua itu akan menjadi penyemangat hidup dan sebagai ekspresi saya aja. Kata-kata bisa masuk dalam hati dan pikiran saat kita membutuhkannya padahal dah sering banget membaca atau mendengarnya. Kalau ini sih kata saya, ya kan?

Mampir ke blognya Sangkila adalah salah satu kesempatan untuk memperkaya tulisan karena  saya suka, bisa deh buat bacaan yang bermanfaat. Tulisannya bervariasi, lumayan aktif menulisnya. Apa karena dia masuk ODOP batch 5 belakangan ini?  Jadi harus Post setiap hari tapi kelihatannya sudah lama mulai menulis, kata-katanya mengalir dan tidak butuh mengerutkan dahi untuk memahami. Tampletnya yang sederhana menyimpan rasa mistery dengan nuansa abu-abu.

Mudah untuk membaca apa saja yang dia tulis, buat orang yang rada gaptek seperti saya eh sekarang dah ga boleh ya gaptek harus mau belajar dan menerima perubahan jaman. Biar tidak tergilas keadaan.

Jujur mah belum kenal sama sangkila secara personal, tapikan bisa di raba dari apa yang dia ungkapkan dalam tulisan sepertinya penyuka genre fiksi, suka buat handcraft, religius, mandiri karena dia  berwirausaha, coba aja BW ke Blog Sangkila

Ya kan.. tulisan yang bagaimanapun akan menemukan sendiri pembacanya. seperti saya menemukan blog Sangkila karena tugas bonus dari program RCO, ga masalah ya yang penting bisa BW. 




Minggu, 08 April 2018

5 Cara Jitu Agar Tidak di Eliminasi Dari Reading Challenge ODOP

Posted by cuap-cuap ratih on 20.23 with 3 comments
Tentu kamu bertanya-tanya, apa itu Reading Challenge ODOP? Kegiatan ini merupakan salah satu program dari komunitas One Day One Post (ODOP) untuk meningkatkan kegiatan membaca selain menulis tentu bagi membernya. Kalau kamu belum masuk Komunitas ODOP, kamu bisa intip di FB atau IG nya ODOP. Admin ODOP akan kasih infonya buat kamu. Untuk lebih detailnya bisa juga kamu tanya-tanya. Adminnya baik kok.

Bagi saya menjawab tantangan itu membuat sesuatu jadi lebih semangat. Pasti ada resikonya bisa berhasil juga bisa gagal, tapi kalau kamu jadi ketagihan dan punya kebiasaan baru yang ini, keren banget gak tuh. Itu juga yang menjadi tujuan saya ikut RCO. Paling penting dimulai aja dulu hasil belakangan. Biar lancar menulis, membaca adalah nafas untuk terus produktif.

Jadi cambuk buat saya ikut program ini yaitu menjawab tantangannya. Hal yang wajar bila manusia punya jiwa kompetisi yang tinggi. Bukan antar member tapi terlebih pacuan untuk mengalahkan diri sendiri dalam memenuhi tantangan. RCO yang terlaksana sebelumnya memang mengeluarkan sertifikat tanda kelulusan buat siapa saja yang berhasil dan ada rewardnya. Bukan hal yang bernilai besar karena tidak ada sponsornya. Bolehlah kita jadikan bonus sebagai penanda kebiasaan membaca yang mulai terbangun.

Peraturan di RCO dibuat perperiode. Apapun tantangannya member harus terima. Peride ini peraturannya dapat membaca buku dua buah dalam waktu 9 hari dan minimal membaca 30 halaman perhari. Buku tidak bertema masih bebas mau baca apa. Berat atau ringan?Sebelum program dimulai yang terdaftar sampai 64 member namun  setelah berjalan 6-7 hari yang laporan menyusut hingga 40an  member. Seleksi alam benar terjadi adanya. Sekali lagi ini bukan persaingan antar member tapi kekuatan kemauan dan konsistensi dari dalam diri sendiri.

Beberapa tips agar tetap bertahan dalam program RCO ini.

1. Carilah buku yang kamu senangi.
Penjelasannya tentu mudah, kamu akan tertarik dan penasaran membaca buku yang kamu senangikan?. Tidak terasa jumlah lembar yang terbaca akan melewati batas minimal perharinya yaitu 30 halaman. Pada awal-awal tantangan belum ditentukan buku apa yang harus di baca, jadi baca buku yang kamu senangi dan menimbulkan minat baca yang tinggi sebagai pemanasan.

