Menceritakan perjalanan penaklukan konstantinopel yang cukup alot. Berawal pada tahun 22H/262M pasukan-pasukan Islam mulai bergerak ke arah negeri Al-Bab, sebuah kawasan yang sangat strategis secara militer dan bisnis terletak di jalur perbatasan antara Armenia dan kota-kota di tepian laut Kaspia. Terbukanya wilayah ini membuat terjalinlah komunikasi di berbagai wilayah, adanya penyebaran Islam dan menegakkan kalimat Allah.
Muhammad Al Fatih sejak dari kecil mendapatkan pembinaan dan pengajaran dari beberapa ulama salah satunya Maula Ahmad bin Ismail Al-Kurani. Kepada Pangeran Muhammad II, ia berkata:
"Ayahmu mengutusku untuk mengajar dan memukulmu jika engkau melanggar perintahku"
Dalam waktu singkat, ia pun berhasil mengkhatamkan Al-Qur'an sebelum usianya mencapai 8 tahun. Mempelajari berbagai kitab sejarah. Sejak kecil, ia telah menguasai bahasa Turki, Persia, Arab dan saat remajanya, ia mempelajari bahasa Yunani, Serbia, Italia dan Latin. Ia juga memiliki kemampuan membaca, menulis, berbicara dan menerjemahkannya. Selain itu Pangeran Muhammad II juga di ajar oleh seorang syekh spiritual, Asy-Syarif Muhammad bin Hamzah Ad-Dimasyqi yang bergelar"Aq Syamsuddin". Ditanamkan dalam dirinya sejak kecil bahwa dialah Sang pemimpin mujahid yang dimaksud dalam hadits Nabi yang ada dalam Musnad Imam Ahmad:
"Sungguh Konstantinopel akan ditaklukkan. Sebaik-baik pemimpin adalah penakluknya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya."(HR. Ahmad)
Al-Fatih juga menguasai ilmu-ilmu Al-Qur'an, hadits nabi, fikih dan Ushul fikih serta Ushuluddin.
Penaklukan konstantinopel dilakukan secara serempak lewat darat dan laut sesuai dengan perencanaan detil yang telah disiapkan dengan baik. Bahkan seluruh Mujahidin sangat merindukan mati syahid. Mereka maju dengan penuh keberanian dan pengorbanan.
Hingga akhirnya mereka berhasil menembus pagar-pagar benteng dan menguasai beberapa menara serta menumbangkan sejumlah pasukan Byzantium di pintu Aderna. Maka secara bergelombang pasukan Utsmani dapat masuk ke dalam kota.
Pencatatan sejarahpun menjadi penting sebagai pelajaran bagi generasi selanjutnya. Bahwa sejarah itu sebuah pengalaman yang memiliki banyak hikmah.
Kita tidak dapat menjiwai setiap peristiwa yang timbul bila tidak mengetahui asal usul perjuangan. Tugas generasi selanjutnya bukan hal yang mudah. Keberhasilan dan kejatuhan ditentukan dari memahami peristiwa yang tertoreh dalam sejarah. Melupakan sejarah seperti melupakan apa yang akan kita lakukan untuk masa depan. Hidup hanya akan berlalu tanpa tujuan.
#tugas RCO#tugas1level3
#OneDayOnePost
Penakluk Konstantinopel
Posted by cuap-cuap ratih on 04.42 with 1 comment
Related Posts:
Bukan Airmata untukmuAku hanya akan mengingat senyummu. Jangan beri aku airmata. Aku tidak suka bersedih. Sudah kukatakan terserah bagaimana akhir cerita itu. Tapi ternyata kau membuatnya menggantung dan tidak terselesaikan. Terlebih bukan kare… Read More
Kerja -kerja Aku mungkin salah satunya, selalu ingin semua perkerjaan dilakukan pada waktu yang sempurna dan hasil yang terbaik. Nyatanya malah terkadang menunda dan keteteran yang pada akhirnya, pekerjaan selesai tapi tidak maksimal bah… Read More
Siapa yang butuh ditolong? Sekarang sudah hari sabtu, lihat di youtube hari jumat kemarin Israel masih belum berhasil memadamkan api bahkan setelah Negara-negara tetangga juga turut membantu untuk memadamkannya. Dan dirasa tidak akan padam hanya denga… Read More
ToleransiDi komplek rumah, punya tetangga yang pagarnya dibuat maju beberapa senti lalu kalau buka pintu pagar itu selebar-lebarnya nutupin garasi rumah emak atau lupa nutup kali ya?! Bersangka baik ajalah yaa.. Alhasil emak susah ma… Read More
To Remember Him Tubes taste is called memories, Is in the hearts. will remain there, Whatever feels. So is the memory of a person. Transitory nature will make people disappear from this earth, but a sense of presence … Read More
Saya harus baca bukunya nih.
BalasHapusMakasih ya udah ngereview 👍