2. Tanyakan pada dirimu manfaat yang bisa kamu ambil dari buku yang kamu baca.
Hal ini yang dapat kamu lakukan bila sudah mulai ditentukan tema bukunya misalkan mengenai politik, sejarah, ekonomi atau apapun itu. Mungkin kita tidak tertarik dengan tema buku-buku ini tapi bila kita tahu manfaat setelah membacanya rasa penasaran akan timbul dan membuat kamu semangat untuk membacanya. 30 halaman perhari? Lewatlah.

3. Bacanya dicicil dalam satu hari sesuai kemampuan. Sepuluh menit saat istirahat makan siang, duapuluh menit saat dalam kendaraan, atau lima belas menit sebelum tidur di malam hari. kegiatan yang lainlah yang dapat menjadi alasan untuk kita tidak sempat membaca. Waktu kita ada 24 jam kalau sudah ada niat tentu ada cara buat kita sempat untuk membaca. Jujur kalau pagi saya sempatkan membaca walaupun 5 menit. Paling sering kalau lagi dikamar mandi. Dapat berapa lembar? Kalau mulesnya ga kebangetan masih bisa membaca. Bila tidak faham isinya, minimal sudah latihan membaca. Kecepatan dalam membaca ikut mempengaruhi berapa lembar buku yang kita baca dalam waktu 5 menit. Lumayankan?

4. Timbulkan rasa mengidam untuk membaca karena begitulah kebiasaan bekerja. Apa yang dirasakan setelah membaca buku? Rasa tahu yang terpenuhi atau ada rasa bangga bisa menghabiskan lembar demi lembar buku yang menjadi tantangan.

"Mengidam-lah yang menggerakkan kebiasaan dan mencari tahu bagaimana menimbulkan mengidam itu mempermudah kita menciptakan kebiasaan baru." Dari buku dahsyatnya kebiasaan karangan Charles Duhigg. Yang mau cerita keseluruhan cari aja bukunya, seru.. padahal baru baca setengah.

5. Ingatlah setelah membaca untuk langsung laporan. Kalau ketiduran, apalagi kelewatan jam laporan biar kamu membaca banyak halaman tetap saja bisa terancam untuk dieliminasi.

Intinya sih terpenuhi semua kriteria tantangannya maka kita tidak akan tereliminasi. Satu lagi yang dapat membuat kita bertahan pada program RCO adalah ikhlas dan ridho. Tanda kita bersyukur menerima apapun dalam hidup membuat diri kita lebih ringan melangkah dan menggapai apapun yang menjadi tujuan dalam hidup. Beban berat akan menjadi penghalang kita meraih tujuan dan apa yang kita ingin capai. Apalagi yang ingin dicapai adalah hal yang positif. Semoga RCO kali ini kita semua bisa berhasil terutamanya terbangun budaya membaca dalam diri kita dan orang-orang yang ada disekeliling.

Senin, 06 November 2017

Pahlawan

Posted by cuap-cuap ratih on 05.12 with No comments
Belakangan ini, saya membaca buku tentang Diponegoro. Penulisnya sendiri mengakui bahwa sumber cerita mengenai pahlawan nasional ini tidaklah banyak namun ada satu buku berjudul " The power prophecy of Prince Diponegoro" ditulis oleh Dr.Peter Carey, meskipun belum ada terjemahannya dan masih dalam bahasa Inggris. Buku ini dijadikan acuan dalam bahasa Indonesia.

Saya pun membayangkan perjalanan hidup pangeran. Bagian yang saya suka adalah masa remajanya beliau. Dalam kesehariannya pada pagi hari, ia belajar agama dan pengetahuan, dilanjutkan pada  pada sore menjelang malam berlatih kanuragan.

Dalam usia muda, mengisi hari dengan belajar merupakan suatu anugrah pada waktu itu. Pangeran belajar di beberapa pesantren dan juga mendatangkan seorang guru pribadi untuk mengajarnya .

Buku ini mengingatkan saya, sehingga memiliki keinginan agar anak-anak saya kelak selain dapat belajar disekolah, juga dapat belajar ilmu Kanuragan. Bukan untuk menjadi pahlawan tapi untuk melatih fisik dan mampu menjaga diri. Karena didalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

Rasulullah pun mencontohkan dengan sabdanya untuk mengajarkan kepada anak-anak dapat berenang, memanah dan berkuda, bukankah ini juga melatih fisik selain mempelajari agama.

Karena jaman sekarang bukan lagi perang melawan penjajah tapi berjuang menghadapi perubahan jaman yang semakin tidak tampak raut wajah tapi menyusup dalam setiap lini kehidupan.


Minggu, 05 November 2017

Posted by cuap-cuap ratih on 20.04 with No comments
Membentuk Karakter Cara Islam oleh M. Anis Matta

Seorang pemikir Islam sekaligus juru bicara gerakan Ikhwanul muslimin di dunia barat bernama Asy-syaikh Kamal Halbawy pernah mengutarakan hasil pengamatannya terhadap kondisi umat Islam menjelang abad 21. Yang digarisbawahi olehnya ialah Dhoyya al-Hawiyyah al-Humayyizah (hilangnya kepribadian istimewa) di kalangan kaum muslim. Memelihara keseimbangan antara akhlak individu dengan akhlak sosial.

Terjadinya krisis moral dan kepribadian dengan ditandai dengan popularitas sosial terbagi menjadi kelompok kuat yg tirani dan kelompok lemah yang menjadi objek tirani. Nilai-nilai kelompok kuat menyebarkan kejahatan. Ditandai juga dengan keterasingan dalam individu, asing dalam masyarakatnya. Hidup di tengah mereka namun tidak merasakan kebersamaan. Hidup hanyalah untuk dirinya sendiri.

Teori keseimbangan Umar bin Khattab menyatakan keseimbangan sosial akan tercipta jika keshalihan bertemu dengan kekuatan dan kejahatan bertemu dengan kelemahan. Umar bin Khattab senantiasa berdo'a, "Ya Allah, kami berlindung kepadaMu dari ketidakberdayaan orang-orang bertaqwa dan keperkasaan orang-orang jahat."


Rabu, 11 Oktober 2017

Resensi Buku Fiksi Thriller

Posted by cuap-cuap ratih on 00.07 with No comments

Resensi Buku Fiksi Thriller
Judul                    : Girls ini the dark
Penulis                 : Akiyoshi Rikako
Penerbit                : Original Japanese Edition by Futabasha Publishers
Penerjemah          : Andry Setiawan
Penerbit                : Penerbit Hero
Jumlah hal            : 277 hal

Kenapa “Girls”? itu karena tokohnya lebih dari satu. Why “in the dark?” hal ini tergambarkan adanya pertemuan klub sastra yang sangat penting yaitu yami-Nobe dan pertemuaan pembacaan Naskah. Lebih menarik, naskah yang akan dibacakan adalah perasaan dan perhatian yang meluap-luap terhadap salah satu temannya bernama shirashi itsumi. Bertambah mencekam karena naskah itu seakan-akan dapat menunjukan siapa pembunuh diantara keenam putri anggota club sastra.


                Terjemahannya sedikit kaku sehingga saat membacanya tidak dapat merasakan mistery yang melingkupinya. Namun jalan cerita yang menarik membuat buku ini patut untuk dibaca. Bagaimana persekongkolan itsumi dan sumikawa sayuri begitu rapi dan terencana dengan baik membuat semua kejadian tidak terjadi seperti dibuat-buat dan mengalir secara alami. Memberi kesan yang berbeda-beda dengan anggotanya.yang ujungnya adalah pembalan dendam semata.  

Selasa, 10 Oktober 2017

Resensi Buku Kesehatan

Posted by cuap-cuap ratih on 22.31 with No comments


Judul buku          : Mitos dan Fakta Kesehatan
Penulis                : Erikar Lebang
Penerbit              : PT. Kompas Media Nusantara
Tahun                  : 2012
Jumlah Hal.         : 196

Buku ini membahas kesehatan dari sisi yang lain, tidak didasarkan pada ilmu pengobatan penyakit tapi pada hal-hal praktis yang bisa dilakukan sehari-hari. Seperti pepatah mengatakan “lebih baik mencegah daripada mengobati” maka sebelum jatuh sakit akibat salah satunya seperti perubahan pola hidup, lebih baik mencurahkan kemampuan untuk menjaga sendiri kesehatannya.

Ilmu Naturopathy telah dipraktikkan sejak lebih dari dua ribu tahun silam pada era Hippocrates. Naturopati adalah gabungan dari ilmu, seni, pengetahuan, filosofi serta praktis diagnosis, perawatan dan pencegahan terhadap penyakit. Pengobatan yang diberikan pun harus bersifat alami dan dapat diterima oleh tubuh.

“Konsisten menjaga apa yang masuk ke mulut dan perut adalah penentu apakah hidup kita akan sehat berkualitas atau tidak.” Kalimat ini yang akan terbaca saat membuka halaman pertamanya. Buku Erikar ini mulai membahas dari sistem cerna manusia, bagaimana proses makanan diolah dan diproses dari mulai gerbang sampai fase terakhir.

 Salah satu contoh saat makanan berada didalam mulut sebagai gerbang pertama dalam sistem cerna kita. Ada gigi sebagai pelumat dan air liur sebagai pelumas termasuk ada enzim yang melimpah. Disinilah makanan harus dilumat dengan cermat karena dalam sistem cerna lanjutan tidak dijumpai lagi alat pelumat seperti gigi dan makanan yang tidak terlumat sempurna akan membebani sistem cerna.

Dalam buku ini tidak ada gambar yang berlebihan, hanya ada gambar-gambar kartun lucu yang mewakili tema di setiap bagiannya. Size tulisannya pun dibuat sedikit lebih besar sehngga tidak membuat mata terpicing dan pada kalimat-kalimat penekanan di tulis dengan warna lain selain hitam seperti pink, biru, orange, ungu sungguh menarik.

Buku ini merupakan rangkuman tulisan-tulisan penulis di dalam twitter dengan maksud beri berbagai inspirasi yang patut direnungkan agar manusia dapat menikmati hidup sehat.

Senin, 18 September 2017

Penilaian Orang Lain

Posted by cuap-cuap ratih on 08.38 with 8 comments
Keliatannya lucu yaa.. kita memanggil anak kita dengan menyebut endut, cipit, mungil, unyil, tapi tidak disadari itu akan menjadi penilaian yang meyakitkan.

Jadi inget kalau dulu saya sering dipanggil anak bawang sampai sekarang kalau ketemu temen-temen masa kecil masih juga disebut itu.

Dulu memang bentuk fisik saya kecil mungil imut gitu dan saat itu saya juga tidak dapat mengelak dari panggilan teman-teman, tapi masa sampai seusia buibu begini masih dipanggil anak bawang, udah jelas saya protes.

Bukan hanya karena ternyata saya tumbuh lebih besar dari mereka tapi saya juga bisa tumbuh lebih tinggi sedikit. Proses perkembangan setiap orang berbeda dan inilah yang saya katakan kepada my baby girl.

Dia merasa tidak tumbuh normal seperti teman-temannya yang lain. Memang fisiknya gambaran seperti waktu saya kecil. Nurun plek-plek kata orang.

Badannya boleh terbilang kurus tapi bertenaga, senangnya belajar kayang dan hand stand, karena ikut bela diri taekwondo juga membuat wilayah perutnya sixpack padahal perempuan loh,  beda dikit juga sama uminya yang onepack hehe. dan tidak setinggi seperti teman lainnya. Sering masih dikira anak usia kelas 2 atau 3 padahal sudah kelas 5 SD.

Nah itulah yg membuatnya bahkan melakukan gerakan yang dapat membuat badan lebih tinggi, itu sih katanya, karena materi ini dia rangkum dari pencahariannya di mbah google.

Lompat tali, badminton, berenang banyak lagi deh dan selama masih olahraga yang normal, saya tidak melarangnya malah bagus untuk kesehatan.

"Kok adek ga tinggi-tinggi sih mi?"
"Emang kenapa?" Tanya saya heran.
"Kemaren kayaknya yasmin sama tingginya sama adek, sekarang dia dah lebih tinggi sedikit"
"Mmm.. ya tiap orang perkembangannya kan ga sama dek"
"Menurut mi, adek harusnya bisa lebih banyak untuk bersyukur, kenapa? Karena pertama, badan adek ga ada yang cacat, yakan?"

"Kedua, pertumbuhan adek sekarang mungkin masih berfokus pada perkembangan otak adek buktinya adek dapet rangking terus dari tk alhamdulillah, yakan?"

"Ketiga perkembangan badan adek tuh masih terus berlanjut sampai usia 17 tahun, nah adek aja baru 10 tahun. Ga perlu khawatir adek masih akan terus tumbuh kok, inshaallah. Untuk tumbuh dengan optimal, perhatikan makanan, minuman dan terutama adek bisa merasakan happy dengan hidup adek, karena orang yang bisa happy tidak saja akan membuat hidupnya lebih indah tapi bisa juga membuat hidup orang lain disekitar adek juga indah. Mi contohnya, bangga dan bersyukur sudah diberikan abang dan adek jadi anak umi"

"Kanapa harus membandingkan dengan orang lain? mi aja ga membandingkan anak mi sama anak ibu yang lain ya kan?"
"Mi menerima adek apa adanya, yang terpenting bagaimana usaha adek menjadi lebih baik dari adek yang sebelumnya"

Penjelasan panjang berakhir dengan umi mendapatkan kecupan mesra dipipi dari adek. Yeeyy.. Mudah-mudahan adek faham apa yang ingin mi sampaikan.

"Do not worry about other people's judgment of you. Live your life the way you want. Be thankful."


Rabu, 13 September 2017

Cara Mengatasi Malas Menulis ala ratihhoney atau ratihmadu.

Posted by cuap-cuap ratih on 23.54 with 15 comments
Hedeh baru hari ketiga dah keok nih, padahal janjinya setiap hari satu posting. Janji palsu ya? Hiks..
Untuk itu hari ini mau nulis, sembarangan aja.. gak apa kan? Daripada sampah yang dibuang sembarangan nanti lingkungan jadi kotor dan gak bersih, eh dilalerin lagi. Jujur nih terakhir menulis itu bulan lalu, sudah lama banget rasanya untuk seseorang yang katanya ingin selalu bisa one day one post, iya itu saya, si ratihhoney, bahasa Indonesianya ratih madu tapi maksudnya mah ratih sayang eciee..

Menulis sih tapi lebih sering menulis status di facebook tapi itu tidaklah sama dengan saya menulis diblog yakan? Atau sama saja? Ya sudahlah!

Nah, nomor satunya tadi sudah saya sebutkan. Pertama, pemanasan dengan menulis bebas yang penting adalah mulai menulis. Dalam pikiran saya, kalau menulis itu harus sesuatu yang keren. Masalahnya keren buat saya belum tentu keren buat kamu yakan? Nah daripada menulis sesuatu yang harus keren versi kita, tulislah sesuatu yang menyenangkan terutama kita yang senang menulisnya. Menulis itu sesuatu yang dapat membuat kita happy. Saya yakin, tulisan kamu bakalan lancar jaya. Mau curhat atau beropini sok atuh, berdongeng, menceritakan suatu peristiwa atau apapun itu hal kecil yang terjadi menjadi pengalaman pada hari ini. Bebaaass.

Kedua, Banyak banget ide dalam kepala, malah karena kebanyakan dan mau dituangkan semua terus dipikirin aja akhirnya tidak ada satupun tulisan yang benar-benar ditulis. Notes di HP sih banyak dengan premis-premis tulisan. Sedih pake amat belum ada yang digarap dengan serius. Balik lagi keawal, kurang keren nih tulisannya kata pikiran saya. Bukannya baru tahu , apa yang kita lakukan semua berawal dari pikiran. Makanya dalam hadits arbain yang paling awal adalah semua tergantung pada niatnya. Jadi semua yang kita kerjakan diperiksa niatnya. Sudah benar apa belum sesuai dengan hidup kita. Jadi saya juga menanamkan dalam diri, menulis adalah sesuatu yang membuat saya senang dan dapat bermanfaat bagi orang lain artinya tulisan saya kalau bisa mengajak orang menjadi lebih baik bukan mengajarkan kemungkaran. Inget banget waktu diawal masuk ke komunitas ODOP, bang syaiha bilang,”menulis ya menulis saja, dengan sendirinya dia yang akan menemukan pembacanya.” Tenang.. iklan aja saya mau baca apalagi tulisan kamu. Iya kamu… yang sudah keren dari lahir.

Ketiga, ya udah PEDE aja lagi. Menulis di blog ya blognya punya sendiri, yang menulis ya saya sendiri, kalau kamu mau baca ya alhamdulillah kalau enggak membacanya juga saya bisa apa, saya siapa, bukan apa-apa dan siapa-siapa #versi drama. So, tidak usah khawatirkan kata orang. Tulisan saya dibilang tidak berkembang ya udah gak apa, saya terima kritik dan saran, bisa juga sih saya terima jahitan tapi saya biasanya lama gak bisa diburu-buru harus cepet jadi #eh kok promosi. Kalau berkembang berarti bukan tulisan dong tapi bunga.

Oia satu lagi, berarti keempat ya.. tanamkan mantra-mantra dalam alam pikiran bawah sadar mengapa kita harus menulis, gitu juga kata penulis-penulis ternama seperti mba Asma Nadia. “Tentukan WHY kamu harus menulis” jadi kamu akan punya motivasi yang membuat kamu terus menulis. Nah ini yang selalu terngiang tapi kalau udah ada kerjaan lain yang jadi prioritas eh yang ini lupa. Parah!

Cukup sekian tulisan ngaco saya hari ini, semoga suka dan membawa manfaat. Maksudnya ambil yang bermanfaatnya aja dari tulisan ini, kalau gak ada yang bermanfaat salahkan yang menulis tulisan ini karena emang gak punya apa-apanya yang bisa diambil, laptop aja pinjem, ide mungutin di jalan, nulisnya pake sebelas jari. Dah gitu aja. Yang jelas didoain biar hidup kamu happy terus, sehat terus dan selalu dikuatkan dalam ujian dari yang maha kuasa. Aamiin…


sumber gambar: Google

Senin, 11 September 2017

Rahasia Kata Tapi

Posted by cuap-cuap ratih on 22.37 with 3 comments
“ih kamu baik banget sih tapi sayang…..”
“Kamu udah bener tapi masih kurang”
“Sikap kamu itu jadi dambaan setiap wanita tapi aku sukanya sama yang lain”
beuuh pasti sakit yaa.. karena yang nyangkut dalam alam pikiran kita adalah kalimat sesudah kata “tapi” ya tidak? Mau kita baik, mau kita itu benar atau jadi dambaan setiap wanita eh, seakan hilang secepat pisang yang baru digoreng masuk dalam perut, makyees gitu.

KBBI juga mendefinisikan kata tapi sebagai kata penghubung intrakalimat untuk menyatakan hal yang bertentangan atau tidak selaras. Dan sedihnya orang lebih berfokus kepada hal yang negatif dari pada yang positifnya. Kok jadi satir nih, tapi benarkan?

Sebagai ibu, saya juga merasa sering banyak menggunakan kata “Tapi” ini.
“mak, aye dah buang sampah ye” gitu kata my boy. Emaknya jawab,”iye, tapi besok-besok buang sendiri dong ga perlu emak nyuruh-nyuruh dulu”
kalau begini kalimat negatif atau kalimat positif? Survei akan membuktikan dengan lihat tuh my boy kalau buang sampah secara kesadaran atau bakal disuruh lagi. Tunggu ya, nanti saya kasih tahu jawabannya.

Beda tidak dengan jawaban yang begini: “Alhamdulillah anak emak super baik dan rajin, terima kasih ya sudah mau buang sampah.” Tanpa kata “tapi” bagaimana hasilnya ya?

Sabtu kemarin, saya benar-benar meluangkan waktu untuk diri saya sendiri yang dari hari senin sampai jumat udah rempong aja bawaannya urusan rumah. Dari melihat bang usyup dan membaca di mbah google saya menemukan satu kata eh dua sih, tapi mau cerita satu aja kata “tapi” ini.

ternyata yang menjadi fokus dalam pikiran kita adalah kalimat sesudahnya. Tapi sayang…, tapi masih kurang, tapi aku sukanya sama yang lain atau seperti jawaban emak diatas karena ada kata “tapi” dan semua berlawanan atau tidak selaras dengan kalimat sebelumnya. Kalimat sebelumnya bermakna positif maka kalimat setelah kata “tapi” menjadi kalimat negatif dan inilah yang masuk dalam alam pikiran kita. Seberapa bahaya kalau setiap saat yang didengar adalah kalimat bermakna negatif, bisa-bisa kita juga pikirannya jadi negatif terus.

Masih tugas saya sebagai ibu, dari itu saya harus lebih berhati-hati saat berbicara kalau tidak, salah-salah bisa kalimat negatif terus yang saya ucapkan.

Menjawab pertanyaan diatas mengenai kisah my boy, ternyata sampai sekarangpun kalau buang sampah masih harus diingatkan lebih dahulu. Kenyataan yang ada membuat saya menelan pil pahit karena kalau pil manis namanya permen berbentuk pil yah. Kalimat setelah kata “tapi” dalam percakapan kami ternyata bermakna negatif. 

Jadi PR buat saya nih menyusun kalimat yang bermakna positif. Kalau kalimatnya seperti “Biar kamu kalau buang sampah harus sering diingatkan tapi emak bangga deh sama kamu, kamu anak yang rajin”. Mudah-mudahan yang tertanam dalam alam pikirannya hanya kalimat yang bermakna positif.

Kata “Tapi” dapat membuat kalimat menjadi makna positif dan negatif, tergantung bagaimana mengolahnya. Ajaib ya!